Bojonegoro memiliki sejarah panjang yang tercermin dalam makam-makam para bupati terdahulu. Beberapa bupati yang memiliki peran penting dalam sejarah Bojonegoro kini bersemayam di berbagai lokasi dengan cerita dan keunikan masing-masing. Berikut adalah informasi mengenai makam-makam bupati Bojonegoro beserta sejarah singkatnya.
1. Makam Bupati Jayanegara (Eyang Adipati Djojonegoro)

Eyang Adipati Djojonegoro adalah Bupati pertama Bojonegoro yang dikenal sebagai pendiri awal pemerintahan di daerah ini dengan nama Bojonegoro. Sebelumnya Namanya Rajekwesi yang dipimpin Arya Sasradilaga.
Setelah wafat, Eyang Adipati Djojonegoro dimakamkan di Pemakaman Umum Desa Mojoranu, menjadi salah satu makam bersejarah di Bojonegoro. Makamnya kini menjadi tempat ziarah bagi masyarakat yang ingin mengenang jasa beliau sebagai bupati pertama.
Lokasi Makam
Alamat: Pemakaman Umum Desa Mojoranu, RT 01/01, Bojonegoro
Akses: Sekitar 300 meter dari Jalan Raya Mojoranu, dekat dengan Lapangan Sepak Bola Desa Mojoranu. Dapat diakses dengan berjalan kaki atau kendaraan roda dua.
2. Makam Bupati Aryo Koesoemo (Kanjeng Soemantri)

Raden Adipati Aryo Koesoemo Adinegoro, atau yang lebih dikenal sebagai Kanjeng Soemantri, adalah Bupati Bojonegoro ke-21. Ia menjabat dari tahun 1916 hingga 1936, menggantikan ayahnya, Raden Adipati Aryo Rekso Koesomo, yang sebelumnya menjabat sebagai Bupati Bojonegoro ke-20.
Selain sebagai pemimpin pemerintahan, Kanjeng Soemantri juga dikenal sebagai tokoh penyebar agama Islam di Bojonegoro, terutama pada masa penjajahan Hindia-Belanda. Dalam kepemimpinannya, ia banyak memberikan pengaruh dalam pengembangan pendidikan Islam serta memperkuat nilai-nilai keagamaan di masyarakat.
Beliau lahir di Surabaya pada 19 Maret 1888 dan wafat pada 30 Desember 1936. Sesuai dengan informasi di nisannya, beliau dimakamkan di kawasan Bojonegoro, berdekatan dengan makam kedua orang tuanya.
Lokasi Makam
Alamat: Jalan Basuki Rahmad, Gang Kyai Mojo, Kelurahan Mojokampung, Kecamatan Bojonegoro Kota.
Akses: Berada di kompleks pesarean Kanjeng Soemantri, yang juga menjadi tempat peristirahatan kedua orang tuanya.
3. Makam Buyut Dalem
Makam Buyut Dalem terletak di Kelurahan Kadipaten, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro. Buyut Dalem adalah tokoh yang dihormati oleh masyarakat setempat, dan makamnya sering dikunjungi oleh peziarah yang ingin memanjatkan doa atau sekadar mencari ketenangan.
Makam ini dikenal sebagai salah satu tempat yang memiliki nilai spiritual tinggi. Banyak masyarakat yang datang untuk berdoa atau mencari petunjuk hidup. Selain itu, beberapa mitos mengatakan bahwa makam ini memiliki energi mistis yang dapat dirasakan oleh orang-orang yang memiliki kepekaan spiritual tinggi.
4. Makam Haryo Matahun
Makam Haryo Matahun berada di Desa Ngraseh, Kecamatan Dander. Haryo Matahun adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah Bojonegoro, meskipun informasi tentang dirinya tidak sebanyak bupati lainnya.
Makam ini sering dikunjungi oleh masyarakat setempat, terutama pada malam-malam tertentu yang dianggap sakral. Beberapa orang percaya bahwa ada kisah mistis di sekitar makam ini, seperti adanya suara-suara aneh di malam hari atau aura tertentu yang dirasakan oleh peziarah.









