Mastumapel
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
No Result
View All Result
Mastumapel
No Result
View All Result
Home Bisnis

Keramaian Pasar Tradisional Kini Tinggal Kenangan?

Ketika Offline Digilas Online

Redaksi
02/09/2023
Keramaian Pasar Tradisional Kini Tinggal Kenangan?

Ilustrasi pasar/sumber: Pexels

Penulis: Indika Hikami

Siapa duga, keramaian pasar tradisional yang dulu dirasakan masyarakat, kini hanya tinggal cerita belaka. Cukup banyak pedagang yang mengeluh akan menurunnya pendapatan setiap harinya. Bahkan, pasar tradisional kini tampak bukan lagi seperti pasar tradisional untuk tempat bergantung mencari nafkah, tapi kini perlahan beralih menjadi tempat tujuan di kala bosan saja.

Orang-orang yang berlalu-lalang mencari barang, suara orang tawar-menawar, kini sudah jarang dijumpai di pasar tradisional. Malahan, yang sering terdengar adalah keluhan dari para pedagang yang semakin sulit mencari nafkah untuk keluarganya.

Fenomena ini seakan mengagetkan, tapi juga dapat dijangkau oleh logika. Kondisi seperti sekarang ada memang bukan tanpa sebab. Mungkin salah satu sebabnya yakni perkembangkan teknologi yang begitu masif sehingga merajai di berbagai sektor terutama perbelanjaan. Ya, belanja online.

Sudah tak asing lagi bagi sebagian besar masyarakat dengan TikTok. Platform media sosial tersebut kini seakan menjadi momok menakutkan bagi para penjual di pasar tradisional. Bagi penjual pasar tradisional, TikTok adalah salah satu (dari sekian banyak) penyebab sepinya pasar yang membuat para penjual bersedih dan berharap cemas.

Ucapan dari para pedagang pasar tradisional bukan tanpa alasan. Sebab, di TikTok, seakan harga barang ditekan habis-habisan dengan murahnya, sehingga para pembeli pastinya tergiur membeli di sana. Apalagi dengan membeli di TikTok, pembeli tidak perlu lagi untuk datang ke pasar, tawar-menawar untuk menentukan harga yang pas, dan barang akan langsung diantar ke rumah. Pada intinya, aplikasi tersebut memberikan segala kemudahan kepada pembeli.

Namun, setelah hari bertambah hari, ternyata masalah lain pun muncul. Seperti halnya kini produsen akan langsung menjual barangnya langsung ke konsumen, tidak lagi melewati pasar. Atau lebih mudahnya, pemilik brand langsung menjual sendiri lewat aplikasi tersebut tanpa turun ke seller dan reseller lagi.

Para pedagang kecil pastinya akan menjerit karena harus bersaing harga dengan perusahaan selaku produsen yang pastinya memberi harga murah pada konsumen.

Dari masalah tersebut, terjadi beberapa pendapat dari berbagai orang yang saya temui. Jika mendengar pendapat dari konsumen, pastinya konsumen akan semakin puas karena mendapatkan barang dengan mudah dan murah.

Namun, bagi pedagang, mereka akan kelimpungan dan harus berpikir lebih ekstra lagi karena pasti pendapatannya akan semakin menurun. Apalagi saingannya bukan lagi sesama pedagang, melainkan langsung dengan produsen.

Jika dipikir-pikir, masalah ini harus segera diatasi. Bagi orang pada umumnya, peristiwa ini merupakan hal wajar karena pastinya konsumen lebih suka barang yang murah. Namun, jika dikaitkan dengan ekonomi nasional, maka akan panjang ceritanya.

Bayangkan, jika ekosistem penjualan seperti dulu, produsen ke seller A, B, C dan seller akan turun lagi ke reseller, berapa banyak jiwa yang diuntungkan dan mendapatkan nafkah untuk keluarga? Sedangkan jika melihat kondisi masa kini, berapa banyak orang yang menderita?

Sedikit cletukan dari beberapa orang mengatakan jika “Offline sekarang akan hilang, berganti online”, lantas, jika semua orang memilih untuk menjadi penjual karena begitu mudahnya membuka toko di online shop, apakah berimbang antara penjual dan pembeli? Yang pasti lebih banyak penjual dari pada pembeli.

Bagaimana pendapatmu melihat kondisi pasar tradisional saat ini?

 

 

Tags: CeritakuOnlinePasarPasar TradisionalUneg-uneg
Previous Post

8 Kampus di Kabupaten Bojonegoro dan Alamatnya, Siap Cetak Lulusan Berkualitas

Next Post

Alamat BPJS Kesehatan Bojonegoro dan Jenis Layanannya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DOWNLOAD BULETIN MASTUMAPEL

KONTEN POPULER

Peringati Hari Kartini 2026, Perpustakaan Unugiri Gelar Talk Show Woman Campus in Kartini Days

Peringati Hari Kartini 2026, Perpustakaan Unugiri Gelar Talk Show Woman Campus in Kartini Days

21/04/2026
AJI, KPI, dan GMNI Bojonegoro Gelar Aksi Damai Peringati Hari Kartini di Depan Kantor DPRD

AJI, KPI, dan GMNI Bojonegoro Gelar Aksi Damai Peringati Hari Kartini di Depan Kantor DPRD

21/04/2026
Konsep Otomatis

4 Tips Produktif Menulis Ala JFX Hoery, Sang Maestro Sastra Jawa Bojonegoro

29/04/2026
Cerita Pengalaman Berkunjung ke Pak Hoery, Penulis Sastra Jawa di Padangan-Bojonegoro

Cerita Pengalaman Berkunjung ke Pak Hoery, Penulis Sastra Jawa di Padangan-Bojonegoro

26/04/2026
Garis Batas: Perjalanan Menyingkap Makna Kehidupan

Garis Batas: Perjalanan Menyingkap Makna Kehidupan

16/04/2026
7 Pelajaran Usai Nonton Na Willa, tentang Pola Asuh hingga  Cara Melihat Semesta

7 Pelajaran Usai Nonton Na Willa, tentang Pola Asuh hingga Cara Melihat Semesta

08/04/2026

Mastumapel.com adalah situs berita online yang menyajikan karya jurnalistik dan fokus pada sejarah, seni, budaya, ekonomi, serta sisi-sisi kehidupan masyarakat Bojonegoro.
Alamat email: [email protected]

© 2023 mastumapel.com

  • Tentang & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Konten
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita

© 2023