Mastumapel
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
No Result
View All Result
Mastumapel
No Result
View All Result
Home Berita

Mengenal Sosok Titie Said, Jurnalis dan Novelis asal Bojonegoro yang 2 Periode Pernah Jadi Ketua LSF

Nanang Fahrudin
20/07/2026
Mengenal Sosok Titie Said, Jurnalis dan Novelis asal Bojonegoro yang 2 Periode Pernah Jadi Ketua LSF

Title Said / arsip Majalah Tempo 1980

Ada sederet nama tokoh nasional yang bisa dihubungkan dengan Kabupaten Bojonegoro. Kita bisa sebut diantaranya Tirto Adhie Soerjo yang merupakan cucu Bupati Bojonegoro dan menghabiskan waktu kecil di Bojonegoro. Juga ada Sudharmono yang merupakan Wakil Presiden ke-5 Republik Indonesia. Dan tentu nama-nama lain yang jumlahnya cukup banyak.

Nah, dari tokoh-tokoh nasional, ada satu nama yang jarang disebut. Ia adalah Titie Said. Belum lama ini, saya menyelesaikan membaca novelnya berjudul “Bayang-bayang Kehidupan”. Novel ini cukup menarik, karena menggambarkan wajah Bojonegoro, terutama kawasan alun-alun era sebelum kemerdekaan. Meski itu karya fiksi, namun penggambaran tempat umumnya adalah sesuai dengan kenyataan pada masanya.

Titie Said dikenal sebagai jurnalis senior dan penulis novel produktif. Majalah Tempo edisi nomor 3 Thn. X 15 Maret 1980, mencatat tentang Titie Said. Yakni, ketika Titie Said memutuskan mundur dari jabatannya sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Kartini. Majalah Kartini, terbit mulai 1974 dan Titie ikut membesarkannya hingga menjadi majalah wanita terkemuka. Bahkan, Kartini kemudian memiliki beberapa majalah lain diantaranya Wanita, Kowani, Dharma Wanita, dan Dharma Pertiwi. Dan Titie ikut menangani semuanya.

Tapi, dalam perjalanannya (sebagai diberitakan Tempo), Titie berselisih dengan Pemimpin Umum Kartini Lukman Umar. Beberapa kebijakan Lukman tidak disetujui Titie, seperti penugasan pada wartawan langsung oleh Pemimpin Umum. Titie tidak bisa menerima cara bekerja demikian yang dianggapnya tidak prosedural. Sehingga, puncaknya ia memutuskan mundur. 

Lalu siapa Titie Said? Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Jawa Timur, melalui website resminya, mencatat Titie lahir di Kauman, Bojonegoro pada 11 Juli 1935 (Majalah Tempo mencatat lahir 1937) dan meninggal pada 24 Oktober 2011. Ia telah menulis 25 novel, yang sebagian diangkat ke film layar lebar. Salah satunya novel “Jangan Ambil Nyawaku” tahun 1981. Nama lengkapnya Sitti Raya Kusumawardani, anak dari Mohamad Said dan Suwanti Hastuti. Kedua orangtuanya bercerai sejak Titie masih kanak-kanak.

Ia gemar menulis sejak kecil. Ia menikah dengan Kolonel Polisi Drs. H Sadikun Sugihwaras dan memiliki lima anak. Konon status suaminya yang seorang polisi ini juga ikut mengangkat nama majalah Kartini. Karena setiap kunjungan ke sejumlah daerah, sang suami juga mengenalkan majalah Kartini, di mana Titie berada. Nama suaminya “Sugihwaras” sebenarnya menimbulkan tanya di benak saya, karena Sugihwaras adalah salah satu nama kecamatan di Bojonegoro. Apakah Kolonel Polisi Drs H Sadikun Sugihwaras berasal dari Sugihwaras-Bojonegoro? Saya belum menelusurinya.

Dalam perjalanan kariernya, Titie tak hanya menjadi jurnalis senior. Akan tetapi juga menjadi penulis yang sangat produktif. Di samping itu, beberapa jabatan pernah disandangnya, diantaranya pada 1984 menjadi anggota Dewan Juri FFI (Festival Film Indonesia), pada 2003-2006 dan 2006-2009 (dua periode) Titie Said juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Sensor Film, serta banyak lagi jabatan yang pernah disandangnya.

Setelah melihat biografi singkatnya, saya menemukan hal menarik. Yakni dari novel “Bayang-bayang Kehidupan”. Di novel itu, tokoh utamanya adalah Siti yang kemudian dikenal Ningti. Ayahnya bernama Said. Latar cerita adalah Jalan Habiproyo Kauman belakang masjid besar alun-alun Bojonegoro. Bukankah itu sama dengan biografi Titie Said? Apakah novel itu kisah nyata keluarganya? Boleh jadi iya. 

Novel itu berlatar masa pra kemerdekaan, bahkan masa sebelum Jepang. Digambarkan ayah Siti bernama Said, seorang pendekar yang ahli tirakat jawa-islam. Jarang makan dan tidur malam. Said bercerai dengan istrinya. Ia seorang guru partikelir, dan menolak jadi guru pemerintah karena itu berarti ikut penjajah. Semasa Jepang, Said terpaksa ikut sekolah negeri karena semua sekolah di-negeri-kan di bawah penjajah Jepang. Said kasihan kepada murid-muridnya seandainya ia menolak mengajar sekolah negeri. 

Benar-benar mirip kisah nyatanya kan? Lalu di kata pengantar novel itu, Titie Said menulis bahwa bapaknya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Malang. Dan soal ini, saya juga belum menelusurinya. 

Omah GangKecil, 19 Juli 2016

Tags: BojonegoroJurnalisTitle SaidTokoh Bojonegoro
Previous Post

Madrasah Jurnalensa, Ruang Bersama Belajar Jurnalistik Bagi “Jurnalis NU”

DOWNLOAD BULETIN MASTUMAPEL

KONTEN POPULER

Usung Pengembangan Potensi Lokal Berbasis SDGs, KKN-TK Universitas Bojonegoro Kelompok 20 Resmi Dibuka di Desa Meduri

Usung Pengembangan Potensi Lokal Berbasis SDGs, KKN-TK Universitas Bojonegoro Kelompok 20 Resmi Dibuka di Desa Meduri

15/07/2026
Pleret dan Kenangan Masa Kecil

Pleret dan Kenangan Masa Kecil

30/06/2026
Catatan Pendek Sebelum Nonton The Odyssey

Catatan Pendek Sebelum Nonton The Odyssey

17/07/2026
Makna Tembang Gundhul-Gundhul Pacul

Makna Tembang Gundhul-Gundhul Pacul

01/07/2026
Madrasah Jurnalensa, Ruang Bersama Belajar Jurnalistik Bagi “Jurnalis NU”

Madrasah Jurnalensa, Ruang Bersama Belajar Jurnalistik Bagi “Jurnalis NU”

19/07/2026
Kisah Jaka Tingkir: Kesaktian Masa Kecil, Menjadi Sultan Pajang, Lalu Dikalahkan Anak Angkat

Kisah Jaka Tingkir: Kesaktian Masa Kecil, Menjadi Sultan Pajang, Lalu Dikalahkan Anak Angkat

22/06/2026

Mastumapel.com adalah situs berita online yang menyajikan karya jurnalistik dan fokus pada sejarah, seni, budaya, ekonomi, serta sisi-sisi kehidupan masyarakat Bojonegoro.
Alamat email: [email protected]

© 2023 mastumapel.com

  • Tentang & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Konten
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita

© 2023