Mastumapel
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
No Result
View All Result
Mastumapel
No Result
View All Result
Home Bojonegoro Kota

Kau Merayakan Tahun Baru, Kami Membersihkan Sampahmu

Cerita Petugas Kebersihan Membersihkan Alun-alun Bojonegoro

Mukaromatun Nisa
01/01/2025
Kau Merayakan Tahun Baru, Kami Membersihkan Sampahmu

Lautan sampah di alun-alun Bojonegoro sisa warga merayakan tahun baru/Foto: Nisa

Malam pergantian tahun identik dengan perayaan. Ruang publik pun dipenuhi banyak orang yang bersenang-senang merayakan datangnya tahun baru. Salah satunya, alun-alun kota yang menjadi tempat favorit. Warga tumplek blek di area luas tengah kota tersebut.

Tapi, bagaimana dengan sampahnya? Rabu (1/1/2025) pagi, alun-alun Bojonegoro menunjukkan sisa-sisa perayaan malam tahun baru. Alun-alun tampak bak lautan sampah. Di mana-mana bungkus makanan, botol minuman, dan aneka sampah ditinggal begitu saja oleh warga yang malam sebelumnya merayakan tahun baru.

Pagi di tanggal 1 Januari, awal tahun 2025, para petugas kebersihan pahlawannya. Ketika sampah ditinggal di alun-alun, mereka berpencar menyapu dan mengumpulkan aneka sampah plastik, sterofoam, bongkol jagung bakar, kertas minyak dan sampah lainnya.

“Tadi pagi jam 5 ke sini kaget, kok sampahnya banyak sekali. Berkali-kali lipat dari hari biasa,” ujar Diana, saat ditemui di alun-alun Bojonegoro, Rabu (1/1/2025).

Diana berusia 41 tahun. Ia adalah salah satu petugas keberishan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Bojonegoro yang datang bersama rekan-rekannya untuk membersihkan alun-alun.

Meski begitu, Diana mengaku tak lantas mengeluh. Ia menikmati pekerjaannya dan menyapu karena sudah menjadi tanggungjawabnya. Setiap pagi pukul 05:00 WIB, ia sudah memulai aktivitas memberishkan kawasan alun-alun. “Berangkat naik motor dari Trucuk,” ungkapnya.

Ibu dua anak ini lantas bercerita, ia memulai pekerjaan menjadi petugas kebersihan sejak tahun 2017. Ketika itu, ia harus meninggalkan anak kedua yang masih berusia 4 tahun saat pagi-pagi harus menyapu. “Tak titipkan di mbahnya,” ujarnya sambil tersenyum.

Meski pekerjaan Diana tidak ada hari libur, ia tetap menjalaninya dengan penuh semangat. Baru setelah selesai bertugas pukul 11.00 WIB, ia bisa jalan-jalan menikmati tahun baru jika sang anak mengajaknya.

“Bahkan lebaran juga tidak libur. Kalau lebaran, jam satu malam sebelum lebaran sudah bersih-bersih. Jadinya pagi bisa lebaran,” paparnya sambil mengusap keringat yang membasahi wajahnya.

Diana mengaku sudah terbiasa menjalani pekerjaannya membersihkan alun-alun. Meski belum sarapan, ia tampak cepat menyapu membersihkan sampah dan memasukkannya ke dalam karung. Sampah-sampah itu kemudian dikumpulkan menjadi satu untuk dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.

Membersihkan sampah di alun-alun, bagi Diana bukan dimaknai sebagai beban. Ia menjalaninya dengan senang. Ada cerita-cerita seru saat membersihkan sampah alun-alun.

“Seru itu kalau nemu uang. Itu lo pernah nemu seratus ribu. Kalau aku biasanya lima ratus perak, haha,” cerita Diana menunjuk salah satu teman kerjanya bernama Dono (25).

Petugas kebersihan membersihkan sampah alun-alun/Foto: Nisa

Dono, petugas kebersihan yang masih tetangga Diana juga membersihkan alun-alun. Baginya, membersihkan tempat publik sudah menjadi tanggung jawab dan kewajiban yang harus dipenuhi.

“Senang kalau kerja ketemu sama banyak teman, daripada di rumah sendirian,” ungkapnya.

Agar tidak terlalu terasa berat saat bekerja apalagi dengan sampah yang lebih banyak dari biasanya, Dono memilih cara bercerita “ngalor-ngidul” dan bercanda dengan teman-temannya. Dan tahu-tahu, alun-alun sudah bersih.

Dono juga mengkritik perilaku masyarakat yang masih belum sadar kebersihkan sampah. “Seharusnya masyarakat lebih sadar lagi. Kan juga disediakan tempat sampah,” ucap Dono.

Dono bercerita, ia memulai pekerjaan menjadi petugas kebersihan sejak tahun 2020. Tahun ini, ia mempunyai semangat yang lebih berkobar karena baru saja mendaftar sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tenaga Kebersihan Lingkungan.[nf]

Tags: DLHPetugas KebersihanSampahTahun 2025Tahun Baru
Previous Post

Cerita Panggung Seni di Bojonegoro Tempo Doeloe, Terkenang Ketoprak di Utara Alun-alun

Next Post

Mawas Dhiri 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DOWNLOAD BULETIN MASTUMAPEL

KONTEN POPULER

Warna Warni Rasa Kerupuk Klenteng

Warna Warni Rasa Kerupuk Klenteng

21/05/2026
Cara Mahasiswa PAI Unugiri Merawat Kearifan Lokal Bojonegoro, Lahirkan 5 Buku Antologi

Cara Mahasiswa PAI Unugiri Merawat Kearifan Lokal Bojonegoro, Lahirkan 5 Buku Antologi

13/05/2026
Cerita Strategi Anton Indarno Merawat Bisnis Kerupuk Klenteng, Warisan Keluarga Sejak 1929

Cerita Strategi Anton Indarno Merawat Bisnis Kerupuk Klenteng, Warisan Keluarga Sejak 1929

19/05/2026
Membaca Wigati, Membaca Batin Perempuan Jawa Pesantren

Membaca Wigati, Membaca Batin Perempuan Jawa Pesantren

31/05/2026
ESAI BUKU: Membaca yang Merambat

ESAI BUKU: Membaca yang Merambat

30/05/2026
Dari Warisan Keluarga, Kerupuk Klenteng Bojonegoro jadi Warisan Budaya Tak Benda

Dari Warisan Keluarga, Kerupuk Klenteng Bojonegoro jadi Warisan Budaya Tak Benda

23/05/2026

Mastumapel.com adalah situs berita online yang menyajikan karya jurnalistik dan fokus pada sejarah, seni, budaya, ekonomi, serta sisi-sisi kehidupan masyarakat Bojonegoro.
Alamat email: [email protected]

© 2023 mastumapel.com

  • Tentang & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Konten
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita

© 2023