Mastumapel
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
No Result
View All Result
Mastumapel
No Result
View All Result
Home Wisata

Setyo Wahono: Bojonegoro Tak Hanya Minyak, Tapi Juga Kaya Budaya

Nanang Fahrudin
14/04/2026
Setyo Wahono: Bojonegoro Tak Hanya Minyak, Tapi Juga Kaya Budaya

Selama puluhan tahun, nama Kabupaten Bojonegoro identik dengan deru mesin bor dan kekayaan emas hitam yang melimpah di perut buminya. Sebagai salah satu penghasil minyak bumi terbesar di Indonesia, citra Bojonegoro sering kali terpaku pada sektor industri ekstraktif itu saja. Padahal, Bojonegoro tak hanya minyak. Banyak potensi lain di kawasan ini.

Sebagai pemimpin di Kabupaten Bojonegoro, Bupati Setyo Wahono terus berusaha menggaungkan narasi tersebut. Bahwa Bojonegoro ingin mempertegas jati dirinya sebagai daerah yang tidak hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga memiliki kedalaman budaya dan kreativitas yang luar biasa.

“Dunia perlu melihat bahwa Bojonegoro tak hanya kaya minyak, tapi juga kaya budaya,” tegas Setyo Wahono dalam sebuah kesempatan di hadapan para pegiat ekonomi kreatif pertengahan 2025. Pesan ini bukan sekadar retorika, melainkan sebuah visi strategis untuk membangun kemandirian ekonomi daerah melalui sektor kebudayaan dan pariwisata.

Salah satu instrumen utama dalam diplomasi budaya Bojonegoro adalah batik. Bagi Setyo Wahono, setiap motif batik Jonegoroan bukan sekadar goresan malam (lilin) di atas kain, melainkan naskah yang menceritakan kekayaan sejarah dan alam daerah tersebut. Batik Bojonegoro adalah representasi visual dari kearifan lokal yang sangat beragam.

Identitas unik ini tercermin dalam berbagai motif ikonik yang telah dikenal luas. Sebut saja motif Kayangan Api, yang terinspirasi dari api abadi yang tak pernah padam di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem. Motif ini melambangkan semangat masyarakat Bojonegoro yang pantang menyerah. Ada pula motif Daun Jati, yang mengingatkan kita bahwa Bojonegoro adalah salah satu penghasil kayu jati terbaik di dunia.

Tidak berhenti di sana, jati diri sebagai daerah penghasil energi pun diabadikan dalam motif Sumur Minyak Tua (khususnya sumur tua di Kecamatan Kedewan). Sementara itu, sisi seni pertunjukan diwakili oleh motif Wayang Thengul, sebuah kesenian khas yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kemendikbudristek.

“Batik Bojonegoro adalah wajah kearifan lokal kita. Motifnya yang bermacam-macam, mulai dari kekayaan alam hingga kesenian rakyat, membuktikan bahwa budaya masyarakat kita sangat kaya,” ujar Setyo Wahono.

Strategi Mendorong Industri Batik Lokal

Menyadari potensi besar tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mengambil langkah-langkah konkret untuk memperkuat ekosistem industri batik. Berdasarkan data dari laman resmi Bojonegorokab.go.id, Pemkab secara konsisten mengalokasikan sumber daya untuk melakukan pembinaan kepada para pengrajin lokal melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda).

Langkah konkret pertama adalah penyelenggaraan Wastra Batik 2025. Event ini dirancang sebagai platform pertemuan langsung antara produsen (pengrajin) dan konsumen. Dengan memperpendek jalur distribusi, pengrajin diharapkan mendapatkan keuntungan yang lebih adil, sementara konsumen bisa memahami filosofi di balik kain yang mereka beli. Setyo Wahono menegaskan bahwa festival tahunan seperti ini adalah bagian dari upaya menumbuhkan UMKM sekaligus mengenalkan batik ke kancah yang lebih luas.

“Kami ingin batik kita punya daya saing. Melalui festival ini, kita menggerakkan ekonomi sekaligus menjaga kearifan lokal agar tetap hidup,” tambahnya.

Kedua, Pemkab Bojonegoro telah mengambil langkah visioner dengan menjalin kerjasama strategis dengan Kota Surakarta (Solo). Sebagaimana diketahui, Solo adalah kota dengan tradisi batik yang telah mendunia. Kerjasama yang dilakukan melalui Dekranasda ini bertujuan untuk melakukan transfer pengetahuan, mulai dari teknik pewarnaan, desain, hingga manajemen pemasaran global.

Setyo Wahono menilai kerjasama ini sangat strategis karena Solo memiliki ekosistem bisnis batik yang sudah mapan. Dengan belajar dari yang terbaik, Bojonegoro optimis dapat memperkuat ekosistem bisnis batiknya sendiri dan mendukung pertumbuhan ekonomi UMKM lokal secara signifikan.

Membangun Kebanggaan di Kalangan Generasi Muda

Tantangan terbesar dalam pelestarian budaya adalah regenerasi. Setyo Wahono menyadari sepenuhnya bahwa tanpa dukungan anak-anak muda, batik hanya akan menjadi artefak masa lalu. Oleh karena itu, Pemkab Bojonegoro menggencarkan berbagai program yang menyasar milenial dan Gen Z.

Salah satu cara efektif yang dilakukan adalah melalui Lomba Desain Batik. Melalui kompetisi ini, anak muda ditantang untuk menginterpretasikan kekayaan lokal Bojonegoro ke dalam gaya visual yang lebih modern dan relevan dengan tren masa kini.

“Kami harus membangun kebanggaan di hati anak-anak muda terhadap kearifan lokalnya sendiri. Batik bukan hanya soal pakaian formal, tapi wujud keindahan dan kreativitas yang tak lekang oleh waktu. Warisan ini harus selalu dilestarikan oleh semua generasi,” pesan Setyo Wahono.

Bupati ingin melihat anak muda Bojonegoro bangga mengenakan batik dalam aktivitas sehari-hari, baik itu di kampus, tempat kerja, maupun ruang publik lainnya. Dengan menggunakan produk lokal, anak muda secara langsung berkontribusi pada keberlangsungan ekonomi para pengrajin di desa-desa.

Melampaui Minyak: Geopark dan Rekor Dunia

Visi Setyo Wahono untuk memperkenalkan wajah lain Bojonegoro tidak berhenti pada kain batik. Ia juga mengoptimalkan kekayaan geologi dan seni pertunjukan skala besar. Bojonegoro memiliki kekayaan alam unik yang telah diakui dalam konsep Geopark Nasional.

Salah satu agenda besar adalah Festival Geopark pada Juni 2025. Festival ini memamerkan potensi kekayaan alam lokal, termasuk situs-situs geologi unik seperti sumur tua di Kedewan yang memiliki nilai sejarah dan edukasi tinggi. Tuhan telah memberikan anugerah berupa kekayaan alam yang luar biasa, dan kini saatnya kekayaan itu dikelola untuk kesejahteraan melalui sektor pariwisata berkelanjutan.

Bukti nyata semangat kebersamaan masyarakat Bojonegoro juga ditunjukkan melalui pencapaian Rekor MURI Tarian Api Kayangan. Pertunjukan kolosal ini melibatkan lebih dari 2.000 penari di lokasi wisata Kayangan Api. Penyelenggaraan acara berskala besar ini bertujuan untuk menarik perhatian dunia bahwa Bojonegoro adalah pusat kreativitas dan seni pertunjukan yang megah.

“Kami ingin dikenal tidak hanya karena minyaknya saja, tapi kami ingin dikenal dengan kekayaan budaya dan wisata alamnya. Rekor MURI adalah pesan bahwa kita mampu bersatu untuk menunjukkan kehebatan budaya kita,” tegas Bupati yang dikenal dekat dengan rakyat ini.

Transformasi Bojonegoro dari daerah yang bergantung pada migas menjadi daerah berbasis ekonomi kreatif dan budaya memerlukan sinergi dari semua pihak. Setyo Wahono menegaskan bahwa pemerintah daerah akan selalu mendukung upaya-upaya peningkatan kompetensi para pelaku industri kreatif.

Batik, bagi masyarakat Bojonegoro, kini telah bertransformasi menjadi simbol perlawanan terhadap ketergantungan sumber daya alam yang suatu saat akan habis. Minyak bisa kering, namun kreativitas dan budaya akan terus mengalir selama manusianya mau terus berkarya dan melestarikan warisan leluhur.

Tags: BatikBudayaKearifan LokalSetyo Wahono
Previous Post

Bojonegoro Book Party Pertemukan Para Pembaca Buku di Taman Lokomotif

Next Post

Basa Bojonegaran

DOWNLOAD BULETIN MASTUMAPEL

KONTEN POPULER

Garis Batas: Perjalanan Menyingkap Makna Kehidupan

Garis Batas: Perjalanan Menyingkap Makna Kehidupan

16/04/2026
Bupati Setyo Wahono: Perlu Membangun Identitas Bojonegoro

Bupati Setyo Wahono: Perlu Membangun Identitas Bojonegoro

25/03/2026
Riyayan, Tradhisi Atungtum Nilai Agami

Riyayan, Tradhisi Atungtum Nilai Agami

20/03/2026
Posisi Hilal Penentu Awal Syawal 1447 H

Posisi Hilal Penentu Awal Syawal 1447 H

18/03/2026
Menjelajahi Baureno, Ini 3 Destinasi Wisata Gerbang Timur Bojonegoro

Menjelajahi Baureno, Ini 3 Destinasi Wisata Gerbang Timur Bojonegoro

26/03/2026
Konser Intimate Bagus Dwi Danto di Bojonegoro, Pertama Kali Bawakan Lagu dengan Formasi Band

Konser Intimate Bagus Dwi Danto di Bojonegoro, Pertama Kali Bawakan Lagu dengan Formasi Band

08/04/2026

Mastumapel.com adalah situs berita online yang menyajikan karya jurnalistik dan fokus pada sejarah, seni, budaya, ekonomi, serta sisi-sisi kehidupan masyarakat Bojonegoro.
Alamat email: [email protected]

© 2023 mastumapel.com

  • Tentang & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Konten
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita

© 2023