Mastumapel
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
No Result
View All Result
Mastumapel
No Result
View All Result
Home Sastra

Review Buku: Orang-orang Oetimu dan Cerita Orang-orang Korup

Buku karya Felix K Nesi

Rudi Reading
21/11/2024
Review Buku: Orang-orang Oetimu dan Cerita Orang-orang Korup

Waktu duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), saya sering menyimak pelajaran sejarah Indonesia. Guru yang mengampu pelajaran sejarah mengatakan Timor-Timur serampung melepaskan diri dengan Indonesia nasibnya menjadi sial karena alasan yang belum tentu valid yakni merosotnya ekonomi di Timor-timur. Di tahun 2002 Timor-timur memilih menentukan nasibnya sendiri menjadi bangsa yang merdeka bernama Timor Leste.

Guru sejarah tak menjelaskan tindakan-tindakan pelecehan seksual tentara terhadap orang Timor. Juga tentang jawa sentris yang membikin banyak dampak. Salah satunya kebijakan berasisasi yang menyebabkan tanaman lokal tergeser. Padahal, mereka sudah punya ketahanan pangan berupa sagu dan budaya menyuling pohon lontar menjadi minuman sopi.

Alhasil pertanyaan yang tertanam dalam benak saya kemudian, apakah betul Timor-Timur secara ekonomi merosot serampung melepaskan diri dengan Indonesia. Insiden pelepasan ini terjadi pada tahun 2002.

Setidaknya, jawabannya ada di Orang-orang Oetimu, sebuah ย novel karya Felix K Nesi. Novel etnografis ini dapat memberikan gambaran dan khazanah pengetahuan baru mengenai lika-liku kehidupan orang-orang di Oetimu, suatu wilayah di pelosok Nusa Tenggara Timur. Naskah novel Orang-orang Oetimu menjadi jawara I Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) 2018. Buku ini meninggalkan decak kegaguman menyenangkan saat membacanya. Penulis, Felix K Nesi, menyelipkan cerita dalam novel ini dengan humor yang sarkas khas orang dewasa.

Kecintaan orang-orang Oetimu pada minuman sopi terekam jelas. Sopi merupakan minuman khas Oetimu yang dibuat dari sulingan lontar (mungkin kalau di Tuban Toak kali ya).

Diceritakan Am Siki merupakan penyuling Sopi yang sangat terkenal di Oetimu. Selain terkenal sebagai penyuling Sopi Am Siki dikenal masyarakat sebagai orang yang suka bercerita kepada anak-anak Timor mengenai kisah-kisah perjalanannya yang dianggap heroik. Ia dikenal masyarakat sejak aksinya membebaskan para pekerja paksa dari tentara Jepang. Khususnya yangย  paling ia sorot adalah penghargaan yang diberikan oleh pemerintah Indonesia kepadanya karena dianggap sebagai pahlawan nasional, sedangkan sebetulnya Am Siki cuma ingin menyelamatkan kuda betinanya yang diperkosa secara bergiliran oleh tentara Jepang

โ€œSaya membunuh bukan untuk menyelamatkan Bangsa, tetapi untuk menyelamatkan kuda saya,โ€ tegas Am Siki pada kutipan di halaman 33.

Masa orde baru muncul tokoh Maria. Maria dikisahkan sebagai seorang mahasiswi aktif dalam menentang pemerintahan Presiden Soeharto pada masanya. Ia geram dengan tindakan kesewenang-wenangan para pemegang kekuasaan dan kelicikannya dalam mengambil hak rakyat. Namun, aksinya selalu gagal dan berujung hilangnya teman-teman aktivis senasib seperjuangannya. Ia juga tidak percaya dengan gereja yang hanya membahas urusan tuhan.

Maria merupakan sosok yang sangat memberontak, hal yang paling naas dalam hidupnya ketika dua orang yang dicintainya, anak dan suaminya, meninggal terlindas mobil tentara yang uring-uringan mengendarai mobil dinas. Bukannya bersimpatik, masyarakat malah menyalahkan suami dan anaknya karena menghalangi jalan para tentara. Hingga akhirnya ia putus asa dan muak terhadap hidup. Ia memutuskan menemui anak dan suaminya lebih cepat dari yang tuhan rencanakan.

Selain itu novel ini menyibak kemunafikan pastur. Pastur yang dianggap masyarakat mempunyai moral baik, ternyata sering berbuat asusila. Agama dijadikan topeng dalam menutupi kebejatan para pastor. Ada juga kisah cinta Sersam Ipi dan Silvy (dia dikenal sebagai kembang desanya orang Timor) yang berakhir kandas karena kebejatan tentara Indonesia yang menyerbu masuk ke Timor untuk menumpas PKI di sana.

Pemerintah yang memang condong jawa sentris membuat orang Timor secara tidak langsung terkena proyek beras-isasi. Sagu menjadi makanan pokok orang Timor dituding sebagai makanan primitif yang harus disingkirkan.

“๐˜–๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ-๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฑ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ต๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฑ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฑ, ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ป๐˜ช๐˜ฎ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฑ, ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฑ, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ช๐˜ซ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ. ๐˜”๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ข๐˜ถ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ-๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ด๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ.”โฃ

โ€”๐˜ฉ๐˜ญ๐˜ฎ. 153โฃ

Tags: Felix K NesiOrang-orang OetimuReview BukuSastraTimor Timur
Previous Post

Jalan Seni Yuli Zedeng, Bermula dari Kertas dan Harmonika

Next Post

Sasradilaga Kobarkan Perang Rakyat Rajegwesi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DOWNLOAD BULETIN MASTUMAPEL

KONTEN POPULER

Setyo Wahono: Pers Berperan Membangun Daerah

Setyo Wahono: Pers Berperan Membangun Daerah

09/04/2026
AJI, KPI, dan GMNI Bojonegoro Gelar Aksi Damai Peringati Hari Kartini di Depan Kantor DPRD

AJI, KPI, dan GMNI Bojonegoro Gelar Aksi Damai Peringati Hari Kartini di Depan Kantor DPRD

21/04/2026
Setyo Wahono: Bojonegoro Tak Hanya Minyak, Tapi Juga Kaya Budaya

Setyo Wahono: Bojonegoro Tak Hanya Minyak, Tapi Juga Kaya Budaya

14/04/2026
Menjelajahi Baureno, Ini 3 Destinasi Wisata Gerbang Timur Bojonegoro

Menjelajahi Baureno, Ini 3 Destinasi Wisata Gerbang Timur Bojonegoro

26/03/2026
ASN Bojonegoro Diimbau Ngonthel ke Kantor Mulai 30 Maret 2026, Cek Ketentuan Jaraknya

ASN Bojonegoro Diimbau Ngonthel ke Kantor Mulai 30 Maret 2026, Cek Ketentuan Jaraknya

29/03/2026
Basa Bojonegaran

Basa Bojonegaran

16/04/2026

Mastumapel.com adalah situs berita online yang menyajikan karya jurnalistik dan fokus pada sejarah, seni, budaya, ekonomi, serta sisi-sisi kehidupan masyarakat Bojonegoro.
Alamat email: [email protected]

ยฉ 2023 mastumapel.com

  • Tentang & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Konten
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita

ยฉ 2023