Mastumapel
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
No Result
View All Result
Mastumapel
No Result
View All Result
Home Sosok

Kisah Samijan Pencipta Wayang Thengul Bojonegoro, Berawal dari Ngamen Keliling Desa

Redaksi
12/09/2023
Kisah Samijan Pencipta Wayang Thengul Bojonegoro, Berawal dari Ngamen Keliling Desa

Wayang Thengul Bojonegoro/bojonegorokab.go.id

Wayang Thengul menjadi ciri khas Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Wayang Thengul adalah wayang boneka, namun mempunyai kekhasan tersendiri.

Pada tahun 1930, Samijan, seorang pemuda dari Desa Banjarjo Kecamatan Padangan, Bojonegoro, terinspirasi oleh pertunjukan wayang golek menak dari Kudus. Wayang golek menak pada waktu itu digunakan sebagai sarana penyebaran agama Islam di wilayah Jawa Tengah yang berdekatan dengan Jawa Timur. Memiliki bakat seni yang tinggi, Samijan menciptakan wayang thengul, boneka yang menyerupai wayang golek menak dari Kudus. Wayang thengul ini kemudian menjadi alat untuk mendalang dalam pertunjukan, dan juga menjadi sumber penghasilan (ngamen) bagi Samijan, terutama di saat kondisi ekonomi masyarakat pada tahun 1930 sangat sulit.

Samijan menjelajahi berbagai desa dengan tekad kuat untuk berkeliling dan mendalang menggunakan wayang thengul yang terbuat dari kayu. Nama “thengul” diambil dari bahasa Jawa “methentheng niyat ngulandara,” yang mencerminkan semangatnya untuk berkeliling dan mendalang menggunakan wayang boneka kayu. Pertunjukan wayang thengul ini berhasil menarik perhatian dari berbagai wilayah, baik yang telah dilewatinya maupun dari daerah lain, karena semakin dikenal melalui mulut ke mulut.

Pertunjukan wayang thengul yang awalnya hanya dimaksudkan untuk mengamen, akhirnya semakin diminati dari hari ke hari. Tidak hanya populer di Kecamatan Padangan, tetapi juga menyebar ke Kota Bojonegoro, Kecamatan Dander, Kecamatan Kanor, bahkan hingga ke wilayah Kabupaten Tuban. Pertumbuhan wayang thengul tidak hanya terbatas di wilayah Barat Bojonegoro, melainkan juga merambah ke seluruh kabupaten, mencakup kecamatan-kecamatan seperti Bubulan, Dander, Kapas, Balen, Kanor, dan Kedungadem. Di antara kecamatan-kecamatan tersebut, Kecamatan Balen menjadi pusat perkembangan wayang thengul yang paling pesat.

Pada perkembangannya, pertunjukan wayang thengul lebih lengkap pada sisi alat musiknya. Bukan hanya menggunakan gamelan sederhana yaitu gamelan pelog, melainkan diperkaya dengan gamelan Gamelan Laras Selendro, Bonang, Demung, Saron, Peking, Slenthem, kenong, Gong/Kempul, Gender, dan Gambang. Bahkan juga disertai dengan vokal/ warenggana.

Keberadaan wayang thengul di kabupaten Bojonegoro masih bertahan dan bahkan sudah berkembang dijadikan tarian lepas, sudah dibuat buku untuk menyosialisasikan nama 100 tokoh Wayang Thengul. Dalang wayang thengul di Bojonegoro pada tahun 2014 tercatat terdapat 17 dalang yang masih aktif memainkan wayang thengul.

Diolah dari: warisanbudaya.kemdikbud.go.id

Tags: BojonegoroKesenianSamijanWayangWayang Thengul
Previous Post

Curhatan Penulis Konten Partikelir, Berkejaran dengan Mesin Cerdas

Next Post

Cuaca Panas Ekstrem Bisa Mempengaruhi Perilaku Agresif, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DOWNLOAD BULETIN MASTUMAPEL

KONTEN POPULER

Bojonegoro Book Party Pertemukan Para Pembaca Buku di Taman Lokomotif

Bojonegoro Book Party Pertemukan Para Pembaca Buku di Taman Lokomotif

12/04/2026
Cerita Pengalaman Berkunjung ke Pak Hoery, Penulis Sastra Jawa di Padangan-Bojonegoro

Cerita Pengalaman Berkunjung ke Pak Hoery, Penulis Sastra Jawa di Padangan-Bojonegoro

26/04/2026
Merawat Kemandirian Pangan Lokal Bojonegoro

Merawat Kemandirian Pangan Lokal Bojonegoro

21/04/2026
ARSIP: Atas Angin Vol 6 Tahun 2014, Wawancara Martin Aleida dan Joko Pinurbo

ARSIP: Atas Angin Vol 6 Tahun 2014, Wawancara Martin Aleida dan Joko Pinurbo

17/04/2026
7 Pelajaran Usai Nonton Na Willa, tentang Pola Asuh hingga  Cara Melihat Semesta

7 Pelajaran Usai Nonton Na Willa, tentang Pola Asuh hingga Cara Melihat Semesta

08/04/2026
Setyo Wahono: Bojonegoro Tak Hanya Minyak, Tapi Juga Kaya Budaya

Setyo Wahono: Bojonegoro Tak Hanya Minyak, Tapi Juga Kaya Budaya

14/04/2026

Mastumapel.com adalah situs berita online yang menyajikan karya jurnalistik dan fokus pada sejarah, seni, budaya, ekonomi, serta sisi-sisi kehidupan masyarakat Bojonegoro.
Alamat email: [email protected]

© 2023 mastumapel.com

  • Tentang & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Konten
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita

© 2023