Mastumapel
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
No Result
View All Result
Mastumapel
No Result
View All Result
Home Crita

Heboh Gara-gara Sandal Kanan dan Kiri Beda

Cerita Orang Biasa

Redaksi
17/10/2023
Heboh Gara-gara Sandal Kanan dan Kiri Beda

Cerita sandal

Malam selepas maghrib, Makde Lami pergi ke dokter. Ada rasa gatal menyengat di tangan dan tengkuknya. “Duh, aku takut kalo ini herpes,” katanya mengeluh.

Trimo, cucunya yang masih duduk di SMP kebagian mengantar. Motor Beat hitam digeber kecepatan tinggi (30 km/jam saja ding). Melintasi jalanan nglenyer yang baru selesai pengerjaan cornya.

Kartu KIS dan balsem tak lupa dibawanya. Maklum, Makde juga sering encok, diolesinya balsem di pinggangnya sesering mungkin. Lumayang bisa mengurangi sakit. Trimo sudah hafal, jika ada bau balsem, pasti ada Makde Lami.

“Ini nanti obatnya diminum ya. Ini bukan herpes, tapi serangga. Wes nggak usah ngrusuk-ngrusuk,” pesan pak Dokter.

Makde Lami pun digandeng Trimo keluar dari ruang periksa. Sampai di luar, Makde tolah toleh, ada yang aneh dengan sandalnya. Karena kanan dan kiri kok beda jenis. Kiri jepit, kanan sandal cantik.

Makde pun menggerutu “sopo seng sandal e keliru iki?”

Tapi tak ada jawaban dari para pasien lain yang antre menunggu. Trimo sudah menasehati, mbok dibawa saja to Mbah, wong adanya itu.

Tapi Makde tetap menolak. Ia bikin ribut sambil terus saja mengomel. Sampai Pak Dokter yang pendiam itupun keluar dan menasehati: dibawa dulu saja mbah, nanti jika ketemu biar diantar ke rumah njenengan.

Makde Lami baru mau pulang. Ia tentu enggak berani dengan Pak Dokter. Sejak kecil, ia sebenarnya sangat takut dengan dokter.

Motor Beat pun melaju pelan. Makde masih terus mengomel. Dan sampailah keduanya di rumah.

Trimo yang masuk lebih dulu tersadar, ada sandal yang juga beda kiri-kanan di rumah. “Oalah mbah, lha mbah seng keliru sandal. Budal maeng berarti yo wes keliru sandale.”

Makde Lami pun tertawa. Ia sudah melupakan marah-marah tadi saat di rumah dokter.

Tags: Cerita LucuGara-gara sandal
Previous Post

Togamas Bojonegoro, Toko Buku Primadona di Kawasan Kota Ledre

Next Post

Aneka Sambal Bojonegoro, Kuliner Menarik di Kota Ledre, Intip Apa Saja Menu yang Tersedia?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DOWNLOAD BULETIN MASTUMAPEL

KONTEN POPULER

Kolaborasi dengan Mastumapel.com, Perpustakaan Unugiri Gelar Obrolan Buku Karya Lilik Budi Witoyo

Kolaborasi dengan Mastumapel.com, Perpustakaan Unugiri Gelar Obrolan Buku Karya Lilik Budi Witoyo

16/07/2026
Catatan Pendek Sebelum Nonton The Odyssey

Catatan Pendek Sebelum Nonton The Odyssey

17/07/2026
Berkubu Buku

Berkubu Buku

14/07/2026
Obrolan Minggu Malam Mastumapel: Ke Mana Arah Jalan Radio di Era TikTok?

Obrolan Minggu Malam Mastumapel: Ke Mana Arah Jalan Radio di Era TikTok?

27/07/2026
Ketua Tanfidziah MWCNU Ngasem: Menulis Memperpanjang Umur

Ketua Tanfidziah MWCNU Ngasem: Menulis Memperpanjang Umur

02/08/2026
Tawa Riang di Festival Bocah Dolanan  

Tawa Riang di Festival Bocah Dolanan  

17/07/2026

Mastumapel.com adalah situs berita online yang menyajikan karya jurnalistik dan fokus pada sejarah, seni, budaya, ekonomi, serta sisi-sisi kehidupan masyarakat Bojonegoro.
Alamat email: [email protected]

© 2023 mastumapel.com

  • Tentang & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Konten
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita

© 2023