Memang, di buku itu tertulis “cerita anak”, namun bukan berarti orang dewasa tidak bisa membacanya. Bukankah orang dewasa sering kekanak-kanakan?
Pemburu dan Harimau, misalnya, termasuk buku untuk anak. Dongeng-dongeng Korea ini diterbitkan Pustaka Jaya tahun 1972. Bagi orang dewasa, membacanya bisa menjadi bahan mendongeng. Juga bisa menjadi hiburan. Atau bisa menemukan pesan-pesan moral untuk diri sendiri. Karena sekali lagi, orang dewasa tidak lantas benar-benar lepas dari sifat kanak-kanak.
Jika Anda belum punya referensi buku-buku apa saja yang bisa dibaca, baiklah, saya coba untuk merekomendasikan buku bacaan anak. Pemburu dan Harimau bolehlah Anda baca. Ada 10 dongeng dalam buku ini.

Dalam salah satu judul “Rentjana dalam Bungkusan Surat”, diceritakan asal mula buku dicetak dan dibaca oleh masyarakat dunia. Tak lain dan tak bukan, lantaran tulisan-tulisan di kertas itu memiliki jiwa dan marah besar, serta mendendam si penulis jika tulisan hanya dimasukkan laci, dan tidak dibukukan.
Buku lain yang bisa dibaca adalah dua karya Ny Limbak Tjahaja. Saya tidak tahu, siapa Ny Limbak, karena di dua buku yang saya punya, tak menyebutkan biografinya. Hanya saja, cerita-cerita anak yang ada di dalamnya banyak menyebut daerah-daerah di Sumatera Barat.
Dua buku yang saya punya, adalah “Trerita-Tjerita Nenek Putih Rabiah” dan “Kerbau Jalang Beranak Puteri”. Dua buku tersebut bisa menjadi pelengkap untuk membaca cerita anak. Dan ada yang menarik dari buku Ny Limbak ini. Di buku “Kerbau Jalang Beranak Putri” yang diterbitkan Pradnya Paramitra tahun 1973, diperuntukkan bagi anak-anak usia 5-6 SD.
Batasan usia sebuah cerita ditulis, tentu cukup menarik. Artinya, penulis sudah membayangkan pembacanya nanti usia berapa. Sehingga, bahasa dan cerita disesuaikan dengan usianya. Dan saya sering mendapati buku-buku cerita anak terbitan tahun lama, mencantumkan usia pembacanya. Meski tidak selalu juga.
Buku cerita anak berjudul “Si Sidik” karya Saleh Sastrawinata misalnya. Buku terbitan Balai Pustaka tahun 1972 ini diperuntukkan bagi anak usia 14-15 tahun, atau usia SMP. “Si Sidik” ini bercerita tentang anak yang meninggalkan desa untuk menempuh pendidikan hingga tingkat tinggi. Setelah mendapat pendidikan, ia kembali ke desa untuk membangun desanya.
“Putri Elisa” yang merupakan buku cerita anak terjemahan bisa menjadi alternatif bacaan pula. Buku karya Hans Cristian Andersen ini diterjemahkan oleh Ermas dan diterbitkan oleh Pustaka Jaya.

Tentu saja masih banyak buku-buku bacaan anak yang recommended. Kebetulan saja, buku-buku yang saya tawarkan di sini semua buku terbitan lama. Bahkan sebagian masih menggunakan ejaan lama, jang untuk yang, atau tjerita untuk cerita.
Sekali lagi, bacalah buku cerita anak meski anda sudah dewasa. Karena di buku anak, terkadang terselip kebijaksanaan-kebijaksaan hidup yang sangat penting bagi orang dewasa. Apalagi, orang dewasa seringkali sok lebih memahami hidup dibanding anak-anak.
Apalagi, akhir-akhir ini dunia anak dengan dunia dewasa seakan tak ada bedanya. Sehingga, menghadirkan cerita-cerita anak untuk anak dan orang dewasa menjadi penting bagi kehidupan ini.









