Mastumapel
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
No Result
View All Result
Mastumapel
No Result
View All Result
Home Berita

Pameran Temporer Hadirkan Linimasa Sejarah Bojonegoro

M Tohir
14/09/2026
Pameran Temporer Hadirkan Linimasa Sejarah Bojonegoro

Suasana Pameran Temporer di Museum Rajekwesi

Komunitas Bojonegoro History menggelar Pameran Temporer bertempat di Museum Rajekwesi, Jalan Mastumapel Nomor 4, selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu, 11 hingga 13 September 2026. Sejumlah dokumen bersejarah dan hasil temuan penelitian literatur maupun lapangan ditata sedemikian rupa untuk publik di area parkir dan bagian belakang Museum Rajekwesi. Selain itu ada setidaknya 8 rangkaian acara selama tiga hari pameran berjalan.

Pameran Temporer Bojonegoro Tahun 2026 ini merupakan inisiasi Bojonegoro History yang berkolaborasi dengan berbagai komunitas lokal yang difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan ini juga mendapat dukungan Bantuan Pemajuan Kebudayaan dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur, Kementerian Kebudayaan RI.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah pada Jumat (11/9/2026) siang. Nurul mengatakan bahwa pemahaman akan jejak peradaban, mulai dari era kerajaan, peradaban maritim Bengawan Solo, masa kolonial, hingga masuknya peradaban Islam, merupakan pondasi penting dalam membangun karakter dan identitas daerah. “Kita harus bangga dan senantiasa membangun daerah lebih baik dengan berpijak pada nilai-nilai sejarah,” kata Nurul Azizah.

Ketua Komuntas Bojonegoro History, Muhammad Andrea, mengatakan kegiatan ini merupakan yang kedua kalinya digelar. Pada tahun 2025 lalu digelar Bolo Fest di Bojonegoro Creatif Hub (BCH) Jalan Pemuda. Ia mengatakan sejarah harus bisa hadir dalam bentuk yang kreatif agar bisa diterima dengan baik oleh generasi sekarang.

“Kami ingin sejarah tidak hanya dibicarakan di dalam ruang museum, tetapi juga bisa dipelajari melalui perjalanan, arsip, tulisan, cerita masyarakat, dan berbagai bentuk kreativitas. Karena itu, beberapa kegiatan kami membawa peserta langsung ke sejumlah lokasi yang memiliki jejak sejarah di Bojonegoro,” kata Andrea.

Di antara rangkaian kegiatan selama pameran berlangsung adalah Sarasehan Budaya yang menghadirkan peneliti Bumi Budaya Totok Supriyanto dan arkeolog Universitas Negeri Malang Ismail Luthfi. Juga ada kelas puisi bersama Relima Bojonegoro, jelajah literatur bersama Bojonegoro Book Party, dan kegiatan seru lainnya.

Pameran Temporer ini mengangkat sejumlah tema penting, mulai dari sejarah Jipang dalam prasasti maribong dan dinamika jalur transportasi Bengawan Solo, sejarah peradaban Islam Bojonegoro, tour sejarah di kawasan Kota Toea Padangan, hingga memori kolektif masyarakat Bojonegoro.

“Bagi kami, mengkampanyekan sejarah atau sebagai pekerja-pekerja kebudayaan harus belajar memahami antropologi masyarakat hari ini, agar masyarakat hari ini, terutama gen-Z dapat menerima dan menikmati metode penyampaian narasi sejarah lokal, dan ini merupakan strategi yang harus benar-benar dihitung dan dianalisis secara maksimal, dengan semangat membangun koloboratif, insporatif dan kreatif,” kata Andrea.

Pameran Temporer digelar Bojonegoro History di Museum Rajekwesi Bojonegoro

Sejarah, tegas Andrea, juga menjadi cara untuk memahami bagaimana Bojonegoro terbentuk dan bagaimana masyarakat hari ini dapat memaknai warisan tersebut.

Selama tiga hari berjalan acara dikunjungi oleh ribuan orang yang rata-rata adalah pemuda. Salah satu pengunjung Alham Ubay (23) mengaku suka dengan acara ini. Banyak hal baru yang dia temukan di pameran yang belum dia ketahui sebelumnya. Dia juga ditemani pemandu dari Bojonegoro History selama mengelilingi tiap panel pameran.

“Tidak menyangka acara bertema sejarah ini ramai dikunjungi anak muda seusia saya atau generasi setelah saya. Ini bermanfaat sekali sih. Bojonegoro ternyata punya jejak sejarah yang penting yang belum diketahui banyak orang. Bisa bikin orang Bojonegoro bangga sih,” kata Alham.

Tags: Pameran TemporerSejarahSejarah Bojonegoro
Previous Post

Kelas Menulis Puisi dan Lamunan-lamunan Liar  

DOWNLOAD BULETIN MASTUMAPEL

KONTEN POPULER

Sunan Blongsong: Mengasingkan Diri Karena Ada Konflik di Kerajaan

Sunan Blongsong: Mengasingkan Diri Karena Ada Konflik di Kerajaan

07/09/2026
Perjalanan dan Kucing-kucing

Perjalanan dan Kucing-kucing

25/08/2026
Merayakan HUT ke-81 RI, Ketika Lagu Indonesia Raya Menggema di Antara Pohon Jati Hutan Temayang

Merayakan HUT ke-81 RI, Ketika Lagu Indonesia Raya Menggema di Antara Pohon Jati Hutan Temayang

17/08/2026
Relima Perpusnas RI Gelar Kelas Menulis: Bojonegoro dalam Sepotong Puisi 

Relima Perpusnas RI Gelar Kelas Menulis: Bojonegoro dalam Sepotong Puisi 

07/09/2026
Mahfud Ikhwan di Bojonegoro, Terkenang Anas AG dan Cerita-cerita Perjalanan Menulis

Mahfud Ikhwan di Bojonegoro, Terkenang Anas AG dan Cerita-cerita Perjalanan Menulis

04/09/2026
Luncurkan Pusgiri Baca, Cara Kreatif Perpustakaan Unugiri Dorong Minat Baca Mahasiswa

Luncurkan Pusgiri Baca, Cara Kreatif Perpustakaan Unugiri Dorong Minat Baca Mahasiswa

20/08/2026

Mastumapel.com adalah situs berita online yang menyajikan karya jurnalistik dan fokus pada sejarah, seni, budaya, ekonomi, serta sisi-sisi kehidupan masyarakat Bojonegoro.
Alamat email: [email protected]

© 2023 mastumapel.com

  • Tentang & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Konten
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita

© 2023