Oleh: Eka Pradana Kusuma
Mahasiswa Kelompok 54 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro mengadakan pelatihan manajemen Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Karangmangu, Kecamatan Ngambon, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (9/8/2025).
Alaika Abdi Muhammad, salah satu Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), dalam pelatihan tersebut menjelaskan, kegiatan ini bertujuan membekali warga dengan pemahaman tata kelola koperasi yang efektif dan modern.
Pelatihan ini penting untuk mendukung program ekonomi desa, khususnya program Gerakan Ayam Petelur Mandiri (Gayatri), program Pemkab Bojonegoro, yang melibatkan warga penerima manfaat.
Koperasi diharapkan bisa mengelola produk yang dihasilkan dan memasarkannya, termasuk melalui digital marketing yang pelatihannya juga difasilitasi oleh Kelompok 54 KKN Unugiri.
Peran KDMP dan Kolaborasi dengan BUMDes
Farihut Tamam dari Asosiasi untuk Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial (Ademos), pemateri dalam acara tersebut, menjelaskan pentingnya keberadaan koperasi sebagai pilar ekonomi desa. Ia juga memaparkan perbedaan antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan koperasi yang sering kali disamakan.
“BUMDes berada di bawah naungan desa, sementara koperasi secara struktural berada di luar naungan pemerintah desa,” jelas Tamam.

Menurut dia, pemerintah desa hanya bertindak sebagai pengawas. Ia juga menegaskan bahwa BUMDes dan Koperasi Merah Putih bukan untuk bersaing, melainkan untuk berkolaborasi.
Tamam juga memaparkan bahwa koperasi bisa berjalan dengan banyak orang, bukan satu sampai dua orang saja. Pengurus koperasi bisa fokus pada administrasi dan strategi, sementara anggotanya bisa bergerak di lapangan untuk berinteraksi langsung dengan warga.
Produk-produk yang dihasilkan warga, seperti telur dari program Gayatri dan produk UMKM lokal lainnya, dapat dipasarkan oleh koperasi melalui strategi digital marketing.
Dukungan Penuh dari Kepala Desa
Kepala Desa Karangmangu, Parji, menyambut baik pelatihan ini. Ia berharap pengurus KDMP dapat mendampingi warga yang terlibat dalam program Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program Gayatri.
Program Gayatri merupakan inisiatif pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk meningkatkan perekonomian warga atau mengentaskan kemiskinan.
Program ini melibatkan enam KPM di tiga dusun: Karangmangu, Semek, dan Kalongan. Setiap KPM menerima bantuan 54 ekor ayam petelur. “Tujuannya ada dua, untuk konsumsi gizi keluarga dan untuk menambah pendapatan,” kata Parji.
Parji berpesan agar pengurus koperasi mampu menciptakan lapangan pekerjaan. “Pengurus koperasi harus bisa mengubah pola pikir dari meminta menjadi pemberi lapangan pekerjaan,” tegasnya.
Ia menambahkan, koperasi harus dikelola secara kolektif oleh banyak orang, bukan hanya satu orang.
Salah satu peserta, Laspin, menilai materi yang disampaikan sangat bermanfaat. “Acaranya bagus, sangat baik. Materinya juga bermanfaat,” ujarnya.
Dengan pelatihan ini, Kelompok KKN 54 Unugiri berharap pengetahuan yang diberikan dapat segera diimplementasikan. Tujuannya agar KDMP dapat berperan maksimal dalam mendukung dan menyejahterakan para KPM Gayatri serta seluruh masyarakat Desa Karangmangu.
___________
- Penulis adalah Mahasiswa Prodi Hukum Ekomomi Syariah Unugiri, anggota Kelompok 54 KKN Unugiri









