Mastumapel
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
No Result
View All Result
Mastumapel
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Sandur Bojonegoro Ekspresi Budaya Masyarakat Agraris

Redaksi
05/12/2023
Sandur Bojonegoro Ekspresi Budaya Masyarakat Agraris

Pertunjukan Sandur Bojonegoro/Sumber: Infopublik

Penulis: Kajar Djati

Bojonegoro, sebagai salah satu daerah di Jawa Timur, menyimpan kekayaan budaya yang kental dengan nuansa pertanian. Dalam konteks ini, muncul suatu seni pertunjukan tradisional yang melekat erat dengan kehidupan masyarakat agraris, yaitu Sandur. Seni ini tidak hanya menghibur, tetapi juga membawa pesan tentang keselarasan antara alam dan manusia.

Menurut Ratuwalu (2016), masyarakat agraris adalah kelompok yang mencukupi kebutuhan hidupnya melalui sektor pertanian, dengan produksi dan pemeliharaan tanaman sebagai sumber ekonominya. Sandur lahir di tengah-tengah masyarakat agraris Bojonegoro, dan memiliki beberapa pengertian yang melibatkan makna pekerjaan dan istirahat.

Salah satu interpretasi mengatakan bahwa kata “Sandur” berasal dari jalur dhosok (singkatan), yang merupakan gabungan kata “isan” (istirahat) dan “tandhur” (menanam). Dengan demikian, Sandur diartikan sebagai seni pertunjukan yang dilakukan setelah tandhur atau setelah bekerja, sebagai bentuk penghilangan sengkala atau marabahaya. Kesenian ini tidak hanya bersifat hiburan semata, tetapi juga mengandung petuah dan ritual yang memperkuat hubungan harmonis antara manusia dan alam.

Adapula pendapat lain yang mengungkapkan bahwa Sandur adalah sandiwara ngedhur, yakni pertunjukan yang dilakukan semalam suntuk untuk menghibur masyarakat. Pementasan Sandur biasanya dilakukan setelah masa panen sebagai ungkapan syukur petani terhadap hasil panen yang diperoleh dan harapan agar hasil panen berikutnya lebih baik (Herfidiyanti, 2014). Pertunjukan ini biasanya dimulai sekitar pukul sepuluh malam hingga menjelang subuh, sesuai dengan waktu setelah panen.

Sejarah Sandur yang kaya dan dalam beberapa interpretasi menarik membuatnya menjadi warisan budaya yang tidak hanya menyegarkan keseharian masyarakat agraris Bojonegoro tetapi juga menjadi elemen penting dalam perayaan dan ungkapan rasa syukur. Dengan ragam makna dan pesan yang terkandung di dalamnya, Sandur terus menjelma menjadi salah satu kekayaan budaya yang patut dilestarikan dan dihargai oleh generasi muda Bojonegoro.

Tokoh dalam Sandur: Petualangan Bersama Balong, Pethak, Cawik, dan Tangsil

Dalam setiap pertunjukan Sandur, kita diajak untuk meresapi kehidupan dan kebijaksanaan melalui empat tokoh sentral yang membentuk inti dari keseluruhan cerita. Kehadiran Balong, Pethak, Cawik, dan Tangsil menghidupkan panggung dengan pesona masing-masing, membawa penonton dalam suatu perjalanan yang kaya makna dan hiburan.

Balong: Lubang Hikmah

Balong, yang berasal dari kata “babakan bolong” atau lubang dalam tubuh manusia, menjadi tokoh yang mengemban peran sebagai penyedia solusi. Dalam perjalanan Sandur, Balong hadir sebagai sosok yang memberikan arahan dan pemikiran bijak. Melalui kehadirannya, penonton dibawa untuk merenung dan menggali makna di balik setiap lubang kehidupan.

Pethak: Mepet Petak dan Pemikiran Terdalam

Pethak, atau yang berarti mendekati otak, menjadi representasi dari seorang pemikir dalam Sandur. Sebagai tokoh yang “mepet petak,” Pethak mengajak penonton untuk mendalami pemikiran-pemikiran terdalam. Keberadaannya membawa kita pada perenungan mendalam tentang kebijaksanaan dan cara pandang yang lebih dalam terhadap kehidupan.

Cawik: Kemuliaan Hati Manusia

Cawik, yang berasal dari kata “cagak wigati” atau kemuliaan hati manusia, menjadi simbol kemurnian dan kemuliaan batin. Dalam Sandur, Cawik mengajak kita untuk menggali sisi terbaik dalam diri sendiri. Melalui setiap adegan, penonton diajak merenung tentang esensi kemuliaan hati manusia yang seringkali terabaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Tangsil: Memantik Permasalahan dengan Keberhasilan Tepat

Tangsil, atau kabatang kasil yang berarti sesuatu yang bila ditebak pasti berhasil, menjadi pendorong cerita dalam Sandur. Sebagai tokoh yang memantik permasalahan, Tangsil memperkaya plot cerita dengan keberhasilan-keberhasilan yang tepat. Kejelian dan ketepatan langkah Tangsil menambahkan kegembiraan dan keceriaan dalam pertunjukan.

Selain keempat tokoh utama, elemen-elemen tambahan seperti Tukang Kandhut, Tukang Oncor, Juru Kunci, Tukang Umpet, Tukang Sajen, Germo, dan Panjak Hore semakin memperkaya nuansa Sandur dengan warna-warni kehidupan. Tidak lupa, kehadiran Germo yang memimpin pertunjukan memberikan arah dan semangat bagi para penonton.

Dengan keunikan masing-masing, setiap tokoh dalam Sandur tidak hanya menjadi bagian dari pertunjukan tetapi juga simbol kehidupan. Mereka membawa pesan dan makna yang dalam, mengajak penonton untuk menikmati hiburan sambil merenungkan kearifan dan kebijaksanaan yang terkandung dalam setiap adegan.

Tags: BojonegoroBudaya AgrarisKesenianSandur Bojonegoro
Previous Post

Ini Daftar Pemenang Lomba Bertutur Siswa SD/MI Se-Bojonegoro Tahun 2023

Next Post

Jelajahi Wisata Kuliner Jawa Timur: Nikmati Kelezatan dan Keanekaragaman Rasa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DOWNLOAD BULETIN MASTUMAPEL

KONTEN POPULER

Aku, Kerupuk Klenteng, dan Cerita Rasa

Aku, Kerupuk Klenteng, dan Cerita Rasa

20/05/2026
Cara Mahasiswa PAI Unugiri Merawat Kearifan Lokal Bojonegoro, Lahirkan 5 Buku Antologi

Cara Mahasiswa PAI Unugiri Merawat Kearifan Lokal Bojonegoro, Lahirkan 5 Buku Antologi

13/05/2026
Aliansi Buruh Bojonegoro Bersatu Turun Jalan, Suarakan 17 Tuntutan di Hari Buruh Sedunia 2026

Aliansi Buruh Bojonegoro Bersatu Turun Jalan, Suarakan 17 Tuntutan di Hari Buruh Sedunia 2026

02/05/2026
Menjaga Warisan 1929, Filosofi Adaptasi dan Keteguhan di Balik Renyahnya Kerupuk Klenteng

Menjaga Warisan 1929, Filosofi Adaptasi dan Keteguhan di Balik Renyahnya Kerupuk Klenteng

18/05/2026
Warna Warni Rasa Kerupuk Klenteng

Warna Warni Rasa Kerupuk Klenteng

21/05/2026
Cerita Strategi Anton Indarno Merawat Bisnis Kerupuk Klenteng, Warisan Keluarga Sejak 1929

Cerita Strategi Anton Indarno Merawat Bisnis Kerupuk Klenteng, Warisan Keluarga Sejak 1929

19/05/2026

Mastumapel.com adalah situs berita online yang menyajikan karya jurnalistik dan fokus pada sejarah, seni, budaya, ekonomi, serta sisi-sisi kehidupan masyarakat Bojonegoro.
Alamat email: [email protected]

© 2023 mastumapel.com

  • Tentang & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Konten
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita

© 2023