Mastumapel
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
No Result
View All Result
Mastumapel
No Result
View All Result
Home Bojonegoro Selatan

Wisata Bojonegoro Wilayah Selatan, Cocok Untuk Anda yang Hobi Petualang

Eni Puspita Sari
15/10/2025
Wisata Bojonegoro Wilayah Selatan, Cocok Untuk Anda yang Hobi Petualang

Mastumapel.com – Wisata Bojonegoro wilayah selatan ternyata cukup banyak. Jadi Anda yang berada di wilayah selatan seperti di Kecamatan Temayang, Sekar dan sekitarnya tidak perlu bingung.

Wilayah selatan Bojonegoro adalah wilayah yang berbatasan dengan kabupaten Nganjuk dan Madiun. Bagian Selatan merupakan daerah pegunungan kapur, bagian dari rangkaian pegunungan kendeng. Pegunungan kendeng adalah pegunungan kapur yang membentang di bagian Utara Pulau Jawa yang mencakup dua provinsi yakni Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Di Jawa Timur pegunungan kendeng meliputi Bojonegoro, Madiun, dan Nganjuk. Sehingga bagian Selatan Bojonegoro didominasi oleh tanah yang berbukit. Wilayah Selatan Bojonegoro terdiri dari Kecamatan Bubulan, Sugihwaras, Kedungadem, Temayang, Gondang, Sekar.

Bagi wisatawan yang ingin berlibur sejenak menghilangkan penat wisata alam bagian selatan Bojonegoro bisa menjadi pilihan. Suasana asri alam yang hijau ditambah kearifan lokal daerah setempat membawa kekayaan tersendiri yang menarik dikunjungi.

Berikut daftar wisata Bojonegoro wilayah selatan:

1. Banyu Kuning

Wisata Bojonegoro Banyu Kuning/Foto: Disbudpar

Lokasinya terletak di tepi sungai Desa Krondonan, Kecamatan Gondang. Banyu kuning merupakan mata air yang cukup hangat dan air yang seolah-olah berwarna kuning namun aslinya bening . Warna kuning pada batuan yang menyebabkan air seolah berwarna kuning, warna kuning ini berasal dari endapan yang bentuknya mirip seperti lumpur yang melekat pada batuan yang dialiri air. Mata air ini juga mengandung belerang yang bermanfaat bagi kesehatan kulit.

2. Air terjun Krondonan

Air terjun krondonan/Foto: Bojonegorokab

Masih di Desa Krondonan, Kecamatan Gondang. Wisata alam air terjun ini dikenal warga setempat dengan sebutan air terjun kedung gupit. Mengutip dari beberapa sumber akses menuju ke air terjun krondonan lumayan jauh, melewati hutan jati dan jalan setapak. Perjalanan dimulai dari SMPN 2 Krondonan. Lokasi air terjun ada di belakang SMPN 2 Krondonan, namun tidak bisa diakses dengan kendaraan dan harus berjalan kaki sekitar 1,5 km dari titik. Rutenya berawal jalan setapak di samping sekolah SMPN 2, turun ke bawah hingga bertemu hamparan sawah, di sini masih ada rumah warga setempat untuk beristirahat sejenak , kemudian lanjut jalan setapak menuju sungai kecil di bawah lereng bukit, dari sini mulai akan menyebrang sungai kecil yang dangkal. Setelah itu akan melewati jalur bebatuan. Air terjun berada di balik bukit, persis di sudut bukit, menyerupai ujung jalan buntu. Air terjun dikelilingi oleh tebing bukit yang lumayan tinggi. Air terjun krondonan sebaiknya tidak dikunjungi ketika musim hujan dan bagi anda disarankan menyiapkan kondisi fisik yang fit serta menggunakan alas kaki gunung untuk memperlancar menuju akses. Buat kalian yang suka main air dan sedikit suka adventure, air terjun krondonan ini bisa dicoba. Sambil tetap diingat untuk mengutamakan keselamatan dan menjaga kebersihan alam.

3. Watu Gandul

Wisata Bojonegoro Watu Gandul/Foto: WisataBojonegoro

Wisata alam yang satu ini merupakan peninggalan alam yang unik dan sarat cerita. Watu gandul berupa batu andesit. Batu andesit adalah salah satu batu vulkanik berasal dari magma yang membeku dari letusan gunung berapi. Berlokasi di  Desa Sambongrejo Kecamatan Gondang. Batu besar ini bentuknya menonjol dan seolah menggantung di antara permukaan tanah, sehingga warga setempat menyebutnya watu gandul. Dilansir dari Radar Bojonegoro, batu ini merupakan jenis batuan yang sama dengan batu Semar di alun-alun Bojonegoro. Keduanya sama-sama terbentuk dari batuan endesit, sehingga memiliki nilai geologi. Jalan menuju ke lokasi masih cukup sulit dan terpencil, sehingga membutuhkan tenaga ekstra. Batu endesit ini menjadi wisata geologi serta budaya sekaligus bisa menjadi spot foto yang menarik.

4. Air Terjun Kedung Maor

Air Terjun Kedung Maor/Foto: Bojonegorokab

Ait terjun Kedung Maot menyuguhkan keindahan alam berupa kedung (lubuk/kubangan) air yang segar dan sejuk. Kedung maor terletak di Desa Kedungsumber Kecamatan Temayang. Lokasinya berada di tengah hutan tepatnya kawasan RPH (Resort Pemangkuan Hutan) Tretes dan KPH ( Kesatuan Pemangkuan Hutan) Bojonegoro. Melansir dari wisatabojonegoro.com air terjun kedung maor ini berasal dari aliran kali Soko dan waduk pacal. Sedang nama maor diambil dari suara deru air yang meraung seperti hewan buas, sehingga warga setempat menyebutnya dengan kedung maor. Selain menawarkan keindahan air terjun, di tempat ini terdapat fosil jejak. Mengutip dari situs resmi geopark.bojonegorokab.go.id, fosil jejak ini merupakan fosil jejak binatang yang diindikasikan sebagai binatang kepiting laut, dimana dari segi bentuknya masih ideal yakni panjang 2-3 meter.

5. Waduk Pacal

Waduk Pacal/Foto: Bojonegorokab

Waduk pacal berlokasi sama dengan air terjun kedung maor, yakni Desa Kedungsumber Kecamatan Temayang. Waduk pacal merupakan wisata Bojonegoro berupa waduk yang menyimpan sejarah panjang dan panaroma yang menawan. Waduk ini dibangun pada masa penjajahan Belanda. Waduk pacal memiliki area yang cukup luas dan menjadi sumber irigasi bagi sawah-sawah di sekitar. Terdapat beberapa aktivitas yang bisa dilakukan di waduk pacal antara lain seperti memancing, berenang, berperahu ataupun bersantai di pinggir waduk. Di sini anda bisa menikmati hidangan dari warung dekat waduk pacal yang sudah terkenal yakni warung semok, di sini menyediakan berbagai menu iwak (ikan). Menu iwak gloso menjadi menu paling utama. Iwak gloso merupakan ikan yang hidup di perairan waduk pacal. Selain itu anda juga bisa mampir di sentra kerajinan batik Jonegoroan di Desa Jono, Kecamatan Temayang. Di Desa Jono juga terdapat geosite gigi hiu.

6. Negeri Atas Angin

Wisata Bojonegoro Negeri Atas Angin/Foto: WisataBojonegoro

Negeri atas angin merupakan wisata alam yang menawarkan panaroma Bojonegoro yang memukau dari ketinggian. Terletak di Desa Deling, Kecamatan Sekar. Bagi anda yang menyukai alam, negeri atas angin bisa menjadi pilihan tempat untuk sekedar bersantai atau melakukan aktivitas di luar ruangan sambil menikmati sejuknya keindahan alam, sunrise dan sunsite.

7. Wisata Kampoeng Drenges ( WKD)

WKD merupakan wisata yang menyajikan konsep kesegaran alami berada di tengah pemukiman warga Desa Drenges Kecamatan Sugihwaras. Dilansir dari Radar Bojonegoro WKD ini wisata yang didirikan secara pribadi oleh satu keluarga pada 2018. Bermula dari budidaya jamur tiram sekaligus pelatihan kemudian bertahap menjadi wisata Kampoeng Drenges. Terdapat fasilitas, kolam renang, spot foto dan kebun. Wisata WKD terkenal wisata kulinernya yang terbuat dari jamur, seperti salah satunya sate jamur. Selain itu di Desa Drenges terdapat geosite kedung lantung yang terkenal sebagai fenomena rembesan minyak bumi,

8. Waduk Pedang

Waduk pedang terletak di Desa Kepohkidul, Kecamatan Kedungadem. Waduk pedang menawarkan suasana yang segar dengan rindangnya pohon di tepi waduk. Dilansir dari Radar Bojonegoro awalnya waduk atau embung ini digunakan untuk kepentingan perairan namun pemanfaatan waduk kurang cukup dan menjadi rebutan warga kemudian dialihfungsikan menjadi wisata waduk dengan sebutan waduk pedang. Bagi anda yang hobi memancing tempat ini cocok untuk dikunjungi, selain itu terdapat wahana penyewaan perahu, serta akses jalan yang mudah.

9. Makam Ki Bagus Lancing Kusuma

makam bagus lancing/Foto: Fb

Ki Bagus Lancing Kusuma dikenal sebagai sosok penyebar agama islam pertama di daerah bagian selatan Bojonegoro tepatnya di Desa Clebung Kecamatan Bubulan. Ia berasaal dari kerajaan pajang yang melarikan diri dari kejaran Belanda pada waktu itu. Mengutip dari berbagai sumber makam Ki Bagus Lancing Kusuma didatangi  penziarah dari berbagai daerah khususnya pada malam Jum’at pahing, yang merupakan haul beliau.

Lengkap sudah perpaduan deretan destinasi wisata. Antara keindahan wisata alam, wisata sejarah, budaya kearifan lokalnya dan kekayaan spiritual.

Tags: BojonegoroDestinasiWisata AlamWisata Bojonegoro
Previous Post

Logo HJB Ke-348, Ini Filosofinya 

Next Post

Ki Kanaka: Jiwa Saya di Seni Wayang

DOWNLOAD BULETIN MASTUMAPEL

KONTEN POPULER

Kapan Kamu Terakhir Membaca Buku?

Kapan Kamu Terakhir Membaca Buku?

28/05/2026
Warna Warni Rasa Kerupuk Klenteng

Warna Warni Rasa Kerupuk Klenteng

21/05/2026
Perkuat Identitas Lewat Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026

Perkuat Identitas Lewat Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026

17/06/2026
ESAI BUKU: Membaca yang Merambat

ESAI BUKU: Membaca yang Merambat

30/05/2026
ARSIP KORAN: Bojonegoro Raih Juara Nasional Insus Kedelai 1992

ARSIP KORAN: Bojonegoro Raih Juara Nasional Insus Kedelai 1992

17/06/2026
Imajinasi Toko Buku dalam Buku

Imajinasi Toko Buku dalam Buku

15/06/2026

Mastumapel.com adalah situs berita online yang menyajikan karya jurnalistik dan fokus pada sejarah, seni, budaya, ekonomi, serta sisi-sisi kehidupan masyarakat Bojonegoro.
Alamat email: [email protected]

© 2023 mastumapel.com

  • Tentang & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Konten
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita

© 2023