“Jika Anda ingin menjadi penulis, maka tips paling jitu adalah mulailah menulis,” bagitu kata Nanang Fahrudin, founder Mastumapel yang juga seorang penulis. Pesan itu disampaikan dalam acara Workshop Literasi yang digelar di Perpustakaan IKIP PGRI Bojonegoro, Rabu (7/10/2026).
Sebanyak 100 lebih mahasiswa mengikuti acara yang digelar IKIP PGRI bekerjasama dengan Mastumapel. Workshop dipandu oleh Anis Umi Khoirotunnisa, dosen matematika IKIP PGRI Bojonegoro.
Dalam paparannya, Nanang Fahrudin berbagi beberapa tips menulis. Diantaranya perlu membaca banyak buku, terutama buku-buku yang memang telah diakui publik pembaca sebagai buku yang bagus. Selain itu juga perlu memperbanyak teman yang memiliki hobi yang sama, yakni membaca. “Buatlah circle teman-teman yang suka membaca dan bikin kegiatan-kegiatan yang menyenangkan,” katanya.
Sebelum menulis, perlu menyiapkan beberapa langkah. Yakni sebelum menulis, saat menulis, hingga usai menulis. Hal yang perlu diperhatikan juga adalah jenis tulisan apa yang hendak dipilih dalam karyanya. Apakah itu tulisan fiksi atau non fiksi. Karena meski sama-sama menulis, tapi jenis tulisan akan berpengaruh bagaimana seseorang memulai menulis.
Beberapa pertanyaan muncul dari para mahasiswa, diantaranya tentang pengalamannya menulis novel tapi terasa tidak “hidup”, kesulitan perbendaharaan kata dan kalimat, hingga cara mengukur kredibilitas narasumber tulisan.
Menurut Nanang, yang juga menulis “Bojonegoro Tempo Doeloe”, novel yang “hidup” memang memerlukan persiapan menulis yang matang. Banyak penulis novel melakukan riset panjang untuk bisa menghadirkan karya yang disukai pembaca. Akan tetapi, jika novel itu sudah jadi, perlu untuk dilempar ke pembaca, agar pembaca menilai secara obyektif karya tersebut. “Jadi penulis itu harus siap dikritik, dan harus siap merevisi, jika memang itu diperlukan,” tuturnya.
Sementara itu, Anis Umi Khoirotunnisa menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan workshop literasi warga negara yang diikuti para mahasiswa prodi PPKN tingkat 1 dan 2. Workshop Literasi Warga Negara sendiri merupakan kegiatan rutin mahasiswa untuk meningkatkan literasi di tingkat mahasiswa.
Indonesia, kata Anis, untuk peringkat Programme for International Student Assessment (PISA) masih berada di level bawah. Sehingga, tantangan ke depan adalah terus mengampanyekan literasi di tengah masyarakat. “Kegiatan ini sangat penting, mengingat peringkat PISA Indonesia masih perlu ditingkatkan,” terangnya.








