Mastumapel
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
No Result
View All Result
Mastumapel
No Result
View All Result
Home Bojonegoro Barat

Langgar Menak Anggrung Pahlawan: Jejak Ulama Penyebar Islam di Padangan

Redaksi
26/08/2023
Langgar Menak Anggrung Pahlawan: Jejak Ulama Penyebar Islam di Padangan

Di tengah-tengah perjalanan di Jalan Raya Bojonegoro-Cepu di Desa Kuncen, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Anda akan melewati sebuah persimpangan. Di antara kedua jalan tersebut, terdapat langgar atau musala yang dikenal dengan nama Langgar Menak Anggrung Pahlawan. Tepat di belakang langgar ini, ada dua pesarean atau makam dari dua tokoh penyebar Islam di wilayah Kecamatan Padangan, yaitu Mbah Sabil dan Mbah Hasyim.

Kedua tokoh ulama ini memiliki peran penting dalam Islamisasi di Bojonegoro, terutama di Desa Kuncen. Meski banyak sumber referensi yang minim, namun pengakuan umat Islam dari berbagai daerah atas jasa keduanya masih berlangsung. Banyak warga lokal dan dari berbagai tempat datang untuk berziarah ke makam mereka.

Haul (peringatan kematian) atas keduanya dilakukan setiap 10 September dalam kalender Masehi atau 6 Muharram dalam penanggalan Hijriyah. Sebuah acara yang diikuti oleh banyak orang setiap tahunnya.

KH Khanifuddin, keturunan ke-10 dari Mbah Sabil, berbagi cerita mengenai keduanya. Mbah Sabil, yang memiliki nama asli Pangeran Adi Ningrat Dandang Kusuma, berasal dari Kerajaan Mataram dan menyebut dirinya dengan nama Mbah Sabil untuk menghilangkan jejak. Dia adalah tokoh yang lari dari kejaran Belanda dan menyebarkan Islam di wilayah ini.

Langgar Menak Anggrung Pahlawan bukan hanya tempat ziarah, tetapi juga menjadi saksi bisu dari sejarah Islamisasi di Padangan. Dua tokoh ini mengabdikan hidup mereka untuk menyebarkan agama Islam dan mendirikan tempat-tempat ibadah serta pesantren.

Tags: BojonegoroLanggarMenak AnggrungPadangan
Previous Post

Wisata Negeri Atas Angin: Keindahan Bukit Cinta di Bojonegoro

Next Post

Selamat! Pengurus Ormawa UNUGIRI Bojonegoro Periode 2023-2024 Dilantik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DOWNLOAD BULETIN MASTUMAPEL

KONTEN POPULER

Menyantap Mie Ayam “Terenak” Rahayu, Pilihan Menunya Paling Banyak di Bojonegoro   

Menyantap Mie Ayam “Terenak” Rahayu, Pilihan Menunya Paling Banyak di Bojonegoro   

30/06/2026
Usung Pengembangan Potensi Lokal Berbasis SDGs, KKN-TK Universitas Bojonegoro Kelompok 20 Resmi Dibuka di Desa Meduri

Usung Pengembangan Potensi Lokal Berbasis SDGs, KKN-TK Universitas Bojonegoro Kelompok 20 Resmi Dibuka di Desa Meduri

15/07/2026
Kolaborasi dengan Mastumapel.com, Perpustakaan Unugiri Gelar Obrolan Buku Karya Lilik Budi Witoyo

Kolaborasi dengan Mastumapel.com, Perpustakaan Unugiri Gelar Obrolan Buku Karya Lilik Budi Witoyo

16/07/2026
Madrasah Jurnalensa, Ruang Bersama Belajar Jurnalistik Bagi “Jurnalis NU”

Madrasah Jurnalensa, Ruang Bersama Belajar Jurnalistik Bagi “Jurnalis NU”

19/07/2026
Pleret dan Kenangan Masa Kecil

Pleret dan Kenangan Masa Kecil

30/06/2026
Mancing, Ngopi, Ngulek Sambel, dan Makan Besar

Mancing, Ngopi, Ngulek Sambel, dan Makan Besar

26/07/2026

Mastumapel.com adalah situs berita online yang menyajikan karya jurnalistik dan fokus pada sejarah, seni, budaya, ekonomi, serta sisi-sisi kehidupan masyarakat Bojonegoro.
Alamat email: [email protected]

© 2023 mastumapel.com

  • Tentang & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Konten
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita

© 2023