Mastumapel.com – Berawal dari keisengan coba-coba, sampailah menemukan rasa yang pas dan enak. Jadilan brand Mie Rawit Ngehitz.
Itulah perjalanan Luthfi Shofiana Syafna Putri (22), warga Bojonegoro, dalam memulai bisnisnya. Syafna, panggilan akrabnya, merupakan alumni Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) tahun 2024.
Syafna bercerita, ia merintis bisnis Mie Rawit Ngehitz setelah melakukan riset kecil-kecilan dan mendengarkan nasehat orang tua. Ia kemudian berinisiatif untuk memulai bisnis di tahun 2020. Waktu itu, ia baru saja masuk kuliah semester awal.
“Awal masuk kuliah terpikir tidak mungkin kuliah sampai lulus full biaya orang tua. Tidak mungkin juga kuliah full 1 minggu dan full sehari. Dari situ kepikiran enaknya disambi kerja apa ya,” ungkap Syafna, saat diwawancarai Selasa (18/3/2025).
Sebelum masuk kuliah, Syafna mengatakan Mie Rawit sebelumnya bernama Mie Pedas. Berawal dari lihat fyp Tiktok, banyak muncul mie gacoan. Sedangkan di Bojonegoro waktu itu belum ada. Dari sinilah ia memutuskan untuk mencoba membuat sendiri. “Mencari-cari rasa yang pas, biar cocok di lidah orang lain, biar bisa pas rasanya,” jelas lulusan jurusan Bahasa dan Sastra Arab ini.
Untuk promosi jualan, Syafna awalnya iseng dulu buat story di WhatsApp. Ternyata banyak yang tertarik dan minat order. Dari sini akhirnya dia memutuskan berjualan Mie Rawit. Promosi Mie Rawit di WatsApp, lanjut ke Facebook kemudian Instagram.

Kini, Mie Rawit, sudah tidak asing lagi di kalangan anak muda Bojonegoro. Terdapat level 0-3 di Mie Rawit. Terlebih Mie Rawit ini bisa dikonsumsi untuk anak kecil hingga orang tua. Mie Rawit menggunakan mie homemade. Tidak hanya itu, ketika melihat tampilan Mie Rawit mungkin anda bisa tergiur. Mie dilengkapi toping ayam, beef, timun, dan selada.
Harga Mie Rawit per porsi Rp 12.000. Tentunya dengan porsi banyak, toping berlimpah, komplit alat makan. Selain mie, Syafna juga menambahkan menu lain, yakni nasi daun jeruk ayam rawit, nasi daun jeruk ayam teriyaki, nasi ayam chilipadi, risol mayo, risol ayam.
“Hampir semua orang suka, apalagi kalau mie pedas anak muda pasti banyak yang suka. Mie Rawit ini nggak hanya bisa dimakan oleh orang dewasa saja. Namun bisa dimakan mulai dari anak kecil hingga orang tua. Rasa Mie Rawit dijamin tidak sama dengan mie lainnya,” tegasnya.
Dalam sehari, Syafna bisa mendapat orderan 10 sampai 15 porsi. Tapi, sering juga dapat pesanan dalam jumlah banyak mencapai 70 sampai 90 porsi Mie Rawit. Sembari kuliah dulu, ia harus bisa membagi waktu agar tidak kewalahan.
“Jadi cara membagi waktu versi aku, pagi ngurus adek sekolah, pulang ngantar sekolah lanjut belanja buat jualan, lanjut masak buat orderan, COD an, nganter orderan customer, siang kuliah sampe sore, malemnya mungkin bisa dibuat belajar bisa buat istirahat,” tuturnya menceritakan cara membagi waktu.
Syafna memang tinggal bersama adik-adiknya. Orangtuanya merantau ke luar jawa. Sehingga, selain kuliah dan jualan, ia harus membagi waktu mengurus kebutuhan dua adiknya.
Tantangan Bangun Usaha
Soal tantangan membangun bisnis, Syafna punya jawabannya. Menurut dia, namanya usaha pasti ada tantangan dan hambatan. Awal merintis usaha, harus siap mental, siap menerima komplain dari customer. Syafna bercerita, awal-awal ia menerima banyak komplain. Tapi dia menerima sebagai motivasi untuk mengevaluasi dan meningkatkan kulaitas Mie Rawitnya. Sekarang Syafna tidak perlu menghantar orderan pelanggan yang rumahnya jauh, kini dia bisa menggunakan ojek online. Dari sini perempuan 22 tahun ini merasa terbantu.
Nah, bagi Anda pecinta mie yang ingin merasakan Mie Rawit Ngehitz, Syafna buka order mulai jam 10 sampai 8 malam. Saat Ramadhan kini, Mie Rawit Ngehitz buka order mulai jam 15.00 sampai 17.00 WIB saja.
Bagi Syafna, masa muda adalah masa berkarya. Sehingga, masih muda jualan, jangan membuat gengsi atau malu. Dia percaya bahwa usaha yang dimulai dari nol bisa saja suatu hari nanti berkembang dan dapat membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.
Kini, ia berharap Mie Rawit Ngehitz makin dikenal orang banyak dan buka outlet agar customer bisa makan di tempat. “Mumpung masih muda ayo dibuang gengsinya, tidak papa merintis dari awal, yang penting tetap semangat, sabar, telaten dan tekun,” pungkasnya.









