Mastumapel
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
No Result
View All Result
Mastumapel
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Buku yang Menggerakkan 

Nanang Fahrudin
27/01/2026
Buku yang Menggerakkan 

Buku apa yang paling mengesankan? Boleh jadi kau bingung menjawab, lantaran saking banyaknya buku yang telah kau baca.

Tapi, izinkan aku berbagi cerita. Ya, tentu saja soal buku dong! Kalau soal itu, lain kali saja ya! Baru-baru ini, aku membaca buku “Arsipelago, Kerja Arsip & Pengarsipan Seni Budaya di Indonesia”. Buku ini diterbitkan tahun 2014, tapi kau pasti akan terpesona dengan sampulnya. Jadul dan artistik. Judul buku menggunakan font tipis aksara latin seperti tulisan tangan. Tak ada gambar apapun kecuali baris-baris tulisan kecil. Ada frame tebal warna merah. Pokoknya kamu banget.

Buku ini berisi kerja-kerja kearsipan di berbagai bidang. Salah satunya pengalaman kerja arsip yang dilakukan oleh Muhidin M Dahlan, arsiparis asal Yogyakarta, lewat tulisan berjudul Praktik Kliping & Daya Budi Kultural. Juga tulisan Kathlen Azali berjudul Pengarsipan dan Sejarah Personal: Medayu Agung dan Oei Hiem Hwie.

Secara pribadi, aku pernah berjumpa dengan dua orang pelaku kerja kearsipan tersebut di waktu dan tempat berbeda. Muhidin M Dahlan dan Oei Hiem Hwie. Mendengarkan cerita-ceritanya yang heroik dalam urusan kearsipan. Dan ketika membaca buku Arsipelago ini, ingatanku menyusuri lorong-lorong masa lalu.

Ketika itu, sekitar tahun 2011 (agak lupa), aku beberapa kali ke perpustakaan Medayu Agung di Medokan Ayu, Surabaya. Sesampai di depan perpustaan, aku selalu melihat Pak Oei duduk memegang gunting, mengkliping koran. Aku menyalami dan berbincang sebentar, lanjut melihat koleksi-koleksinya. Beberapa kali aku membeli buku Pramoedya Ananta Toer terbitan Lentera Dipantara yang memang dijual di sana.

Kalau dengan Muhidin M Dahlan, aku pernah satu forum di lantai 2 Togamas Affandi Yogyakarta, untuk membicarakan aksi pelarangan buku yang marak dilakukan aparat. Tentu saja dia enggak kenal aku, karena aku hanya kebetulan ikut nimbrung di obrolan itu. Tapi, aku selalu mengikuti hasil-hasil kerja kearsipannya, melalui chanel Youtube Mojok maupun tulisan-tulisannya di rubrik Halte yang cetak di Jawa Pos (Aku masih beli koran khusus weekend), juga dulu lewat Radio Buku dan buku-buku yang diterbitkannya.

Buku Arsipelago yang baru saja aku baca ini, seperti menyentakkan kembali apa yang memang menjadi kesenanganku: kliping. Bedanya, aku tidak serajin dua orang itu dan para pengarsip lainnya. Mengkliping kulakukan baru sebatas rasa sayang pada cuilan informasi di koran atau majalah yang berserakan. Jika tidak disimpan klipingan itu, tentu akan hilang begitu saja.

Seringkali, aku bersusah-susah mengkliping koran, dan setelah sekian lama, klipingan itu hilang entah kemana. Tak jarang rusak dimakan rayap. Kini hanya menyisakan sebagian kecil saja dari “kerja kearsipan” yang pernah kulakukan.

Dan…..buku Arsipelago tersebut seakan mengingatkanku lagi pada hobi lama: mengkliping. Mungkin, mesin cerdas telah mampu menunjukkan sebagian besar kebutuhan informasi, namun entah kenapa pasca baca buku tersebut, aku lebih sering duduk membongkar-bongkar koran lama.

Mungkin inilah makna: buku yang menggerakkan. Bagaimana denganmu?

Tags: ArsipelagoBaca BukuBukuPendidikan
Previous Post

Menonton Nausicaa, Belajar Welas Asih pada Semua Makhluk

Next Post

20 Barang Ini Dulu Ada di Rumah Mbah, Menyimpan Kenangan dan Sejuta Cerita

KONTEN POPULER

Berburu Sehat dengan Joging, Tren Anak Muda Bojonegoro

Berburu Sehat dengan Joging, Tren Anak Muda Bojonegoro

24/01/2026
Tradhisi Nisfu Sya’ban lan Megengan, Sawijining Akulturasi Budaya

Tradhisi Nisfu Sya’ban lan Megengan, Sawijining Akulturasi Budaya

02/02/2026
Hidup Adalah Cara Memandang Dunia

Hidup Adalah Cara Memandang Dunia

19/01/2026
Buku yang Menggerakkan 

Buku yang Menggerakkan 

27/01/2026
20 Barang Ini Dulu Ada di Rumah Mbah, Menyimpan Kenangan dan Sejuta Cerita

20 Barang Ini Dulu Ada di Rumah Mbah, Menyimpan Kenangan dan Sejuta Cerita

29/01/2026
Serunya Kegiatan Outbound BEM STTM ARFA di Pantai Panduri Tuban

Serunya Kegiatan Outbound BEM STTM ARFA di Pantai Panduri Tuban

06/01/2026

Mastumapel.com adalah situs berita online yang menyajikan karya jurnalistik dan fokus pada sejarah, seni, budaya, ekonomi, serta sisi-sisi kehidupan masyarakat Bojonegoro.
Alamat email: [email protected]

© 2023 mastumapel.com

  • Tentang & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Konten
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita

© 2023