Mastumapel
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
No Result
View All Result
Mastumapel
No Result
View All Result
Home Mitos & Sejarah

Bukti Gerakan Literasi Bojonegoro dalam Manuskrip Kuno

Catatan dari Ngobrol Buku Nuntera

Kajar Alit Djati
11/12/2024
Bukti Gerakan Literasi Bojonegoro dalam Manuskrip Kuno

Ngobrol Buku Nuntera secara online

“Manuskrip rata-rata ditulis tahun 1820. Artinya, sebelum perang Diponegoro, kita sudah kaya literasi. Bojonegoro sudah keren sejak lama,” tutur Ahmad Wahyu Rizkiawan, peneliti manuskrip kuno, dalam acara Ngobrol Buku Nuntera, Sabtu (7/12/2024).

Dalam obrolan buku secara online ini, Wahyu Rizkiawan, menjelaskan bahwa Bojonegoro, yang waktu itu bernama Jipang, gudangnya penulis produktif. Hal itu terbukti dari banyaknya manuskrip yang ditemukannya. “Hanya saja belum banyak diulas,” terangnya.

Bagian kecil dari manuskrip yang ditemukan Rizki, diulas dalam buku Tarikh Padangan yang diterbitkan oleh Nuntera. Di situ, hanya sisi ketokohan dari penulis manuskrip saja yang banyak diulas.

Rizki menjelaskan, manuskrip kuno yang ditemukan menggunakan daluwang. Yakni kertas yang terbuat dari serat kayu. Salah satu penulis manuskrip kuno adalah Mbah Abdurrahman Klotok, dari pesantren Klotok. Banyak hal ditulis oleh Mbah Klotok, diantaranya tentang perjalanan (travelling) ke Palestina.

Dengan ditemukannya manuskrip-manuskrip tersebut, Rizki berkeyakinan, gerakan literasi di Bojonegoro sudah ada sejak lama. Warga Bojonegoro harus percaya diri dengan gerakan literasi, karena memang bersanad ke orang-orang hebat. “Komunitas literasi atau membaca itu punya sanad yang tak terputus. Dulu, Masyarakat Bojonegoro ya membaca dan menulis,” terangnya.

Sayangnya, image Bojonegoro sebagai pusat literasi memudar seiring buku CLM Panders berjudul Bojonegoro 1900-1942: A Story of Endemic Poverty in North East Java- Indonesia. Buku itulah yang kemudian banyak mempengaruhi warga Bojonegoro memandang dirinya.

Obrolan buku yang digagas oleh Penerbit Nuntera ini diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan. M Sholihin, pencinta kajian sejarah menuturkan bahwa posisi Bojonegoro yang dilalui Sungai Bengawan Solo sangat strategis. “Di masa lalu, yang dilewati sungai itu menjadi jalur tradisi keilmuan. Pusat keramaian itu menjadi pusat keilmuan,” tuturnya mengemukakan analisa.

Salah satu manuskrip yang diteliti Ahmad Wahyu Rizkiawan/Sumber: Koleksi

Menurut dia, sangat mungkin Bojonegoro menjadi pusat peradaban di masa lampau. Karena posisi strategis Bengawan Solo. Bojonegoro berada di tengah antara hulu dan hilir.

Sementara itu, Bustanul Arief, warga Bojonegoro yang banyak berkecimpung di dunia pemberdayaan masyarakat mengungkapkan, wacana yang diungkapkan oleh Wahyu Rizkiawan cukup menarik. Hal ini perlu diperluas dan diketahui para stakeholkders. “Agar wacana ini bisa makin berkembang,” terangnya.

Apa yang disampaikan dalam Obrolan Buku ini, menurut Arief bisa menjadi refleksi generasi muda untuk melihat masa lalu dari pespektif lain.

Ngobrol Buku Nuntera sendiri merupakan kegiatan literasi yang digagas oleh Nuntera. Kegiatan ini rutin setiap dua minggu sekali dengan menghadirkan narasumber sesuai bidangnya. Kebanyakan mengulas buku-buku populer yang menarik.

Tags: BojonegoroBukuManuskripSejarah
Previous Post

Pekan Seni Kerakyatan Bojonegoro Hadirkan Pameran Perupa Lintas Generasi

Next Post

Di Mana Letak Negeri Champa? Tempat Asal Sunan Ampel dan Istri Brawijaya V

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DOWNLOAD BULETIN MASTUMAPEL

KONTEN POPULER

Perjalanan dan Kucing-kucing

Perjalanan dan Kucing-kucing

25/08/2026
Mahfud Ikhwan di Bojonegoro, Terkenang Anas AG dan Cerita-cerita Perjalanan Menulis

Mahfud Ikhwan di Bojonegoro, Terkenang Anas AG dan Cerita-cerita Perjalanan Menulis

04/09/2026
Pameran Temporer Hadirkan Linimasa Sejarah Bojonegoro

Pameran Temporer Hadirkan Linimasa Sejarah Bojonegoro

14/09/2026
Sunan Blongsong: Mengasingkan Diri Karena Ada Konflik di Kerajaan

Sunan Blongsong: Mengasingkan Diri Karena Ada Konflik di Kerajaan

07/09/2026
Relima Perpusnas RI Gelar Kelas Menulis: Bojonegoro dalam Sepotong Puisi 

Relima Perpusnas RI Gelar Kelas Menulis: Bojonegoro dalam Sepotong Puisi 

07/09/2026
Luncurkan Pusgiri Baca, Cara Kreatif Perpustakaan Unugiri Dorong Minat Baca Mahasiswa

Luncurkan Pusgiri Baca, Cara Kreatif Perpustakaan Unugiri Dorong Minat Baca Mahasiswa

20/08/2026

Mastumapel.com adalah situs berita online yang menyajikan karya jurnalistik dan fokus pada sejarah, seni, budaya, ekonomi, serta sisi-sisi kehidupan masyarakat Bojonegoro.
Alamat email: [email protected]

© 2023 mastumapel.com

  • Tentang & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Konten
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita

© 2023