Mastumapel
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
No Result
View All Result
Mastumapel
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Jurnalisme Jalan Keluar

Kajar Djati
05/01/2025
Jurnalisme Jalan Keluar

Warga di tempat publik/Sumber: Pixabay

Awal tahun 2025. Survei Tirto.id yang menyebut jurnalis sebagai profesi yang paling tak bisa dipercaya (nomor 10) sangat menarik untuk dibahas. Hasil survei bisa dimaknai dari dua arah berbeda.

Pertama, survei itu cukup mengagetkan. Reaksi ini bagi orang yang masih berpegangan pada imajinasi jurnalis adalah sosok Udin, wartawan Bernas yang terbunuh tanpa diketahui pelakunya. Atau sosok Meutya Hafid jurnalis Metro TV yang disandera Mujahidin Irak pada tahun 2005. Jurnalis-jurnalis seperti mereka, adalah jurnalis yang bertaruh nyawa demi sebuah berita yang akurat sebagai suguhan terbaik bagi publik.

Kedua, survei itu tidak mengagetkan sama sekali. Yakni bagi orang yang melihat jurnalis tak lebih seperti influencer atau konten kreator yang berlomba-lomba mendapatkan informasi untuk berebut klik. Dengan kaca mata ini, jurnalis dipandang tak lebih sebagai skrup kapitalisme digital.

Survei itu pun kemudian memunculkan tanya, masihkah publik memerlukan jurnalis? Masihkah masyarakat memerlukan karya jurnalistik? Di saat banyak informasi tersaji secara cepat lewat berbagai platform media sosial. Di saat informasi bisa diakses dengan sangat mudah lewat artificial intelligence (AI).

Lalu bagaimana masa depan jurnalistik?

Praktik-praktik jurnalistik sebenarnya telah ada sejak masa Romawi Kuno. Juga masa Mpu Prapanca saat menulis Kitab Nagarakartagama. Manusia adalah makhluk informasi. Karena, manusia saling mencari, mengolah, dan menyajikan informasi. Jurnalistik hanyalah penyederhanaan dari proses keseharian “makhluk informasi” tersebut. Sebagaimana ilmu atau teori adalah penyederhanaan membaca gerak kehidupan manusia. Sepanjang masyarakat adalah sekumpulan makhluk informasi, maka sepanjang itu pula masyarakat membutuhkan jurnalistik.

Hanya saja, mari kita dudukkan semua pada proporsinya yang tepat. Jurnalistik adalah sebuah mekanisme, semua cara mengelola informasi dengan “benar”. Benar di sini lantaran ilmu jurnalistik telah melewati berbagai tahap masa, tahap keilmuan, dan tahap pembuktian.

Dan ketika semua orang saat ini berperan sebagai publisher, atau dengan kata lain, semua orang berposisi sebagai produsen sekaligus konsumen informasi. Peran itu, pada masa lalu, hanya dimiliki oleh pers, yang bisa menggerakkan kegiatan-kegiatan jurnalistik.

Sebagai publisher, publik sebenarnya sangat berkepentingan dengan kegiatan jurnalistik. Yakni kegiatan mencari, mengolah, dan menyajikan informasi. Sebagaimana pers membutuhkan jurnalistik dalam upaya menyajikan berita. Artinya, kini, ketika semua orang adalah publisher, maka semua orang membutuhkan jurnalistik.

Melalui tulisan ini, saya hendak mengkampanyekan agar prinsip-prinsip jurnalistik dipahami oleh semua orang. Etika-etika jurnalistik harus juga dimiliki oleh setiap orang dalam perannya sebagai publisher. Kita perlu mengembangkan “jurnalisme jalan keluar”, yakni ketika jurnalistik menjadi pegangan setiap orang dalam mencari, mengolah, dan menyajikan informasi sehari-hari.

Tentu ada sekian prinsip dalam jurnalistik, dan semua prinsip itu sangat terbuka untuk menjadi pegangan (buku saku) dalam mengelola informasi oleh jurnalis maupun bukan jurnalis. Kita ambil contoh saja, 9 elemen jurnalistik yang dikembangkan oleh Bill Kovach dan Tom Rosenstiel.

Dalam 9 elemen jurnalistik, diantaranya ada prinsip berpedoman pada kebenaran dan selalu menerapkan disiplin verifikasi. 2 dari 9 elemen jurnalistik tersebut, bukankah sangat diperlukan oleh semua orang dalam mengelola informasi di media sosial? Tak peduli dia jurnalis, konten kreator, influencer, atau ibu rumah tangga yang punya akun tiktok.

“Jurnalisme jalan keluar” ini bukanlah jalan baru, melainkan sekedar usaha menempatkan jurnalistik bukanlah eksklusivitas milik pers. Kita perlu membuka mata bahwa, teknologi informasi telah mengantarkan semua orang menjadi jurnalis sekaligus pembaca/pendengar/penonton. Sehingga, jurnalisme sebagai ilmu adalah milik semua orang. Jurnalisme sebagai ilmu juga berkembang seiring perkembangan zaman.

Jurnalistik perlu ditempatkan sebagai alat yang dibutuhkan oleh semua orang di era digital kini. Setiap kali kita bersinggungan dengan informasi, maka prinsip-prinsip jurnalistik perlu kita tempatkan sebagai sistem diri kita untuk mengatur semuanya. [KAD]

Tags: DigitalInformasiJurnalisJurnalistik
Previous Post

DULU ADA: Lapak Kartu Lebaran Diburu Sambil Ngabuburit

Next Post

Budaya Ndiluk

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DOWNLOAD BULETIN MASTUMAPEL

KONTEN POPULER

Boleh Gaya Asal Suka Baca Bareng Lapak Buku dan Baca Mastumapel di CFD Bojonegoro

Boleh Gaya Asal Suka Baca Bareng Lapak Buku dan Baca Mastumapel di CFD Bojonegoro

11/02/2026
Makna Jajan Pasar di Tradisi Wetonan atau Tironan

Makna Jajan Pasar di Tradisi Wetonan atau Tironan

02/03/2026
Wawancara Khusus dengan John Tobing Pencipta Lagu Darah Juang, Lagu Wajib Para Demonstran 

Wawancara Khusus dengan John Tobing Pencipta Lagu Darah Juang, Lagu Wajib Para Demonstran 

26/02/2026
Ketika Buku Menyebuhkan Luka

Ketika Buku Menyebuhkan Luka

04/03/2026
29 Kosakata Jawa Paling Populer di Bojonegoro Masa Lalu, Bagaimana Kini?

29 Kosakata Jawa Paling Populer di Bojonegoro Masa Lalu, Bagaimana Kini?

09/02/2026
Bukan Mobil Tua, Hanya Beda Tahun Saja

Bukan Mobil Tua, Hanya Beda Tahun Saja

05/02/2026

Mastumapel.com adalah situs berita online yang menyajikan karya jurnalistik dan fokus pada sejarah, seni, budaya, ekonomi, serta sisi-sisi kehidupan masyarakat Bojonegoro.
Alamat email: [email protected]

© 2023 mastumapel.com

  • Tentang & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Konten
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita

© 2023