Setyo Wahono dan Nurul Azizah resmi dilantik Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Kamis (20/2/2025) lalu. Hampir bersamaan juga ucapan selamat kepada Rois Syuriah dan Ketua Tanfidiyah PC NU Bojonegoro.
Banyak ucapan selamat disampaikan masyarakat ke pasangan ini, diantaranya dengan mengirim karangan bunga ucapan. Namun, PC ISNU Bojonegoro punya cara tersendiri dalam memberi ucapan selamat.
Sebagai ungkapan syukur, ISNU Bojonegoro memberi ucapan selamat dengan cara menanam pohon. Langkah ini punya makna harapan yang amat besar.
Dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati Setyo Wahono dan Nurul Azizah, sekaligus terpilihnya Rois Syuriah dan Ketua Tanfidziyah PCNU Bojonegoro, KH Ahmad Maimun Syafii dan dr H. Kholid Ubed SpPd menumbuhkan harapan. Sehingga dengan menanam pohon adalah simbol upaya untuk menghidupkan.
Dengan langkah itu, ISNU Bojonegoro membangun atmosfer intelektualitas berbasis ekologis. Perihal sederhana itu, termasuk memilih menanam pohon sebagai ucapan selamat, sebagai penanda momen-momen bahagia.
Ketua PC ISNU Bojonegoro, Dr. KH. Yogi Prana Izza mengatakan, menanam pohon sengaja dipilih sebagai ucapan selamat. ISNU ingin membuktikan bahwa kebahagiaan, sudah sepatutnya dirayakan dengan cara “menghidupkan”. Menanam pohon itulah simbol kuat dari sebuah aksi nyata upaya “menghidupkan”.
Kiai Yogi menyatakan, ucapan dengan menanam pohon, sekaligus diniati mempersembahkan tanaman sebagai sedekah oksigen. Makna filosofis dari kegiatan ini, adalah pengharapan agar Kabupaten Bojonegoro dapat tumbuh berkembang, dan apat memberi manfaat bagi masyarakat luas.
“Secara normatif, menanam pohon ini bagian penting dari ajaran Rasulullah SAW untuk sadar dan peduli ekologi,” terang Kiai yang juga doktor lulusan Al Azhar Mesir tersebut.
Langkah ini memang selaras dengan program PC ISNU Bojonegoro, yakni sadar ekologi. Kesadaran ekologis ini, dilakukan melalui kajian-kajian diskusi. Ini sebagai salah satu bentuk aksi sadar ekologi. Karena sesungguhnya, alam dan kita adalah sama-sama makhluk Allah yang bersifat saling membutuhkan.
“Jika kita baik pada alam, niscaya alam pun akan baik kepada kita. Lebih dari itu, kita berharap ridha Allah Swt,” tuturnya.









