Mastumapel
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
No Result
View All Result
Mastumapel
No Result
View All Result
Home Bisnis

Menyantap Mie Ayam “Terenak” Rahayu, Pilihan Menunya Paling Banyak di Bojonegoro   

Bias Cesaria Purnawulan
30/06/2026
Menyantap Mie Ayam “Terenak” Rahayu, Pilihan Menunya Paling Banyak di Bojonegoro   

Saya setuju saja, seandainya Mie Ayam Rahayu dinobatkan sebagai mie ayam ‘terenak’ di Bojonegoro. Terenak saya kasih tanda kutip untuk tidak menyebutnya nomor satu. Karena mie ayam sangat banyak jumlahnya di Bojonegoro dan banyak pula yang enak. 

Di sisi lain rasa itu subyektif bukan? Bagi saya satu makanan tertentu itu enak, tapi bagi orang lain belum tentu. Dan kata terenak yang saya maksud di sini bukan penilaian saya. Lalu penilaian siapa? Nanti Anda akan tahu sendiri. Itu disclaimer saya sebelum mengulas kuliner satu ini.

Mie Ayam Rahayu berada di Jalan Pemuda, Bojonegoro, tepat di samping kanan Cahaya Busur. Ketik saja di google, Anda akan tahu alamat persisnya. Senin siang ini saya ke sana bersama suami saya, Toher, yang sebelumnya sudah pernah berkunjung sendirian dan bilang mie ayam ini enak sekali. Saya banyak berbeda pendapat soal makanan dengannya. Apa yang dia bilang enak seringkali bagi saya tidak enak sama sekali. 

Beberapa kali saya melihat Toher makan makanan dengan ekspresi datar tapi terlihat menggugah selera namun begitu saya ikutan menyantapnya ternyata tak bisa saya makan. Adakalanya karena pahit, asam, atau sepet. Pakai banget. Di sisi lain saya yang asli Surabaya yang terbiasa dengan makanan yang “mbumbu” banget seringkali njentok makanan yang rasanya terasa kurang berani di Bojonegoro ini. 

“Mie ayam ini menunya banyak sekali. Ada 12 jenis menu. Ada mie samin juga kesukaanmu,” kata Toher memprovokasiku. 

Mie samin yang dia maksud sebenarnya adalah mie yamin. Bukan samin. Itu akal-akalannya saja untuk membuat saya bereaksi. Toh pada akhirnya saya bereaksi. Begitulah ujung-ujungnya saya datang juga bersama Toher siang tadi. Senin 29 Juni.

Ada sekitar 12 pembeli yang sedang berada di meja-meja warung Mie Ayam Rahayu saat saya dan Toher datang. Dan yang menunggu pesanan, ada yang sedang makan, sedang minum, ngobrol habis makan dan ada pula yang terlihat melamun sendiran dengan mangkuk kosong di meja.

Saya lihat satu persatu menu yang tertempel pada banner di tembok. Benar banyak juga. Ada sekitar 15 menu. Toher kelihatan kebingungan melihat menu sebanyak itu. Saya pilihkan dia menu yang pedas. Dia suka pedas. Makanan terkenal pedas di mana saja sudah pernah mencobanya di level paling pedas. Mie Gacoan level 8 dan ayam Recheese level 5 sudah dia taklukkan.

“Mie ayam yamin dan mie ayam hot lava,” kata saya kepada pengatur pesanan yang sekaligus jadi kasir. Dia mencatatnya pada kertas di mejanya sembari menanyakan minum apa.

“Es teh satu deh.”

Saya memilih tempat duduk di bawah pohon jambu. Agak terik oleh matahari tapi tak apa karena angin bertiup sepoi. Sambil menunggu pesanan, saya melihat-lihat sekeliling. Ada banyak hiasan di tembok warung dengan atap galvalum ini. Ada juga tempelan bertuliskan mie di warung ini dibuat sendiri dan fresh, dagingnya pakai paha pilihan tanpa ada tulang dan kulit. 

Lima menit sudah, pesanan saya belum juga datang. Menyajikan mie ayam memang tak bisa langsung jadi. Harus merebusnya terlebih dahulu agar matang, meracik bumbunya, merebus sayurannya. Saya sadari itu. Sambil menungu pesanan tiba, saya ngobrol tentang mesin Combine yang belakangan ini meraung-raung di sawah desa tempat kami tinggal. Kami membahas bagaimana mesin pemanen padi modern itu masuk sawah dan memakan padi dan memuntahkan gabah dalam waktu yang cukup singkat. 

Menu Mie Ayam Rahayu

Perempuan yang tadi mencatat pesanan berjalan ke arah kami membawa pesanan dalam nampan. Tiga item pesanan hinggap di meja kami. 

“Waaah. Mantab!” kata saya spontan melihat tampilannya yang menggiurkan.

Saya perhatikan pesanan saya, menghirup aromanya, mengira-ngira rasnya, kemudian menjepretnya dengan kamera ponsel, sebelum menyantabnya.

“Wah, ini mienya saja enak. Terasa baru dibikin. Bener-bener fresh. Tanpa bumbu saya bisa makan ini,” kata Toher sambil menyeruput kuah Hot Lavanya yang kemerahan.

“Kalau aku sih gak sesuai ekspektasi. Bayanganku mienya kering seperti mie Yamin yang selama ini kumakan. Tapi bener, ini mienya enak banget,” kata saya.

Tak ada sepuluh menit pesanan kami ludes tak bersisa. Toher mengelap mangkuknya dengan tisu. Bagi dia, itu tanda makanan yang habis ia santap itu enak dan dia puas. Kami sendawa bersama lalu menenggak es teh. Segelas berdua. Tak lama kemudian kami beranjak dari kursi dan meja untuk menuju kasir.

Saat kami sampai meja kasir, di sana bukan lagi perempuan yang tadi. Akan tetapi laki-laki yang tadi meracik pesanan. Namanya Mas Irfan. Kami dapat struk. Tiga pesanan kami seharga total Rp25 ribu. Mie Yamin Rp10 ribu, Mie Hot Lava Rp12 ribu dan es teh Rp3 ribu. Kami membayarnya dengan uang Rp50 ribu.

Mas Irfan menjelaskan isi struk kepada kami. Ada voucher Rp2 ribu yang bisa dipakai saat kami berkunjung lagi. Untuk pembelian minimal Rp25ribu dapat voucher Rp2 ribu. Kalau beli Rp50ribu dapat voucher Rp4ribu. Kalau beli Rp100rb dapat Rp8ribu.

“Nanti bisa dipakai kalau berkunjung lagi. Itu apresiasi kami bagi pelanggan yang kembali,” katanya. 

Sembari menunggu kembalian yang ternyata sedang diupayakan oleh perempuan yang tadinya adalah pengatur pesanan dan pramusaji, kami ngobrol-ngobrol dengan Mas Irfan. Mumpung sedang tidak ada pembeli.

Mie Ayam Rahayu ini berdiri sejak tahun lalu tepatnya di bulan Oktober, katanya. Sebelumnya sudah pernah buka akan tetapi di Kecamatan Malo, di tempat tinggal asal Mas Irfan. Dia asal Desa Malo Kecamatan Malo. Dalam sehari omzet Mie Ayam Rahayu sekitar 100 porsi. Dulu pada awal-awal buka bisa sampai 150an porsi. Mas Irfan mengatakan bahwa warung miliknya bisa dibilang yang paling banyak punya pilihan menu. Di antaranya mie ayam biasa, mie ayam yamin, mie ayam luber, mie ayam chili oil, mie ayam bakar, bakso racik, mie ayam bakso, mie ayam brutal, mie ayam super brutal, mie ayam spagetti, mie ayam hot lava, dan mie ayam beef (daging sapi). Yang paling diminati atau best seller adalah mie ayam brutal dan mie ayam luber. 

“Mie ayam brutal ini ayamnya porsinya lebih banyak. Kalau yang luber itu mienya yang lebih banyak, sampai luber-luber. Itu yang rata-rata disukai mahasiswa atau pelajar,” kata Mas Irfan.

Mas Irfan memiliki dua karyawan. Tapi hari khusus hari ini satu karyawannya tidak masuk. Warung buka pukul 10 pagi dan tutup pada pukul 9 malam. Dalam dua minggu libur sehari. “Kalau nggak hari Selasa ya Rabu, dua minggu sekali,” jelasnya.

Mas Irfan, pengelola Mie Ayam Rahayu

Mas Irfan memastikan mie buatannya fresh dan terasa beda dengan mie lainnya. “Bisa dibilang mie di Bojonegoro ini, mie saya ini yang terenak,” katanya bangga.

Sudah terang sekarang dari mana asal penilaian terenak yang saya sebut di awal tadi. Diucapkan oleh pembuatnya langsung dan itu terpampang di spanduk depan. Mungkin bagi sebagian orang itu terkesan jumawa. Tapi menurut saya itu wajar dan lumrah dalam dunia kuliner kita. Dalam dunia kuliner, sejak dulu kecap selalu nomor satu. Semuanya nomor satu. Bagaimana dengan Mie Ayam Rahayu adalah mie ayam terenak di Bojonegoro? Tinggal kita setuju atau tidak. Untuk bisa sampai setuju atau tidak kita harus menjajalnya.

____

Penulis adalah penyiar radio asal Kota Pahlawan Surabaya.
Tags: BojonegoroKulinerMie AyamMie Ayam Rahayu
Previous Post

Ngopi di Warkop dan Langkah Kecil Keluar dari Algoritma

Next Post

Pleret dan Kenangan Masa Kecil

DOWNLOAD BULETIN MASTUMAPEL

KONTEN POPULER

Ngopi di Warkop dan Langkah Kecil Keluar dari Algoritma

Ngopi di Warkop dan Langkah Kecil Keluar dari Algoritma

25/06/2026
ARSIP KORAN 1980: Bojonegoro Punya 485 Taman Gizi

ARSIP KORAN 1980: Bojonegoro Punya 485 Taman Gizi

15/06/2026
Pleret dan Kenangan Masa Kecil

Pleret dan Kenangan Masa Kecil

30/06/2026
Kisah Jaka Tingkir: Kesaktian Masa Kecil, Menjadi Sultan Pajang, Lalu Dikalahkan Anak Angkat

Kisah Jaka Tingkir: Kesaktian Masa Kecil, Menjadi Sultan Pajang, Lalu Dikalahkan Anak Angkat

22/06/2026
ARSIP KORAN: Bojonegoro Raih Juara Nasional Insus Kedelai 1992

ARSIP KORAN: Bojonegoro Raih Juara Nasional Insus Kedelai 1992

17/06/2026
Menyantap Mie Ayam “Terenak” Rahayu, Pilihan Menunya Paling Banyak di Bojonegoro   

Menyantap Mie Ayam “Terenak” Rahayu, Pilihan Menunya Paling Banyak di Bojonegoro   

30/06/2026

Mastumapel.com adalah situs berita online yang menyajikan karya jurnalistik dan fokus pada sejarah, seni, budaya, ekonomi, serta sisi-sisi kehidupan masyarakat Bojonegoro.
Alamat email: [email protected]

© 2023 mastumapel.com

  • Tentang & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Konten
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita

© 2023