Agenda yang ditunggu-tunggu akhirnya terlaksana. Sekolah Jurnalistik Mastumapel mulai digelar pada Sabtu (26/9/2026) di Gedung Pusat Informasi Publik (PIP) Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan ini diikuti peserta yang sebagian besar mahasiswa dari beberapa kampus di Bojonegoro.
Koordinator Pelaksana Sekolah Jurnalistik Mastumapel, Mukaromatun Nisa mengucapkan selamat datang kepada para peserta, dan berharap semua mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir nanti.
“Total ada 7 pertemuan setiap hari Sabtu,” katanya. Peserta nantinya tidak sekadar diajak untuk mengasah keterampilan menulis, akan tetapi juga diajak untuk mengasah keterampilan berpikir.
Founder Mastumapel, Nanang Fahrudin yang sekaligus menjadi narasumber materi hari pertama menjelasakan bahwa kegiatan ini tak hanya tentang materi menulis, melainkan juga ada diskusi dengan tema diantaranya Alogaritma dan Dunia Komunikasi Kita; Jurnalisme Kaki dan Mata adalah Jalan Pulang; Jurnalisme dan Tradisi Riset; dan Membaca Peta Karya Jurnalistik.
“Mastumapel ingin mengajak semua orang mengenali dirinya dan menumbuhkan keterampilan menulis,” harap Nanang Fahrudin.
Selain Sekolah Jurnalistik Mastumapel, beberapa kegiatan yang bisa diikuti para peserta diantaranya Jurnalistik Trip dan Obrolan Minggu Malam (membahas buku). “Nanti bisa ikut, rencananya akan live TikTok pada Minggu sore tentang buku apa yang menarik, apa yang perlu kita baca, pokoknya ngobrol tentang buku,” pungkasnya.
Pada materinya, Nanang mebeberkan tentang tantangan hidup di era media sosial. Di mana, perilaku kita banyak dipengaruhi oleh algoritma yang tak banyak disadari. Apa yang dipilih, dibeli, dan dipikirkan, kebanyakan ditentukan oleh algoritam media sosial. “Oleh karena itu, kita perlu untuk selalu berpikir kritis dan mampu menaklukkan algoritma. Jangan sampai kita malah takluk oleh algoritma,” terangnya.









