Mastumapel
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
No Result
View All Result
Mastumapel
No Result
View All Result
Home Bojonegoro Kota

Berburu Sehat dengan Joging, Tren Anak Muda Bojonegoro

Mukaromatun Nisa
24/01/2026
Berburu Sehat dengan Joging, Tren Anak Muda Bojonegoro

Suasana Stadion Letjend H. Soedirman saat Digunakan Joging/Foto: Nisa

Siang masih terik. Sekitar pukul 14.00 WIB pada Selasa (20/1/2026), Stadion Letjend H. Soedirman Bojonegoro masih sepi. Tampak hanya ada empat anak muda yang bersiap untuk joging dan berlari kecil. Gerimis yang sempat turun sebentar tidak menyurutkan semangat mereka.

Selang sejam kemudian, parkiran stadion mulai penuh. Anak muda bahkan orang dewasa berbondong-bondong joging di stadion. Mereka mengenakan setelah olahraga dan sebagian besar anak muda memilih joging dengan mendengarkan musik melalu headset.

Semakin sore, stadion semakin penuh. Halaman stadion juga berfungsi sebagai tempat latihan paskibraka oleh murid-murid SMA. Hujan sebentar-sebentar singgah, ada yang meneruskan jogingnya, dan sebagian berteduh di emperan stadion.

Jika joging bersama teman, orang-orang akan berjalan santai dan saling mengobrol. Bagi yang joging sendirian, mereka lebih sering berlari kecil dengan mengenakan headset dan mendengarkan musik. Sore itu, di stadion, semua seakan-akan joging, berburu badan sehat.

Jalur putaran stadion hampir penuh dilalui orang-orang yang mulai menerapkan kebiasaan sehat ini. Pelipis-pelipis mereka selalu penuh oleh keringat dan baju-baju sebagian menjadi basah. Angin sore selepas hujan bahkan saat hujan pun rasanya tampak tetap sumuk ketika digunakan berolahraga.

Zacky saat joging di Stadion Letjend Soedirman/Foto: Nisa

Zakcy Amin Zulfikri (20), salah satu pemuda yang joging mengaku setidaknya ia berolahraga minimal dua kali seminggu. Warga Wedi-Kapas-Bojonegoro ini lebih suka joging di stadion karena jaraknya cukup dekat dari rumah.

“Sebenarnya, pilihannya ada dua, di alun-alun dan di sini (stadion). Cuman kan kalau sore di alun-alaun ramai motor, polusi juga. Di sini pun ada polusi, tapi better di sini,” ujar mahasiswa salah satu universitas di Jember itu.

Zakcy mengaku sudah mulai kebiasaan olahraga sejak kelas 3 SD. Kebiasaan sehat itu ia dapat dari orang tuanya.

“Jadi sejak SD sampai sekarang suka mengikuti klub-klub olahraga gitu,” terangnya.

Selain joging, Zacky juga rutin berolahraga basket bersama timnya di universitas. Menurutnya, olahraga menjadi salah satu kunci kekebalan imun. “Kalau sebulan gitu aku nggak olahraga badanku justru sakit-sakitan,” ungkapnya.

Olahraga juga menjadi hal yang bagus untuk mengisi waktu luang menurut Zacky. “Yah dari pada cuma diam-diam di rumah,” selorohnya.

Dari sisi psikologis, Zacky juga merasakan mentalnya makin kuat saat rutin berolahraga. Joging sendirian seperti yang dia lakukan pun menurutnya termasuk dari melatih mental. Mahasiswa Teknik Mesin tersebut juga merasa lebih bisa fokus jika rutin berolahraga.

Laila saat joging di Stadion Letjend H. Soedirman/Foto: Nisa

Pemuda lainnya, Lailatus Sa’adah (23) mengaku baru memulai kebiasaan sehat termasuk joging di stadion sekitar pertengahan tahun 2025 lalu. Sebagai mahasiswa luar kota yang sedang belajar di Bojonegoro selama tiga tahun, ia merasa nyaman joging di stadion karena ramai orang dibandingkan dengan di alun-alun. “Jadi nggak ngerasa sendirian gitu,” terangnya.

“Kalau di alun-alun kan paling orang cuman main ya, jadi aku lebih percaya diri (berolahraga) di stadion,” tambahnya.

Meski belum konsisten setiap hari, setidaknya Laila joging 1-2 kali dalam seminggu atau jika ia sibuk dengan kegiatan kampus maupun pekerjannya, minimal dalam sebulan ia joging 2 kali.

Selain joging, Laila juga melakukan stretching dan mengatur pola makan sebagai kebiasaan sehatnya. Laila sudah menerapkan untuk membatasi makan berbahan dasar tepung terlalu banyak, makanan olahan dan yang mengandung pemanis buatan seperti bakso aci, seblak, es rasa kemasan dan lain sebagainya. Sebagai gantinya, ia rajin mengonsumsi buah dan minum jus tanpa tambahan gula serta perbanyak minum air putih.

Awal Laila memulai kebiasaan sehat termasuk joging adalah karena stres yang sering bertamu di otaknya. Ia merasa perlu rileks untuk meredakan stres dengan cara berolahraga.

“Jadi perlulah untuk aku rileks bersama diriku sendiri dengan olahraga,” jelasnya.

Sakit yang sering berkunjung ke badannya juga menjadi salah satu alasan Laila memutuskan memulai kebiasaan olahraga. Ia juga merasa emosinya lebih stabil sejak melakukan rutinitas itu.

“Semenjak aku olahraga itu jadi emosional aku lebih stabil aja. Cukuplah untuk meregulasi hormonku untuk tetap calm down gitulah,” paparnya.

Ternyata, tren berolahraga di kalangan anak muda membawa dampak yang signifikan baik untuk kesehatan badan maupun mental. Joging di stadion menjadi salah satu pilihan memulai kebiasaan sehat karena selain aman dari pengendara, juga banyak orang yang melakukannya serta menjadi pilihan olahraga hemat tanpa mengeluarkan biaya dan menyenangkan.

Tags: budayahidupsehatJogingStadion Bojonegoro
Previous Post

Hidup Adalah Cara Memandang Dunia

Next Post

Menonton Nausicaa, Belajar Welas Asih pada Semua Makhluk

KONTEN POPULER

Berburu Sehat dengan Joging, Tren Anak Muda Bojonegoro

Berburu Sehat dengan Joging, Tren Anak Muda Bojonegoro

24/01/2026
Tradhisi Nisfu Sya’ban lan Megengan, Sawijining Akulturasi Budaya

Tradhisi Nisfu Sya’ban lan Megengan, Sawijining Akulturasi Budaya

02/02/2026
Buku yang Menggerakkan 

Buku yang Menggerakkan 

27/01/2026
Hidup Adalah Cara Memandang Dunia

Hidup Adalah Cara Memandang Dunia

19/01/2026
Membaca Novel Kidung, Mengakrabi Hidup dari Kedalaman

Membaca Novel Kidung, Mengakrabi Hidup dari Kedalaman

06/01/2026
Serunya Kegiatan Outbound BEM STTM ARFA di Pantai Panduri Tuban

Serunya Kegiatan Outbound BEM STTM ARFA di Pantai Panduri Tuban

06/01/2026

Mastumapel.com adalah situs berita online yang menyajikan karya jurnalistik dan fokus pada sejarah, seni, budaya, ekonomi, serta sisi-sisi kehidupan masyarakat Bojonegoro.
Alamat email: [email protected]

© 2023 mastumapel.com

  • Tentang & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Konten
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita

© 2023