Mastumapel
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
No Result
View All Result
Mastumapel
No Result
View All Result
Home Sastra

Emosi Kita Diacak-acak oleh Cerpen-cerpen Jujur Prananto  

Eni Puspita Sari
19/02/2025
Emosi Kita Diacak-acak oleh Cerpen-cerpen Jujur Prananto  

Buku Kumcer Parmin karya Jujur Prananto

Selain merasa terhibur, saya juga merasa tersadar dan tergelitik saat membaca cerita-cerita karya penulis Jujur Prananto. Dalam tiap cerita, ada hal-hal sederhana yang berasal dari peristiwa-peristiwa yang sering luput dari perhatian. Terkadang merasa tercengang, terharu, dan terkadang tertawa.

Cerpen-cerpen karya Jujur Prananto dalam buku berjudul Parmin dapat dinikmati sewaktu-waktu. Cerita dibawakan dengan bahasa yang ringan.

Buku kumpulan cerpen (kumcer) ini diterbitkan oleh penerbit buku Kompas (2002) dengan tebal xiv +160 halaman. Terdapat 16 judul cerpen di dalamnya. Yakni Sang Pahlawan, Nasib Seorang Pendengar Setia, Luka, Perjalanan Dua Pencari Alamat Rumah, Perjalanan Terpanjang, Bahasa Inggris, Seorang Ayah dan Anak Gadisnya, Ibu Memintaku Segera Pulang, Wabah, Ibu Senang Duduk Depan Warung, Dua Pemerkosa, Helm, Paduan Suara, Reuni, dan terakhir Peran-peran Semu.

Cerita dalam kumcer tersebut tidak ada yang nyata. Setidaknya itulah yang dikatakan sang panulis. Namun dengan membacanya justru seperti dekat dengan kehidupan sehari-hari. Lewat “Semacam Catatan Pengantar”, menjadikan saya tertarik membaca dari halaman pertama. Menurut sang penulis, cerita dalam kumcer berasal dari inspirasi kisah nyata. “Sebagian besar cerpen saya memang terinspirasi dari kejadian nyata. Saya katakan ‘terinspirasi’ dan bukan ‘berdasarkan’ karena saya memang tidak pernah atau tidak tega begitu saja mengalihkan suatu kejadian nyata menjadi sebuah cerita. Mengarang bagi saya lebih dekat dengan proses berandai-andai. Seandaianya saya mengalami kejadian itu… Seandainya bukan seperti itu yang terjadi… Seandainya yang terjadi adalah kebalikannya…”.

Tuturan cerita Jujur terasa nyata. Peristiwa-peristiwa yang diceritakan seringkali menampilkan sisi lain. Saya sebagai pembaca menemukan sisi tersebut, dari peristiwa yang mungkin lucu, syahdu bahkan terasa kejam. Dalam istilah Jujur sendiri adalah kejahilan, yakni dengan memelesetkan peristiwa ataupun menertawakan realita.

Salah satunya, cerita dengan judul Nasib Seorang Pendengar Setia. Cerita ini bikin ketawa. Cerita pegawai yang menjadi pendengar setia atasannya. Seorang yang menjadi pendengar setia berjumpa dengan pembicara yang menginginkan selalu ada pendengar setia. Saya tertawa sendiri membaca ceritanya.

Kemudian cerita Ibu Memintaku Segera Pulang. Awal membaca sedikit bingung, namun ketika masuk akhir cerita, baru dapat mengerti. Menceritakan harapan dan impian baik orang tua kepada anaknya. Pergulatan tokoh aku, bahwa dunia luar yang dihadapinya berbeda dengan ekspektasi ibunya.

Cerita judul Parmin menjadi cerita terbaik yang terinspirasi dari kisahnya sendiri. Seorang bapak, yang bekerja menjadi tukang kebun. Mengambil sisa-sisa es krim sebagai oleh-oleh buat anak-anaknya di rumah. Es krim sudah meleleh saat sampai rumah. Namun ia dicurigai mencuri.

Membacanya saya merasa tersentuh. Dan ini sama halnya dengan judul Ibu Senang Duduk Depan Warung. Cerita seorang ibu yang sedang sakit tinggal di rumah anaknya, ibu tersebut memiliki kebiasaan senang duduk depan warung anaknya. Hingga suatu hari warungnya sepi pengunjung, sedang anaknya tidak mengerti penyebabnya dan beranggapan kebiasaan ibunya itulah yang menjadi sebabnya.

Begitu pula dengan cerita-cerita lainnya yang sayang jika dilewatkan. Sesungguhnya Jujur mengkritik banyak hal, dari kalangan atas sampai bawah dan kita sendiri.

Tags: CerpenJujur PranantoKarya Sastra
Previous Post

10 Motif Batik Bojonegoroan Terbaru 2024, Berikut Nama Pencipta Motif Desainnya  

Next Post

Kolaborasikan AI dan Pertanian, P4S Djoyo Tani Bojonegoro Ajak Petani Makin Unggul

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DOWNLOAD BULETIN MASTUMAPEL

KONTEN POPULER

Merawat Kemandirian Pangan Lokal Bojonegoro

Merawat Kemandirian Pangan Lokal Bojonegoro

21/04/2026
Garis Batas: Perjalanan Menyingkap Makna Kehidupan

Garis Batas: Perjalanan Menyingkap Makna Kehidupan

16/04/2026
Bojonegoro Book Party Pertemukan Para Pembaca Buku di Taman Lokomotif

Bojonegoro Book Party Pertemukan Para Pembaca Buku di Taman Lokomotif

12/04/2026
Bupati Setyo Wahono: Perlu Membangun Identitas Bojonegoro

Bupati Setyo Wahono: Perlu Membangun Identitas Bojonegoro

25/03/2026
AJI, KPI, dan GMNI Bojonegoro Gelar Aksi Damai Peringati Hari Kartini di Depan Kantor DPRD

AJI, KPI, dan GMNI Bojonegoro Gelar Aksi Damai Peringati Hari Kartini di Depan Kantor DPRD

21/04/2026
MASTUMAPEL (Sejarah, Heritage, Kuliner): Menghadirkan Lokalitas di Tengah Universalitas

MASTUMAPEL (Sejarah, Heritage, Kuliner): Menghadirkan Lokalitas di Tengah Universalitas

22/03/2026

Mastumapel.com adalah situs berita online yang menyajikan karya jurnalistik dan fokus pada sejarah, seni, budaya, ekonomi, serta sisi-sisi kehidupan masyarakat Bojonegoro.
Alamat email: [email protected]

© 2023 mastumapel.com

  • Tentang & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Konten
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita

© 2023