Mastumapel
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
No Result
View All Result
Mastumapel
No Result
View All Result
Home Bojonegoro Kota

ARSIP KORAN 1980: Bojonegoro Punya 485 Taman Gizi

Nanang Fahrudin
15/06/2026
ARSIP KORAN 1980: Bojonegoro Punya 485 Taman Gizi

Pada era tahun 1980 an, Kabupaten Bojonegoro tercatat sebagai kabupaten terbaik dalam program peningkatan gizi masyarakat. Program pemerintah pusat yang didanai Bank Dunia itu bernama UPGK (Usaha Perbaikan Gizi Keluarga). Pada program ini, Kabupaten Bojonegoro bukan satu-satunya penerima program. Ada beberapa daerah lain, diantaranya Gunungkidul, Lombok Barat, Gianyar, dan Ogan Komering Ilir.

Bojonegoro terpilih menjadi pilot project daerah penerima program. Hasilnya, sebagaimana diberitakan Suara Karya edisi Kamis 27 November 1980, Bojonegoro menjadi daerah terbaik dalam hal menjalankan program UPGK. Sedang, daerah-daerah lain penerima program, kurang bisa menjalankannya dengan baik.

Pada arsip koran tersebut, disebutkan, bahwa Pemerintah Daerah Tingkat II Bojonegoro, mendirikan Taman Gizi di semua desa. Tercatat ada 485 Taman Gizi di Bojonegoro yang berarti ada desa yang memiliki 2 Taman Gizi. Taman Gizi ini semacam dapur modern yang memproduksi makanan bergisi bagi anak. Dilengkapi mesin pengolah Bahan Makanan Campuran (BMC), yakni makanan bayi dengan komposisi beras (70%) dan kedelai (30%).

Taman Gizi di Bojonegoro ini mendapat stimulus dana dari Bank Dunia, yakni sebanyak 27 Taman Gizi. Pendirian Taman Gizi diperkirakan menghabiskan anggaran Rp 1,1 juta/Taman Gizi. Selain Taman Gizi yang pendanaannya dari Bank Dunia, ada Taman Gizi di bawah kelola Dharma Wanita yakni sebanyak 348 buah, dan sisanya swadaya masyarakat.

Dipilihnya Bojonegoro sebagai pilot project ini karena, Bojonegoro memiliki indikasi sebagai daerah kurang gizi. Pada era 1970 an akhir, banyak bayi mengalami kurang gizi. Angka penderita muntaber dan penyakit gondok cukup tinggi. Diberitakan Jawa Pos edisi 1 Desember 1977, sebanyak 300 warga Bojonegoro menderita penyakit gondok. Bupati Alim Soedarsono yang menjadi kepala daerah waktu itu gencar melakukan pengobatan gratis dengan cara turun tangan membasmi penyakit gondok tersebut.

Tags: ArsipBojonegoroTaman Gizi
Previous Post

Membaca Wigati, Membaca Batin Perempuan Jawa Pesantren

Next Post

Imajinasi Toko Buku dalam Buku

DOWNLOAD BULETIN MASTUMAPEL

KONTEN POPULER

Aku, Kerupuk Klenteng, dan Cerita Rasa

Aku, Kerupuk Klenteng, dan Cerita Rasa

20/05/2026
Membaca Wigati, Membaca Batin Perempuan Jawa Pesantren

Membaca Wigati, Membaca Batin Perempuan Jawa Pesantren

31/05/2026
Perkuat Identitas Lewat Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026

Perkuat Identitas Lewat Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026

17/06/2026
Warna Warni Rasa Kerupuk Klenteng

Warna Warni Rasa Kerupuk Klenteng

21/05/2026
Kapan Kamu Terakhir Membaca Buku?

Kapan Kamu Terakhir Membaca Buku?

28/05/2026
Idul Adha 1447 H untuk Bojonegoro Bahagia

Idul Adha 1447 H untuk Bojonegoro Bahagia

27/05/2026

Mastumapel.com adalah situs berita online yang menyajikan karya jurnalistik dan fokus pada sejarah, seni, budaya, ekonomi, serta sisi-sisi kehidupan masyarakat Bojonegoro.
Alamat email: [email protected]

© 2023 mastumapel.com

  • Tentang & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Konten
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita

© 2023