Mastumapel
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
No Result
View All Result
Mastumapel
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Merawat Kemandirian Pangan Lokal Bojonegoro

Nanang Fahrudin
21/04/2026
Merawat Kemandirian Pangan Lokal Bojonegoro

Kita sebenarnya memiliki akar kuat di urusan pangan. Hanya saja, seringkali kita terjajah oleh selera rasa mayoritas, yang kemudian mengalahkan rasa pangan lokal. Dan ini bukanlah sekedar soal selera rasa di lidah. Akan tetapi soal politik kebudayaan, bagaimana cara kita mendekatkan pangan kita pada alam sekitar.

—

Semangat pangan lokal inilah yang coba didengungkan dalam kegiatan “Diskusi Aroma Rasa Pangan Lokal Bojonegoro” yang digelar Mastumapel Forum, Sabtu (18/4/2026) sore. Diskusi itu didasari perspektif berpikir bahwa pangan lokal mempunyai kekuatan nyata dalam menjaga ketahanan dan kemandirian pangan keluarga. Sayangnya, perspektif ini semakin ditinggalkan oleh sebagian masyarakat.

Saya hadir mengikuti diskusi ini sebagai pemantik bersama seorang guru dan pegiat literasi Prawoto, dan moderator Mukaromatun Nisa. Prawoto banyak menyoroti bagaimana budaya kita telah dijauhkan dari alam sekitar. Padahal, masyarakat Bojonegoro sebenarnya memiliki akar budaya pangan yang kuat, yakni dengan keragaman bahan pangan yang dimiliki.

Dalam diskusi tersebut, saya mencoba menghadirkan beberapa literatur tentang pangan lokal. Salah satunya adalah karya Ahmad Arif yang berjudul Buah Leluhur dari Pohon Kehidupan (KPG: 2024). Buku ini secara jelas menunjukkan bagaimana Sukun, buah yang oleh masyarakat Barat disebut roti tersebut, memiliki sejarah panjang. Hampir semua daerah di Indonesia mempunyai kekayaan sukun. Kandungan nutrisi dan gizinya lebih baik daripada beras. Tapi kenapa sukun tidak pernah menjadi bahan pangan alternatif?

Dulu, sekitar era tahun 1990 an, disersivikasi pangan (keragaman pangan) telah menjadi hal lumrah. Masyarakat mengonsumsi nasi jagung, nasi gaplek, dan aneka umbi-umbian di samping nasi beras. Tapi, seiring waktu, kita “dipaksa” untuk berpikir bahwa pangan pokok satu-satunya adalah beras. Akibatnya, ketergantungan pada beras sangat tinggi. Seakan-akan, ketika harga beras naik atau masa gagal panen, maka ada ancaman kelaparan.

Tantangan besar terkait persoalan pangan lokal, memang tidak hanya menyediakan bahan pangan lokal saja. Akan tetapi juga mengubah cara pandang bahwa beras adalah satu-satunya bahan pangan pokok. Cara berpikir keragaman pangan menjadi hal mendasar bagi kelangsungan kemandirian pangan. Dan soal diversifikasi pangan ini pun, sebenarnya bukan hal baru. Jauh di masa Presiden Sukarno pun sudah digaungkan. Tapi, kemudian menguap begitu saja di tengah politik pangan negara ini.

Oleh karena itu, pada level daerah, atau lebih kecil lagi, pada level keluarga, perlu untuk terus mengampanyekan pentingnya keragaman pangan. Kemandirian pangan sebenarnya bukan lantas dimaknai kemandirian beras. Akan tetapi, lebih pada bagaimana mengupayakan lebih banyak sumber pangan di dapur keluarga. Ada beras, jagung, talas, sukun, ganyong, dan lain sebagainya.

Budaya menanam di pekarangan rumah perlu untuk terus digalakkan sebagai bagian dari upaya kemandirian pangan. Sinergi dari para stakeholder menjadi penting untuk merealisasikan kemandirian pangan ini. Baik pemerintah dan pihak swasta.

Diskusi yang digagas oleh Mastumapel Forum ini bisa menjadi bagian dari upaya merawat budaya keragaman pangan lokal. Lebih-lebih untuk mengubah perspektif bahwa kita punya akar kuat di urusan pangan lokal. Hanya saja, sering terlupakan begitu saja.

Tags: BojonegoroPangan Lokal
Previous Post

AJI, KPI, dan GMNI Bojonegoro Gelar Aksi Damai Peringati Hari Kartini di Depan Kantor DPRD

DOWNLOAD BULETIN MASTUMAPEL

KONTEN POPULER

Budaya Karang Kitri: Jawaban Atas Tantangan Kemandirian Pangan Keluarga

Budaya Karang Kitri: Jawaban Atas Tantangan Kemandirian Pangan Keluarga

27/03/2026
Basa Bojonegaran

Basa Bojonegaran

16/04/2026
Trip Menjelajah Bumi Margomulyo dan Ngangsu Kawruh di Festival Samin #9 2025

7 Destinasi Wisata di Kecamatan Margomulyo-Bojonegoro, Gerbang Wilayah Perbatasan Ngawi

26/03/2026
Garis Batas: Perjalanan Menyingkap Makna Kehidupan

Garis Batas: Perjalanan Menyingkap Makna Kehidupan

16/04/2026
ARSIP: Atas Angin Vol 6 Tahun 2014, Wawancara Martin Aleida dan Joko Pinurbo

ARSIP: Atas Angin Vol 6 Tahun 2014, Wawancara Martin Aleida dan Joko Pinurbo

17/04/2026
Setyo Wahono: Bojonegoro Tak Hanya Minyak, Tapi Juga Kaya Budaya

Setyo Wahono: Bojonegoro Tak Hanya Minyak, Tapi Juga Kaya Budaya

14/04/2026

Mastumapel.com adalah situs berita online yang menyajikan karya jurnalistik dan fokus pada sejarah, seni, budaya, ekonomi, serta sisi-sisi kehidupan masyarakat Bojonegoro.
Alamat email: [email protected]

© 2023 mastumapel.com

  • Tentang & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Konten
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita

© 2023