Mastumapel
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
No Result
View All Result
Mastumapel
No Result
View All Result
Home Destinasi

Jurnalistik Trip #5: Cerita Jejak Rasa Kerupuk Klenteng Bojonegoro

Redaksi
17/05/2026
Jurnalistik Trip #5: Cerita Jejak Rasa Kerupuk Klenteng Bojonegoro

Jurnalistik Trip, sebuah event yang digelar Mastumapel untuk lebih mengenalkan potensi lokal Bojonegoro kembali digelar. Kali ini, Jurnalistik Trip #5 berkunjung ke “pabrik” Kerupuk Klenteng yang ada di Jl Jaksa Agung Suprapto 132 Bojonegoro, Sabtu (16/5/2026).

Para peserta Jurnalistik Trip #5 disambut hangat oleh Anton Indarno, penerus generasi keempat Tan Tjian Liem yang merupakan sosok pertama pembuat kerupuk pada 1929. Tak hanya mendenghar cerita sejarah perjalanan bisnis Kerupuk Klenteng, para peserta juga melihat secara langsung proses produksi kerupuk.

Menurut Anton, Kerupuk Klenteng bermula dari Tan Tjian Liem dan Oei Hay Nio yang awalnya mempunyai toko di sebelah pasar, menjalankan bisnis kelontong, tapi bisnis ini tidak lanjut. Lalu, Tan bersama dua temannya pergi ke Sidoarjo membangun bisnis kerupuk. Tapi juga tidak bertahan lama dan akhirnya tutup. Dua temannya pulang, sedang Tan tetap bertahan di Sidoarjo. “Tan berusaha bangkit dan mendirikan usaha kain batik. Tapi juga tidak lama, dan tutup,” ceritanya.

Setelah usahanya tutup, akhirnya Tan Tjian Liem pulang ke Bojonegoro dan berdiskusi dengan istrinya, Oei Hay Nio. Akhirnya suami istri ini memutuskan membuat kerupuk di Bojonegoro. Pertama membuat kerupuk diperkirakan bulan Maret 1929. Lokasinya berada di Jalan Jaksa Agung yang sampai sekarang masih menjadi tempat produksi.

“Awalnya kerupuk warnanya putih saja, lalu dievaluasi kok daya tarik kurang, jadi akhirnya warna merah kuning hijau. Karena letaknya dekat klenteng, akhirnya jadi terkenal kerupuk klenteng. Tapi ada juga yang menyebut kerupuk abang ijo,” tutur Anton.

Dari ketekunan keluarga Tan inilah, kemudian membuat usaha kerupuk klenteng bertahan hingga kini. Berbagai inovasi dilakukan, terutama saat Anton memegang kendali usaha keluarga tersebut. Diantaranya memodernisasi alat produksi hingga mengkarabi penjualan berbasis digital. Tak heran jika pada 2024 Kerupuk Klenteng ini ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia dari Jawa Timur. “Bojonegoro sebelumnya ada koleksi ledre,” terangnya.

Para peserta Jurnalistik Trip #5 begitu antusias mengikuti kegiatan hingga selesai. Tak jarang, para peserta bertanya langsung kepada Anton maupun para pekerja yang jumlahnya mencapai 12 orang. Mereka melihat tahapan produksi mulai pembuatan alat cetak, penjemuran, hingga tahapan penggorengan dan packing.

Menurut Nanang Fahrudin, inisitor Jurnalistik Trip, bahwa kegiatan ini bertujuan ikut mengenalkan potensi yang ada di Bojonegoro, baik alam maupun manusianya. Cerita-cerita inspiratif inilah yang dicoba dimunculkan oleh para peserta Jurnalistik Trip. “Karena dalam kegiatan ini, semua peserta akan menulis dari sudut pandang masing-masing tentang sosok yang dikunjungi,” katanya.

Sebelum ke Kerupuk Klenteng, Jurnalistik Trip telah melakukan kegiatan empat kali. Pertama berkunjung ke Kebun Kopi di Tlogohaji-Sumberrejo dan berdiskusi dengan owner kebun kopi Lilik Budi Witoyo. Jurnalistik Trip #2 berkunjung ke P4S Djoyo Tani di Kecamatan Kapas dan melihat langsung pertanian modern dengan menggunakan internet of thingking (IOT).

“Jurnalistik Trip #3 berkunjung ke produsen batik ecoprint Cussaybienna di Desa Guyangan, kecamatan Trucuk. Dan Jurnalistik Trip #4 berkunjung ke maestro sastra jawa Bojonegoro JFX Hoery yang kini berusia 81 tahun,” tutur Nanang.

Tags: BojonegoroJejak RasaKerupuk KlentengKuliner
Previous Post

Baca SERUNI, Suguhan Terbaru Perpustakaan dan UKMP Griya Cendekia Unugiri  

DOWNLOAD BULETIN MASTUMAPEL

KONTEN POPULER

JFX Hoery, Merawat Sastra Jawa dengan Karya dan Perpustakaan di Rumahnya

JFX Hoery, Merawat Sastra Jawa dengan Karya dan Perpustakaan di Rumahnya

26/04/2026
Cara Mahasiswa PAI Unugiri Merawat Kearifan Lokal Bojonegoro, Lahirkan 5 Buku Antologi

Cara Mahasiswa PAI Unugiri Merawat Kearifan Lokal Bojonegoro, Lahirkan 5 Buku Antologi

13/05/2026
Jurnalistik Trip #5: Cerita Jejak Rasa Kerupuk Klenteng Bojonegoro

Jurnalistik Trip #5: Cerita Jejak Rasa Kerupuk Klenteng Bojonegoro

17/05/2026

4 Tips Produktif Menulis Ala JFX Hoery, Sang Maestro Sastra Jawa Bojonegoro

29/04/2026
Baca SERUNI, Suguhan Terbaru Perpustakaan dan UKMP Griya Cendekia Unugiri  

Baca SERUNI, Suguhan Terbaru Perpustakaan dan UKMP Griya Cendekia Unugiri  

16/05/2026
Bertemu JFX Hoery: Menimba Ilmu, Membawa Pulang Bahagia

Bertemu JFX Hoery: Menimba Ilmu, Membawa Pulang Bahagia

12/05/2026

Mastumapel.com adalah situs berita online yang menyajikan karya jurnalistik dan fokus pada sejarah, seni, budaya, ekonomi, serta sisi-sisi kehidupan masyarakat Bojonegoro.
Alamat email: [email protected]

© 2023 mastumapel.com

  • Tentang & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Konten
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita

© 2023