Mastumapel
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
No Result
View All Result
Mastumapel
No Result
View All Result
Home Mitos & Sejarah

Siapa Adipati Jipang Pertama?

Nanang Fahrudin
09/04/2025
Siapa Adipati Jipang Pertama?

Ilustrasi Siapa Adipati Jipang Pertama/ by AI

Dalam catatan sejarah, cerita yang lebih terkenal adalah Jipang di bawah kepemimpinan Aria Penangsang. Apalagi ketika Jipang berkonflik dengan Pajang di bawah kuasa Adiwijaya atau Jaka Tingkir. Tapi, siapa penguasa Jipang sebelum Aria Penangsang?

Sependek pembacaan saya akan sejarah, tak banyak yang menyebutkan siapa penguasa Jipang pertama? Dan untuk menyebut “pertama” tersebut pada era kapan? Karena semestinya, Jipang telah ada jauh sebelum Demak berkuasa di tanah jawa.

Saya mencoba memulai cerita Jipang dari masa Kerajaan Demak. Raja pertama Demak, Raden Fatah mempunyai tiga orang istri. Istri pertama adalah putri dari Sunan Ampel yang melahirkan Pangeran Sabrang Lor atau dikenal dengan Adipati Unus, dan Raden Trenggono. Istri kedua adalah putri dari Randu Sanga yang melahirkan Raden Kanduruwun. Serta istri ketiga adalah putri dari Adipati Jipang yang melahirkan Pangeran Sekar atau kemudian dikenal dengan Pangeran Sekar Seda Ing Lepen dan Ratu Mas Nyawa.

Sayang, siapa mertua Raden Fatah yang seorang Adipati Jipang tak disebutkan namanya. Hanya disebutkan bahwa penguasa Demak tersebut menempatkan Pangeran Sekar menjadi Adipati Jipang. Artinya, Pangeran Sekar menggantikan kakeknya sebagai adipati. Pangeran Sekar merupakan ayah dari Aria Penangsang.

Besar kemungkinan, Jipang telah ada sejak masa Kerajaan Majapahit. Hanya saja, belum ditemukan bukti-bukti terkait hal itu. Apakah, wilayah tersebut sudah bernama Jipang ketika Majapahit masih jaya? Di Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro pernah ditemukan sebuah prasasti yang disebut prasasti Sekar. Namun, prasasti itu kemudian hilang, sehingga tidak diketahui isi dari prasasti tersebut.

Buku “Sejarah Kabupaten Bojonegoro (Menyingkap Kehidupan dari Masa Ke Masa)” yang diterbitkan Pemkab Daerah Tingkat II Bojonegoro tahun 1988, menempatkan Pangeran Sekar Kusuma sebagai adipati Jipang pertama. Pusat kadipaten Jipang adalah di Blora Selatan antara Cepu dan Kota Blora. (hal: 65).

Pangeran Sekar Kusuma digambarkan sebagai seorang adipati yang sangat dicintai rakyatnya. Ia sosok pemimpin yang bijaksana. Ia selalu berusaha untuk mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat Jipang. Juga sangat menghargai toleransi, yakni dengan memberi kebebasan warganya untuk beribadah sesuai keyakinan agamanya. Saat itu Hindu, Budha dan kepercayaan animisme masih kuat di masyarakat.

Akan tetapi kehidupan tenteram Jipang goyah ketika Pangeran Sekar Kusuma terbunuh saat sepulang dari Sholat Jumat. Ia meninggal di sebuah sungai, sehingga kemudian dikenal dengan Pangeran Seda Ing Lepen. Lepen adalah sungai. Sebagai penggantinya adalah anaknya, Aria Penangsang.

Pangeran Sekar Kusuma dibunuh oleh seseorang bernama Surayata yang merupakan suruhan Sunan Prawoto. Sunan Prawoto merupakan anak dari Raden Trenggono. Pembunuhan inilah yang kemudian menjadi cikal bakal perseteruan yang berlangsung cukup lama.

Tapi, sebelum sampai pada cerita konflik Aria Penangsang dengan Jaka Tingkir, mari mundur sedikit. Menurut kronik Cina, Raden Fatah meninggal pada tahun 1518 pada usia 63 tahun. Tahta Demak diduduki oleh Pangeran Sebrang Lor atau Adipati Unus, sebagai Raja Demak kedua. Ia meninggal pada tahun 1521. Pati Unus ini tidak mempunyai keturunan, maka adiknya yang bernama Sultan Trenggono menggantikannya sebagai sultan Demak

Pada tahun 1546, Sultan Trenggono wafat. Hal ini menyebabkan kekosongan tahta Kesultanan Demak. Sunan Giri dan sesepuh Kesultanan Demak sepakat mengangkat putra sulung Sultan Trenggono, Sunan Prawoto sebagai sultan keempat Demak. Sunan Prawoto bergelar Sultan Syah Alam Akbar Jiem-Boen-ningrat IV. Sunan Prawoto ini menderita penyakit mata yaitu kebutaan. Penyakitnya ini dikaitkan dengan kutukan pamannya, Pangeran Sekar Seda Ing Lepen yang dibunuhnya.

Naiknya Sunan Prawoto ke tahta Demak, memperbesar rasa kecewa Aria Penangsang. Lantaran pembunuh ayahnya menjadi penguasa Demak. Padahal, bagi Penangsang, harusnya ayahnya lah yang berhak menduduki posisi itu. Apalagi, dari urutan saudara, Pangeran Sekar lebih tua dibanding Trenggono. Hanya saja, Trenggono menganggap dirinya lebih berhak karena lahir dari permaisuri. Sedang Pangeran Sekar lahir dari istri bukan permaisuri, yakni putri dari Jipang.

Akhirnya Aria Penangsang mengirimkan utusan untuk membunuh Sunan Prawoto dan anggota keluarganya. Sunan Prawoto, Pangeran Hadiri (suami Ratu Kalinyamat) terbunuh. Namun, Adiwijaya atau Jaka Tingkir yang terkenal sakti, gagal dibunuh.  Jaka Tingkir, menantu Sultan Trenggono, akhirnya melanjutkan kekuasaan Demak. Namun, ia lebih memilih memindahkan kekuasaan dari Demak ke Pajang.

Konflik Pajang dengan Jipang berakhir dengan kematian Aria Penangsang. Adipati Jipang kemudian dilanjutkan oleh adik Penangsang dari lain ibu, Aria Mataram. Dan setelah itu, dilanjutkan oleh adipati-adipati lainnya.

Jadi, siapa Adipati Jipang pertama? Sementara yang bisa diketahui namanya adalah Adipati Sekar Kusuma. Sebelumnya Adipati Jipang adalah kakek dari Sekar Kusuma atau mertua dari Raden Fatah. Akan tetapi, tak disebutkan namanya.

Nah, mungkin Anda memiliki referensi lain? Berbagi cerita dong!

Tags: Adipati JipangBojonegoroJipangKerajaan DemakSejarah
Previous Post

NgaostikFest 12: Membaca, Diskusi, Berekspresi dan Menyembuhkan Mala

Next Post

Mengapa Islam Dulu Berjaya di Bidang Sains?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DOWNLOAD BULETIN MASTUMAPEL

KONTEN POPULER

Bupati Setyo Wahono: Perlu Membangun Identitas Bojonegoro

Bupati Setyo Wahono: Perlu Membangun Identitas Bojonegoro

25/03/2026
Makna Jajan Pasar di Tradisi Wetonan atau Tironan

Makna Jajan Pasar di Tradisi Wetonan atau Tironan

02/03/2026
Review Buku Seporsi Mie Ayam (Pelajaran Kehidupan) Sebelum Mati

Review Buku Seporsi Mie Ayam (Pelajaran Kehidupan) Sebelum Mati

19/03/2026
Posisi Hilal Penentu Awal Syawal 1447 H

Posisi Hilal Penentu Awal Syawal 1447 H

18/03/2026
Trip Menjelajah Bumi Margomulyo dan Ngangsu Kawruh di Festival Samin #9 2025

7 Destinasi Wisata di Kecamatan Margomulyo-Bojonegoro, Gerbang Wilayah Perbatasan Ngawi

26/03/2026
Riyayan, Tradhisi Atungtum Nilai Agami

Riyayan, Tradhisi Atungtum Nilai Agami

20/03/2026

Mastumapel.com adalah situs berita online yang menyajikan karya jurnalistik dan fokus pada sejarah, seni, budaya, ekonomi, serta sisi-sisi kehidupan masyarakat Bojonegoro.
Alamat email: [email protected]

© 2023 mastumapel.com

  • Tentang & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Konten
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita

© 2023