Mastumapel
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
No Result
View All Result
Mastumapel
No Result
View All Result
Home Crita

Banteran dan Jejak Kampung Dokar

Redaksi
18/12/2023
Banteran dan Jejak Kampung Dokar

Ilustrasi dokar masa lampau

Penulis: Kajar Djati

Pagi masih melingkupi desa dengan kegelapan. Derap ringkik kuda menghiasi udara dari beberapa rumah terpencil. Di ujung desa, dekat belokan, seorang lelaki paruh baya dengan hati-hati memijat punggung kudanya. Dengan lembut, kuda diikat di bawah rindangnya pohon, sementara lelaki itu menginjak-injak punggungnya. Aroma khas dari kandang kuda menyelinap dari jalan.

Matahari mulai menyingsing, warga membawa kuda berkeliling desa. Saat melihatnya, waktu itu, bayangan diriku menunggang kuda seperti para pendekar dalam sandiwara radio Tutur Tinular terbayang.

Tetapi itu terjadi sekitar tiga dekade lalu, pada era 90-an, ketika warga Kampung Banteran mencari nafkah dengan menarik kereta kuda penumpang, yang mereka sebut bukan delman, melainkan dokar. Dokar menjadi moda transportasi favorit, terutama untuk perjalanan singkat.

Di antara pepohon kelapa, sebuah bangunan sekolah berdiri. Pada malam hari, anak-anak tak berani mendekatinya. Kisah-kisah seram merayapi pikiran mereka, dan cerita-cerita seram itu selalu dinikmati oleh anak-anak. Ketakutan namun selalu menjadi bahan cerita.

Paling tidak, ada dua tempat yang sangat ditakuti oleh anak-anak. Pertama, pohon mangga di tengah sawah, yang meskipun berbuah lebat, tak ada yang berani mengambilnya karena dianggap angker. Kedua, sendang atau sumber air di dusun lain yang terkenal angker. Cerita perempuan penunggu sendang yang menikah dengan kiai masjid setempat menjadi cerita yang melekat di telinga anak-anak.

Kampung ini dikenal sebagai Banteran, namun arti sebenarnya kurang jelas. Mungkin merujuk pada tradisi balapan atau aktivitas masyarakat yang memelihara kuda untuk menarik penumpang.

Namun, zaman telah berubah. Rumah-rumah bambu telah digantikan oleh bahan bangunan modern. Kandang-kandang kuda pun lenyap, dan dokar digantikan oleh becak motor. Pemilik kuda bermetamorfosis menjadi pengemudi becak motor. Dan waktu terus berjalan, becak motor pun lenyap. Sebagian warga sudah berpulang.

Cara hidup baru menggantikan tradisi lama, orang-orang baru mengambil alih peran dari generasi sebelumnya. Namun, kenangan tidak hilang begitu saja.

Gardu panggung yang menjadi tempat berkumpul anak-anak, yang lokasinya di ujung gang, dekat jalan raya, sekarang hanya tinggal kenangan. Di situ dulu ada kentongan besar. Gardu itu pernah roboh akibat kecelakaan bus Rajawali jurusan Bojonegoro-Surabaya, dan pertigaan itu kini dikenal sebagai Telon Rajawali.

 

Tags: BojonegoroDokarKhasSejarah KampungTempo Doeloe
Previous Post

Enthung Jati Banyak Dimasak Jadi Oseng-oseng, Ternyata Segini Harganya

Next Post

Kuda Anjampiani Bercita-cita Menjadi Senopati, Ini Percakapan Mengharukan dengan Ranggalawe

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DOWNLOAD BULETIN MASTUMAPEL

KONTEN POPULER

ARSIP: Atas Angin Vol 6 Tahun 2014, Wawancara Martin Aleida dan Joko Pinurbo

ARSIP: Atas Angin Vol 6 Tahun 2014, Wawancara Martin Aleida dan Joko Pinurbo

17/04/2026
Merawat Kemandirian Pangan Lokal Bojonegoro

Merawat Kemandirian Pangan Lokal Bojonegoro

21/04/2026
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono: Guru Harus Berjiwa Mendidik, Bukan Mengajar

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono: Guru Harus Berjiwa Mendidik, Bukan Mengajar

07/04/2026
JFX Hoery, Merawat Sastra Jawa dengan Karya dan Perpustakaan di Rumahnya

JFX Hoery, Merawat Sastra Jawa dengan Karya dan Perpustakaan di Rumahnya

26/04/2026
Konser Intimate Bagus Dwi Danto di Bojonegoro, Pertama Kali Bawakan Lagu dengan Formasi Band

Konser Intimate Bagus Dwi Danto di Bojonegoro, Pertama Kali Bawakan Lagu dengan Formasi Band

08/04/2026
Bojonegoro Book Party Pertemukan Para Pembaca Buku di Taman Lokomotif

Bojonegoro Book Party Pertemukan Para Pembaca Buku di Taman Lokomotif

12/04/2026

Mastumapel.com adalah situs berita online yang menyajikan karya jurnalistik dan fokus pada sejarah, seni, budaya, ekonomi, serta sisi-sisi kehidupan masyarakat Bojonegoro.
Alamat email: [email protected]

© 2023 mastumapel.com

  • Tentang & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Konten
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita

© 2023