Sore di penghujung Mei 2024. Di sudut warung kopi kawasan kota Bojonegoro, sekelompok jurnalis mahasiswa menggelar rapat redaksi. Suara live musik sedikit mengganggu, memaksa mereka meninggikan suara saat bercakap-cakap. Udara panas membuat para mahasiswa tersebut lebih memilih memesan minuman dingin.
“Agustus kita sudah regenerasi. Masih ada dua proker yang belum dilaksanakan. Yang terdekat PJTL,” ujar M Nur Khozin memulai rapat redaksi. Khozin adalah Ketua Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Spektrum Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) di Bojonegoro.
Mereka pun menyepakati segera menggelar Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut (PJTL). Juga disepakati siapa yang bertanggungjawab menghubungi narasumber, menyiapkan tempat, dan kebutuhan lainnya. Para aktivis pers mahasiswa ini juga merencanakan liputan-liputan pada bulan Juni.
Rapat redaksi menjadi agenda rutin mahasiswa yang tergabung di LPM Spektrum Unugiri. Sering digelar di dalam kampus, tapi kadang juga digelar di luar kampus. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) LPM Spektrum berdiri tahun 2016. Para mahasiswa konsisten menulis jurnalistik di website arusgiri.com yang dikelolanya.
Menurut Usman Roin, pembinanya, LPM merupakan salah satu kunci menumbuhkan dan mengembangkan semangat jurnalisme dari kampus. “Kunci pertama, LPM harus hidup dulu,” ujarnya saat diwawancara terkait keberadaan LPM Spektrum.
Menurut dia, ketika LPM hidup maka otomatis aktivitas jurnalistik di dalamnya seperti penulisan berita, feature, opini dan lain-lain akan dipahami. Apalagi kampus mempunyai PR bagaimana para mahasiswa itu tidak menulis asal-asalan dan paham tata menulis. Poin kedua, lanjut dosen prodi PAI ini, adalah menjaga semangat jurnalisme kampus dengan cara regenerasi.
***
Sebuah berita yang diunggah situs Deutsche Welle atau DW pada 16 Juni 2024 cukup mengagetkan. Berita yang didasarkan hasil survei Reuters Institute itu berjudul ‘Survei: Influencer Salip Jurnalis sebagai Sumber Berita’. Inti survey tersebut adalah Influencer di media sosial seperti TikTok dan Instagram telah mengambil alih posisi jurnalis sebagai sumber utama berita bagi kaum muda.
Memang belum ada survei khusus di Indonesia. Akan tetapi, kabar sana-sini mengiyakan adanya tantangan besar bagi jurnalis saat ini. Disrupsi informasi yang begitu cepat, membuat ekosistem media berubah total. Jurnalistik bersaing ketat dengan konten.
Di tengah situasi ini, keberadaan pers kampus menjadi sangat penting. Dengan beragam tantangan yang dihadapi, pers yang dikelola mahasiswa pun mendapat tantangan yang berlapis-lapis. Meski demikian, tak ada kata menyerah bagi para jurnalis mahasiswa dalam merawat semangat jurnalisme di kampus. Tak terkecuali para aktivis LPM Spektrum Unugiri.
Menurut Nur Khozin, ketua LPM Spektrum periode 2023/2024, LPM rutin menerima anggota baru tiap tahun. Yakni saat mahasiswa baru mulai masuk. Mereka menggelar Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD). “Program wajib yang harus diikuti semua anggota LPM itu ada banyak, seperti PJTD dan PJTL,” terangnya.
Di PJTD, para anggota diberikan materi seputar dunia jurnalistik. Mereka juga disuguhi materi cara menulis berita sekaligus cara menghasilkan foto jurnalistik yang baik. Di hari yang sama juga, mereka langsung melakukan praktik wawancara, penggalian data, membidik peristiwa dan menyusun berita.
Dalam pelatihan 2023 misalnya, peserta dibagi dalam beberapa kelompok. Para peserta antusias blusukan ke terminal untuk praktik wawancara dan membidikkan kamera. Usai mendapatkan data, mereka kembali ke ruangan untuk menyusun berita.
Satu per satu tulisan mereka akan dibedah bersama. Selanjutnya ada sesi screening untuk mengetahui keseriusan peserta sebelum benar-benar menjadi anggota LPM. “Dengan adanya regenerasi atau PJTD ini, LPM akan terus berlanjut. Jadi, ruh LPM ini tidak hanya dibangun untuk satu atau dua tahu, tapi untuk keberlanjutan yang terus-menerus,” ungkap Usman Roin.
Situs arusgiri.com memang disiapkan bagi jurnalis mahasiswa LPM Spektrum. Tujuannya untuk menumbuhkan dan mengembangkan semangat jurnalisme kampus. Setiap hasil tulisan mereka diunggah di website agar keberadaan LPM semakin eksis. Sekaligus ini untuk mengajak mahasiswa yang lainnya untuk terus berkarya.

Di tengah tantangan jurnalisme yang beragam, LPM Spektrum terus bergerak. Setiap minggu pertama awal bulan, LPM mengadakan rapat redaksi untuk membagi kelompok dan tugas. Mereka juga melakukan evaluasi terkait liputan bulan sebelumnya. Rapat redaksi meskipun sangat serius, tapi dilakukan dengan santai dan enjoy. Sering kali mereka menggelar forum di halaman belakang gedung FSA (Fakultas Sastra Arab) dengan lesehan, menikmati semilir angin sore ketika kampus sepi dari hiruk-pikuk kegiatan.
Mereka juga ada jadwal liputan agar para anggota terus menulis dan menjaga semangat jurnalisme. Selain itu, mereka juga aktif menggelar kegiatan yang terbuka untuk umum, seperti workshop Cipta Karya Puisi dan Deklamasi Puisi serta Bedah Buku Puisi. Mereka melibatkan para siswa untuk mengenalkan sastra dan jurnalistik.
Menurut Usman, studi komperatif menjadi salah satu pilihan dalam menumbuhkan dan mengembangkan semangat jusnalisme. Apresiasi dalam bentuk tulisan juga penting dalam menjaga semangat jurnalisme seperti menulis profil mahasiswa dan dosen berprestasi. “Berkunjung ke perpustakaan untuk melihat dan membaca karya-karya jurnalistik juga ampuh menjaga semangat jurnalisme,” kata Usman.
Sementara itu, salah satu anggota LPM Spektrum angkatan 2023, Husnul mengungkapkan ia mendaftar anggota LPM karena ingin bisa belajar jusnaistik terutama dalam bidang menulis opini. Ia sangat terkesan bertemu pemateri-pemateri yang ahli dalam bidangnya masing-masing di setiap program LPM. “Kekeluargaan LPM sangat kuat, betah saya di sini,” ungkapnya. [nf]









