Mastumapel
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
No Result
View All Result
Mastumapel
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Posisi Hilal Penentu Awal Syawal 1447 H

Redaksi
18/03/2026
Posisi Hilal Penentu Awal Syawal 1447 H

Kemenangan di bulan Syawal bukan tentang kembali menjadi suci tanpa cela, tetapi tentang keberanian untuk mengakui salah melalui mushafahah (bersalam-salaman) dan komitmen untuk memperbaiki diri di hadapan Sang Pencipta serta sesama manusia. Lalu kapan awal Bulan Syawal? Inilah diprediksi posisi hilal saat pelaksanaan rukyatul hilal dalam penentuan awal bulan.

Berdasarkan perhitungan kontemporer dari Astronomical Algorithms karya Jean Meeus, ijtimak akhir Ramadan 1447 H terjadi pada tanggal 19 Maret 2026 pukul 08:23:23 WIB. Dengan demikian umur hilal saat terbenamnya Matahari (17:46:38 WIB) di bukit Wonocolo, Kec. Kedewan, Kab. Bojonegoro 9 jam 23 menit dengan tinggi hilal mar’i saat Matahari terbenam adalah 01° 32′ dan elongasinya 05° 33′

Hisab kontemporer dengan sumber lain, seperti Almanak Nautika, Ephemeris Hisab Rukyat serta Addurul Aniq juga menunjukkan hasil yang serupa dengan ijtimak pukul 08:22 WIB hingga 08:25 WIB, tinggi hilal mar’i antara 1° 31′ hingga 1° 37′ dan elongasi di atas 5° 35′. Sementara untuk hisab tahqiqi dan taqribi sebagai khazanah keilmuan falak di Indonesia, tinggi hilal bernilai 1° hingga 5°.

Jika mengacu pada kriteria Imkanurrukyat NU dengan tinggi hilal minimal 3° dan elongasi 6,4°, maka hilal saat terbenamnya Matahari tanggal 19 Maret 2026 di Bojonegoro berada pada posisi yang belum memungkinkan untuk bisa terlihat. Adapun jika ditinjau dari seluruh wilayah Indonesia, posisi hilal juga masih berada di bawah kriteria sehingga belum memungkinkan untuk bisa teramati. Oleh karena itu jika rukyatul hilal tanggal19 Maret 2026 benar-benar tidak berhasil melihat hilal maka awal Syawal 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026.

Sekali lagi, kepastian masuknya bulan Syawal 1447 H tetap menunggu hasil pelaksanaan rukyatul hilal dan sidang isbat, karena yang mempunyai hak untuk menetapkan awal bulan awal Ramadan, Syawal dan Dzulhijjah adalah pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama RI. (Ai)

Tags: FalakiyahHijriyahHilal
Previous Post

Peringati Hari Perempuan Sedunia 2026, AJI Bojonegoro Gelar Aksi Turun Jalan

Next Post

Review Buku Seporsi Mie Ayam (Pelajaran Kehidupan) Sebelum Mati

DOWNLOAD BULETIN MASTUMAPEL

KONTEN POPULER

Posisi Hilal Penentu Awal Syawal 1447 H

Posisi Hilal Penentu Awal Syawal 1447 H

18/03/2026
Perempuan di Titik Nol; Memeringati Hari Perempuan Sedunia 2026 Melalui Sosok Firdaus

Perempuan di Titik Nol; Memeringati Hari Perempuan Sedunia 2026 Melalui Sosok Firdaus

13/03/2026
Wawancara Khusus dengan John Tobing Pencipta Lagu Darah Juang, Lagu Wajib Para Demonstran 

Wawancara Khusus dengan John Tobing Pencipta Lagu Darah Juang, Lagu Wajib Para Demonstran 

26/02/2026
Makna Jajan Pasar di Tradisi Wetonan atau Tironan

Makna Jajan Pasar di Tradisi Wetonan atau Tironan

02/03/2026
Riyayan, Tradhisi Atungtum Nilai Agami

Riyayan, Tradhisi Atungtum Nilai Agami

20/03/2026
Review Buku Seporsi Mie Ayam (Pelajaran Kehidupan) Sebelum Mati

Review Buku Seporsi Mie Ayam (Pelajaran Kehidupan) Sebelum Mati

19/03/2026

Mastumapel.com adalah situs berita online yang menyajikan karya jurnalistik dan fokus pada sejarah, seni, budaya, ekonomi, serta sisi-sisi kehidupan masyarakat Bojonegoro.
Alamat email: [email protected]

© 2023 mastumapel.com

  • Tentang & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Konten
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita

© 2023