Mastumapel
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
No Result
View All Result
Mastumapel
No Result
View All Result
Home Bisnis

Fatkul Ilma, Founder P4S Djoyo Tani Bojonegoro Buktikan Harga Produk Pertanian Bisa Ditentukan Petani

Redaksi
26/02/2025
Fatkul Ilma, Founder P4S Djoyo Tani Bojonegoro Buktikan Harga Produk Pertanian Bisa Ditentukan Petani

Fatkhul Ilma saat memamerkan seledri hidroponik hasil budidayanya/Foto: Anggun

Reporter: Anggun Sofia Ardila

Fatkul Ilma, petani muda asal Dusun Pesantren, Desa Bendo, Kecamatan Kapas, Bojonegoro membuktikan bahwa petani bisa menentukan harga jual produknya sendiri. Melalui Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Djoyo Tani, yang ia dirikan, Ilma menunjukkan bahwa modernisasi pertanian bukan sekadar tentang teknologi, tapi juga pemberdayaan ekonomi petani.

“Motivasi saya terjun di dunia pertanian adalah karena bapak saya petani. Saat itu sambat (mengeluh, red) setiap kemarau gak bisa tanam karena keterbatasan air dan tidak bisa menentukan harga jual karena terikat pasar,” ungkap Ilma, lulusan S1 Hukum yang memilih berkiprah di dunia pertanian, Sabtu (22/2/2025) dalam kegiatan Jurnalistik Trip #2 yang digelar Mastumapel.com.

Keberhasilan Ilma dan kelompok taninya dalam menerapkan smart farming menjadi kritik tajam terhadap kebijakan pertanian nasional. Dengan greenhouse yang dilengkapi teknologi Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (AI), mereka mampu mengontrol kualitas produk dan memiliki data akurat yang kemudian sangat menentukan harga jual.

“Kami tidak lagi tergantung pada tengkulak. Melalui sistem smart farming, setiap tahapan produksi bisa dipantau dan dikendalikan. Bahkan masa tanam dan panen dapat kita atur. Data ini menjadi dasar kami dalam menentukan harga jual yang fair,” jelasnya.

Fatkhul Ilma menunjukkan alatnya/Foto: Anggun

Prestasi Pemuda Inovatif Bojonegoro tahun 2022 ini semakin menarik karena ia tidak hanya fokus pada keuntungan pribadi. Melalui P4S Djoyo Tani, Ilma aktif memberdayakan petani sekitar dengan konsep gotong royong dalam membangun greenhouse. Visinya jelas: menjadikan pertanian sebagai profesi yang menarik bagi generasi muda.

“Petani sekarang tidak harus kotor dan harus di sawah. Petani bisa berdasi dan berseragam seperti pejabat kantoran. Yang penting adalah penguasaan teknologi dan kemampuan manajemen,” tegasnya.

Ironisnya, sementara petani muda seperti Ilma mampu membuktikan bahwa penentuan harga oleh petani itu mungkin, pemerintah masih gamang dalam mengambil kebijakan serupa di tingkat nasional. Regulasi harga dasar dan harga tertinggi yang ada seringkali tidak sejalan dengan realitas di lapangan.

“Jika kami saja bisa melakukannya, mengapa pemerintah dengan segala sumber daya dan kewenangannya tidak bisa? Ini bukan soal kemampuan, tapi kemauan politik,” kritik Ilma.

Sukses Ilma dengan Djoyo Tani membuktikan bahwa modernisasi pertanian harus holistik. Bukan hanya soal teknologi, tapi juga reformasi sistem tata niaga yang memberdayakan petani. Greenhouse digital yang ia kembangkan sejak 2021 kini menjadi bukti nyata bahwa petani bisa mandiri dalam menentukan nasibnya.

Menurut Ilma, perlu ada evaluasi kebijakan pertanian. Petani perlu dipandang sebagai mitra strategis yang mampu menentukan harganya sendiri, bukan sekadar penerima objek kebijakan.

“Kami sudah membuktikan bahwa petani bisa mandiri dan sejahtera dengan teknologi tepat guna. Pertanyaannya: sampai kapan pemerintah menutup mata dengan kebijakan yang merugikan masyarakat?,” pungkas Ilma, yang juga menjadi juara 2 Pemuda Pelopor Nasional bidang inovasi teknologi 2022.

Tags: BojonegoroFatkul IlmaP4S Djoyo TaniPertanianPetani
Previous Post

Cara ISNU Bojonegoro Beri Selamat ke Bupati-Wakil Bupati dan Rois Syuriah-Ketua Tanfidiyah NU: Tanam Pohon

Next Post

Petani Muda Milenial Bojonegoro Sukses Terapkan Sistem Pertanian Modern Greenhouse

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DOWNLOAD BULETIN MASTUMAPEL

KONTEN POPULER

Review Buku Seporsi Mie Ayam (Pelajaran Kehidupan) Sebelum Mati

Review Buku Seporsi Mie Ayam (Pelajaran Kehidupan) Sebelum Mati

19/03/2026
MASTUMAPEL (Sejarah, Heritage, Kuliner): Menghadirkan Lokalitas di Tengah Universalitas

MASTUMAPEL (Sejarah, Heritage, Kuliner): Menghadirkan Lokalitas di Tengah Universalitas

22/03/2026
Bupati Setyo Wahono: Perlu Membangun Identitas Bojonegoro

Bupati Setyo Wahono: Perlu Membangun Identitas Bojonegoro

25/03/2026
Makna Jajan Pasar di Tradisi Wetonan atau Tironan

Makna Jajan Pasar di Tradisi Wetonan atau Tironan

02/03/2026
Riyayan, Tradhisi Atungtum Nilai Agami

Riyayan, Tradhisi Atungtum Nilai Agami

20/03/2026
Peringati Hari Perempuan Sedunia 2026, AJI Bojonegoro Gelar Aksi Turun Jalan

Peringati Hari Perempuan Sedunia 2026, AJI Bojonegoro Gelar Aksi Turun Jalan

14/03/2026

Mastumapel.com adalah situs berita online yang menyajikan karya jurnalistik dan fokus pada sejarah, seni, budaya, ekonomi, serta sisi-sisi kehidupan masyarakat Bojonegoro.
Alamat email: [email protected]

© 2023 mastumapel.com

  • Tentang & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Konten
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita

© 2023