Salah satu manfaat menulis adalah dapat memperpanjang umur. Hal itu disampaikan Ketua Tanfidziyah MWCNU Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, KH Nailin Fauz Misbah dalam pembukaan acara Madrasah Jurnalensa untuk Zona Selatan, Sabtu (1/8/2026) di Kantor MWCNU Ngasem.
Madrasah Jurnalensa digelar oleh Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTNNU) Bojonegoro. Sebelumnya telah digelar dua kali Madrasah Jurnalensa, yakni untuk zona timur dan zona tengah. “Banyak ulama-ulama yang sudah kapundut, usianya panjang tulisan masih dibaca dan dipelajari sampai sekarang,” ujar Fauz.
Adanya Madrasah Jurnalensa ini, sangat positif untuk membangun keterampilan menulis bagi kader-kader NU. Butuh keterampilan menulis untuk bisa membuat tulisan. Terlebih menulis membuat berita di media.

Melalui kegiatan Madrasah Jurnalensa, diharapkan banyak tulisan-tulisan NU yang muncul di media, sehingga berita-berita negatif bisa bisa diperangi dengan positif dari pemberitaan positif dari NU.
“Banyak kegiatan di MWCNU Ngasem yang bisa dibuatkan berita. Sebenarnya mudah menulis berita, yang penting 5W dan 1H, tinggal SDM yang mau belajar dan menulis,” tambahnya.
Ia menjelaskan bahwa tulisan akan dibaca orang meski sudah meninggal. Sejumlah ulama telah menjadi bukti dan bisa menjadi pelajaran. Diantaranya penulis kitab Ta’lim Mutaallim yakni Imam Zarnuji, meski penulis sudah meninggal, kitabnya dibaca dan dikaji hingga kini.
Gus Fauz, begitu ia biasa disapa, mengatakan bahwa kegiatan orang NU itu cukup banyak, tapi kurang ada yang menulis. Sehingga, keberadaan Jurnalensa yang diinsiasi oleh LTNNU Bojonegoro ini diharapkan bisa memperbanyak tulisan-tulisan tentang NU.









