Mastumapel
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
No Result
View All Result
Mastumapel
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Kita Butuh Ruang Ketiga untuk Melambat

Kajar Djati
28/05/2025
Kita Butuh Ruang Ketiga untuk Melambat

Ilustrasi ruang ketiga/By AI

Mastumapel.com – Jika Anda lelah bekerja di kantor dan urusan rumah, Anda membutuhkan ruang ketiga. Jika Anda capek banget dengan tugas kuliah, maka Anda sedang membutuhkan ruang ketiga. Nah, apa itu ruang ketiga?

Sederhananya, konsep ruang ketiga (atau third place) adalah ruang atau tempat yang bersifat netral, mudah diakses, dan informal. Ruang pertama adalah rumah, ruang kedua adalah tempat kerja, dan ruang ketiga adalah ruang untuk keluar dari rutinitas di ruang pertama dan kedua.

Konsep ruang ketiga pertama kali diperkenalkan dan dipopulerkan oleh sosiolog Amerika bernama Ray Oldenburg. Ia mengembangkan gagasan ini dalam bukunya yang berjudul “The Great Good Place” yang diterbitkan pada tahun 1989.

Setiap Orang Punya Ruang Ketiga

Setiap orang mempunya kebutuhan sendiri untuk menciptakan ruang ketiga. Pun bentuk seperti apa ruang ketiga tersebut, akan berbeda tiap orang. Jika ada kesamaan ruang ketiga, biasanya disebut dengan istilah “sefrekuensi”. Anda tentu merasakannya kan?

Orang membutuhkan ruang ketiga untuk meningkatkan kualitas mental. Ketiga dalam keseharian begitu diburu tanggungjawab pekerjaan, dan ketika di rumah juga tenggelam dalam kesibukan rumah, maka ruang ketiga menawarkan waktu yang melambat. Sebagaimana seseorang membutuhkan me time untuk menenangkan diri sendiri, makar uang ketiga menjadi ruang ber-me time yang sempurna.

Masyarakat perkotaan memiliki kecenderungan memilih ruang ketiga berbeda dengan masyarakat pedesaan. Pengelompokan ini tentu bukanlah sesuatu yang sifatnya pasti, akan tetapi lebih cenderung mencoba menyederhanakan saja.

Pada sebuah survei yang diulakukan DTS pada 2022 lalu menyebut, orang Amerika Serikat banyak memilih ruang ketiga dalam kendaraan. Survei yang dilakukan pada Agustus 2022 menunjukkan bahwa sebagian besar pengemudi, terutama generasi muda seperti Gen Z dan milenial, menganggap kendaraan mereka lebih penting saat ini. Kebiasaan ini sebenarnya diawali saat Covid 19, namun terus belanjut pasca pandemi.

Kendaraan dipandang sebagai tempat untuk bersantai, melakukan hobi, dan melepaskan diri dari stres. Sehingga, banyak orang yang mendesain mobilnya senyaman mungkin untuk ditempati. Apalagi bagi warga perkotaan, berada di kendaraan berjam-jam adalah hal biasa sehari-hari.

Bagi warga pedesaan, ruang ketiga tentu memiliki wajah berbeda. Saya belum menemukan survei tentang ini, akan tetapi, warga pedesaan memiliki ruang ketiga lebih variatif. Hal tersebut, menurut hemat saya, tekanan rutinitas pada ruang pertama dan ruang kedua tak separah warga perkotaan.

Sehingga ruang ketiga bagi warga pedesaan lebih bersifat sederhana, semisal berkebun, berada di warung kopi/kafe, atau srawung di komunitas-komunitas. Ruang ketiga tersebut tercipta karena adanya kebutuhan untuk selalu menjaga mental agar berada di titik nyaman. Dengan berada di ruang ketiga, kita bisa merasakan kenyamanan, ketenangan, yang tak terikat pada kondisi apakah sedang sendirian atau bersama orang lain. Ruang ketiga mengajak kita untuk hidup melambat di tengah tuntutan untuk selalu bergerak cepat. Ruang ketiga mengajak kita untuk mendapatkan ketenangan jiwa.

Manfaat “Berada” di Ruang Kegita

Kebutuhan seseorang akan ruang ketiga sebenarnya berakar pada aspek-aspek fundamental dari kesejahteraan individu dan fungsi sosial komunitas.

Secara sederhana, berikut adalah beberapa manfaat ruang ketiga:

Meningkatkan Kesejahteraan Mental dan Emosional:

Ruang ketiga dibutuhkan karena berdasarkan bahwa manusia adalah makhluk sosial. Kurangnya interaksi sosial yang bermakna dapat menyebabkan perasaan kesepian, yang merupakan faktor risiko signifikan untuk depresi, kecemasan, dan masalah kesehatan mental lainnya. Ruang ketiga menyediakan kesempatan untuk interaksi sosial yang teratur, baik yang mendalam maupun yang ringan (sekadar melihat atau berada di sekitar orang lain), sehingga mengurangi perasaan terasing.

Sebuah studi terbaru oleh peneliti dari Pennsylvania State University menemukan bahwa terlibat dalam percakapan lebih dari 30 menit di ruang ketiga berkorelasi dengan hasil kesehatan mental yang lebih baik pada orang dewasa di pedesaan.

Pelepasan Stres dan Relaksasi:

Lingkungan rumah seringkali membawa tanggung jawab pribadi, sementara tempat kerja membawa tekanan profesional. Ruang ketiga menawarkan ruang di mana individu dapat melepaskan diri dari tuntutan ini. Suasana santai dan informal memungkinkan relaksasi, mengurangi tingkat stres, dan meningkatkan suasana hati. 

Peningkatan Mood dan Daya Tahan:

Interaksi sosial positif yang terjadi di ruang ketiga dapat memicu pelepasan endorfin dan neurotransmitter yang berhubungan dengan kebahagiaan, seperti dopamin dan serotonin, yang berkontribusi pada peningkatan mood dan daya tahan psikologis terhadap tantangan hidup.

Tags: PsikologiRuang Ketiga
Previous Post

Jejak Pati di Gandari 15; Suarakan Isu Traumatik dan Praktik Dukun atau Ustadz Sesat

Next Post

Komunikasi Sambung Rasa di Era Mati Rasa Sosial

DOWNLOAD BULETIN MASTUMAPEL

KONTEN POPULER

Wawancara Khusus dengan John Tobing Pencipta Lagu Darah Juang, Lagu Wajib Para Demonstran 

Wawancara Khusus dengan John Tobing Pencipta Lagu Darah Juang, Lagu Wajib Para Demonstran 

26/02/2026
Oprak Sahur Kepungkur Lan Sakiki

Oprak Sahur Kepungkur Lan Sakiki

21/02/2026
Konser Intimate Banda Neira Berjalan Lebih Jauh, Melangkah untuk Sembuh

Konser Intimate Banda Neira Berjalan Lebih Jauh, Melangkah untuk Sembuh

06/02/2026
Sunan Gunung Jati dan Benang Merah Sejarah Demak, Cirebon, dan Banten

Sunan Gunung Jati dan Benang Merah Sejarah Demak, Cirebon, dan Banten

08/02/2026
Bukan Mobil Tua, Hanya Beda Tahun Saja

Bukan Mobil Tua, Hanya Beda Tahun Saja

05/02/2026
Kue Tradisional Apem Khas Megengan, Simbol Tradisi dan Pengharapan

Kue Tradisional Apem Khas Megengan, Simbol Tradisi dan Pengharapan

23/02/2026

Mastumapel.com adalah situs berita online yang menyajikan karya jurnalistik dan fokus pada sejarah, seni, budaya, ekonomi, serta sisi-sisi kehidupan masyarakat Bojonegoro.
Alamat email: [email protected]

© 2023 mastumapel.com

  • Tentang & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Konten
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita

© 2023