Pala pendhem merupakan Bahasa Jawa dari umbi-umbian. Jenisnya beragam asal tumbuh di dalam tanah, seperti singkong dan ubi. Di era modern ini, pala pendhem sering tersisihkan, dianggap makanan orang tua dan kurang kekinian.
Siapa sangka, pala pendhem kini menjadi salah satu tren dari budaya hidup sehat. Di Bojonegoro, jajanan ini bisa ditemukan di Polo Pendem Kukus 6 (Enem) (dibaca dengan loghat Bojonegaran seperti wek-em) yang biasa mangkal di Stadio Letjend H. Soedirman dari pukul 6-10 pagi dan sore dari pukul 15.30-selesai Magrib.
Parto Sasmito, selaku owner Polo Pendem Kukus 6 berbagi ceritanya melalui live Instagram bareng yang diselenggarakan Mastumapel Forum pada Sabtu (18/10). Ia bersama istrinya memulai bisnis kukusan tersebut sejak Juli kemarin. Itu bermula karena sang istri selalu makan umbi-umbian sebagai pengganti nasi untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat.
“Saat puasa itu kami pesan di orang, tapi setelah lebaran orangnya sudah tidak jualan. Nah, dari situ kami mulai belajar, bikin usaha kukusan biar kalau pingin makan tinggal makan,” ucap Parto, sapaan akrabnya.
Bisnis makanan sehat yang ia mulai dari nol itu tidak hanya menjual pala pendhem, tapi juga hasil pertanian lokal lainnya seperti labu kuning atau waluh, jagung, kedelai atau edamame, dan ada juga telur. Oleh karena itu, nama usahanya ada tambahan Jajanan Sehat dan Polo Pendhem 6.
Menurutnya, usaha itu yang penting dilakukan. “Percuma kita punya konsep yang wah, tapi tidak pernah dilakukan.” Dari motivasi itulah Parto bersama istri memulai usaha kukusan dengan apa yang bisa dilakukan lebih dulu, alat-alatnya bisa dilengkapi sambil jalan, ilmu dan masukan dari pembeli bisa dipelajari dalam proses berjualan.
“Beberapa kali ada masukan dari customer, telurnya terlalu matang, bisa dikurangi waktu memasaknya. Ubinya ada yang reques dikupas untuk mengetahui busuk tidak, kami kupas. Supaya pelanggan itu tidak langsung pergi, tapi bertahan dan jadi langganan,” terang Parto.
Meski terbilang cukup muda untuk usia bisnis makanan, usaha kukusan Parto sudah banyak menerima pesanan. Mulai dari kemasan kecil lima ribuan, baik menggunakan kotak kertas, besek, tinwal sampai yang berukuran besar seperti tumpeng pala pendhem dengan wadah talam maupun tampah.
Pemesanan bisa dilakukan maksimal h-1. Meski begitu, Parto juga menyanggupi pemesanan h-3 jam, tapi dengan jenis menu seadanya. Bahkan jika pelanggan ingin include dengan kopi dan teh, Parto juga bisa menyediakan. “Pokoknya sesuai reques, nanti kami buatkan.

Dukung Pangan Lokal, Ekonomi Kreatif, Budaya Hidup Sehat dan Kelestarian Lingkungan
Hasil bumi dari tanah Bojonegoro yang subur disajikan Parto dalam bentuk kukusan bukan rebusan agar nutrisinya tetap lebih banyak. Ia mendapat bahan baku dari pedagang-pedagang pasar, beberapa ia dapat langsung dari petani lokal.
Ia juga memulai menanam sendiri di ladang meski belum tampak hasilnya. “Baru satu bulan menanam, jadi belum tampak apa-apa.”
Melalui bisnis ini yang gencar disiarkan Parto di akun Instagram @polopendem6, ia mengedukasi masyarakat Bojonegoro untuk turut serta mengonsumsi pangan lokal. Selain mendukung para petani, mereka juga mendukung para pengrajin besek dan tampah yang digunakan wadah kukusan.
Paling penting, mereka membudayakan hidup sehat dengan bijak memilih dan memilah makanan. Kukusan yang alami hanya dikukus tanpa tambahan apapun mengandung segunang manfaat yang berbeda tiap jenisnya. Dijual dengan harga seribu-dua ribu lima ratus, tentu jajanan ini amat ramah di kantong dan lambung.
Sampah dari kukusan ini pun mudah terurai, baik kukusannya maupun wadahnya. Hal tersebut bisa mendukung ekosistem lingkungan agar tetap terjaga seimbang.
Menariknya, ternyata warga Bojonegoro sudah banyak yang menyadari dan melakukan hal-hal tersebut, terbukti dari larisnya kukusan. “Kalau anak-anak belum begitu banyak yang mengonsumsi. Kebanyakan itu anak muda dan orang tua. Habis gym atau lari gitu beli kukusan. Atau ada yang pulang kantor ke sini cuman mau beli kukusan.”
Tidak hanya itu, beberapa instansi juga sudah menerapkan suguhan pala pendhem kukus untuk acara maupun rapat. Sudah beberapa kali Parto mendapat pesanan pala pendhem kukus dari Lembaga baik negeri maupun swasta.

Praktis dan Mudah
Bagi kaum-kaum malas gerak (mager) atau super sibuk, membeli pala pendhem kukusan adalah jalan alternatif dari pada mengukus sendiri; harus membeli ke pasar, mengupas, dan mengukus. Parto menyediakan kemudahan tersebut. “Kadang itu pelanggan di rumah sudah punya (umbi-umbian), tapi mau ngukusnya malas.”
Polo Pendem Kukus 6 juga bisa dipesan melalui aplikasi ShopeeFood. Jika masih berada di wilayah sekitar kota, dengan minimal pembelian 30ribu dan pesan di luar jam melapak, pesanan bisa diantar sampai rumah tanpa perlu membayar ongkos kirim (ongkir). Pelanggan juga bisa membeli melalui ojek online lokal seperti Bojek dan Japrijek.
Gimana, apakah tertarik berlangganan Polo Pendem Kukus 6 dan menjalani hidup lebih sehat dengan riang gembira?









