Desa Sumberarum, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, konon menjadi salah satu permukiman kuno. Di Desa ini, terdapat goa-goa dan sumber air yang hingga kini masih difungsikan oleh warga setempat.
Dikutip dari laman resmi Pemerintah Desa Sumberarum, dikisahkan pada masa pemerintahan Kerajaan Mataram, sejumlah prajurit dalam perjalanan memperluas daerah kekuasaan. Di Sumberarum, yang waktu itu masih berupa hutan belantara, para prajurit Mataram menemukan sumber air yang jernih. Di atasnya tumbuh pepohonan rindang.
Guna melepas lelah, para prajurit mendirikan kemah dan bermalam di dekat sumber air tersebut. Apalagi sumber air itu jernih dan banyak ikan yang besar-besar, sehingga para prajurit tersebut enggan untuk meninggalkan tempat itu. Lalu, sebagian dari mereka mulai membuat tempat tinggal yang permanen dari kayu jati di sekitar sendang.
Konon, mereka menetap di situ lama. Mereka juga mulai membuat senjata sendiri, mulai keris, pedang, tombak dan berbagai macam senjata lain. Lantaran tempat itu dirasa aman, mereka mendirikan tempat pembuatan senjata perang dan mendatangkan beberapa empu (pembuat senjata) untuk membuat senjata sebanyak-banyaknya. Semakin lama semakin banyak prajurit yang betah dan menetap di temapt sekitar sendang. Bahkan, kemudian didirikanlah markas prajurit perang di daerah tersebut.
Masih menurut keterangan laman Pemdes Sumberarum, dari istilah empu dan perang, maka muncul nama desa “Phirang”.
Seiring berjalannya waktu, ketika Bojonegoro dipimpin Adipati R. Reksokusumo (1890-1916), Phirang diganti nama menjadi Sumberarum. Ceritanya, pada saat Reksokusumo mandi di sendang itu, ia mencium bau harum dari sumber air. Harapannya juga, Desa Sumberarum kelak dikemudian hari menjadi desa termashur dan harum namanya.
Sumberarum Punya Banyak Goa
Desa Sumberarum mempunyai banyak goa. Salah satunya adalah Goa Lawa (kelelawar). Goa Lawa berada di petak 88 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sumberarum Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Dander, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bojonegoro. Adapun kedalaman Goa lebih dari 50 meter dengan kondisi cukup baik. Seperti di goa Ngerong-Tuban, di sini dulunya juga banyak elelawar. Namu, kini jumlahnya tinggal sedikit. Meski demikian warga tetap mengenalnya sebagai Goa Lawa.
Akses menuju goa tersebut cukup mudah. Dari Kecamatan Dander, untuk sampai ke goa masih perlu masuk ke jalan hutan sepanjang 1 km.









