Mastumapel
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
No Result
View All Result
Mastumapel
No Result
View All Result
Home Bisnis

Kini Masa Panen Raya, Ini Sejarah Tembakau di Bojonegoro Sejak Hindia Belanda

Redaksi
30/08/2023
Kini Masa Panen Raya, Ini Sejarah Tembakau di Bojonegoro Sejak Hindia Belanda

Sejarah Tembakau Bojonegoro/ilustrasi pixabay

Tembakau telah menjadi bagian penting dari sejarah Kabupaten Bojonegoro sejak masa penjajahan Belanda di Indonesia. Tanaman ini tidak hanya memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi komoditi utama bagi negara-negara maju di dunia, terutama di Eropa. Pada zaman Hindia Belanda, daun tembakau dari Hindia Belanda memenuhi syarat untuk industri tembakau di Eropa.

Pada era Tanam Paksa yang diperkenalkan oleh Van den Bosch di Hindia Belanda, tanaman tembakau mulai ditanam secara luas di berbagai daerah termasuk Jawa, Madura, dan daerah lain di luar Jawa. Antara tahun 1870-1940, perkebunan tembakau sudah ada di beberapa wilayah seperti Kedu, Kediri, Klaten, dan sekitar kota Jember.

Arsip di Dinas Perhutanan dan Perkebunan Bojonegoro tahun 1993 menyebut Bojonegoro juga merupakan salah satu daerah penghasil tembakau di Jawa Timur. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro turut berperan dalam membina masyarakat untuk mengembangkan tanaman tembakau. Melalui penyuluhan dan pembinaan, pemerintah berupaya menghasilkan jenis tembakau terbaik. Di Bojonegoro, jenis tembakau Virginia dari Amerika ditanam dan memiliki harga jual yang tinggi.

Pentingnya perkebunan tembakau tidak hanya dari segi ekonomi, tetapi juga dalam hal penyerapan tenaga kerja. Banyak tenaga kerja di Bojonegoro yang bekerja di sektor perkebunan atau pabrik tembakau.

Asal Kata Tembakau

Kartodirdjo, Sartono dan Suryo Djoko (1991) dalam buku Sejarah Perkebunan di Indonesia, menyebut kata “tembakau” sendiri berasal dari bahasa Portugis tabako atau tumbaco, yang kemudian digunakan oleh masyarakat Jawa. Dalam bahasa Belanda, tembakau adalah tabak.

Sistem tanam paksa Belanda juga berdampak pada perkembangan tembakau, mengingat resiko kegagalan yang tinggi dalam budidaya tanaman ini. Tembakau memerlukan perawatan yang baik karena rentan terhadap perubahan cuaca.

Meskipun catatan tentang penanaman tembakau di Bojonegoro sebelum tahun 1928 mungkin terbatas, tetapi tanaman ini sudah menjadi bagian dari kehidupan petani dan masyarakat sejak lama.

Tembakau bukan hanya sekadar tanaman, tetapi juga bagian dari sejarah dan perkembangan ekonomi serta kehidupan masyarakat di Bojonegoro.

Hasil tembakau Bojonegoro periode tahun 1969-1995

No Tahun Hasil Produksi (ton)
1. 1969/1970                  81.792,4
2. 1970/1971                  82.908
3. 1971/1972                  60.908
4. 1972/1973                  60.332
5. 1973/1974                  69.034
6. 1974/1975                  72.218,12
7. 1975/1976                  90.695
8. 1976/1977                  61.052
9. 1977/1978                  60.357,5
10. 1978/1979                55.680
11. 1979/1980               112.156,3
12. 1980/1981               67.417
13. 1981/1982               89.636
14. 1982/1983               88.357
15. 1983/1984               76.553,23
16. 1984/1985               79.983
17. 1985/1986               82.433,81
18. 1986/1987               80.433
19. 1987/1988               78.751,33
20. 1988/1989               79.881,23
21. 1989/1990               60.653
22. 1990/1991               62,521
23. 1991/1992               56.921
24. 1992/1993               53.452
25. 1993/1994               51.993
26. 1994/1995               40.331

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bojonegoro

 

Tags: PertanianSejarahSejarah Tembakau BojonegoroTembakau Bojonegoro
Previous Post

Sejarah Singkat Berdirinya Kabupaten Bojonegoro

Next Post

Ini Beda Logo Hari Jadi Bojonegoro atau HJB Tahun 2021 & 2022, Bagaimana Logo 2023?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DOWNLOAD BULETIN MASTUMAPEL

KONTEN POPULER

Setyo Wahono: Bojonegoro Tak Hanya Minyak, Tapi Juga Kaya Budaya

Setyo Wahono: Bojonegoro Tak Hanya Minyak, Tapi Juga Kaya Budaya

14/04/2026
Setyo Wahono: Pers Berperan Membangun Daerah

Setyo Wahono: Pers Berperan Membangun Daerah

09/04/2026
Konser Intimate Bagus Dwi Danto di Bojonegoro, Pertama Kali Bawakan Lagu dengan Formasi Band

Konser Intimate Bagus Dwi Danto di Bojonegoro, Pertama Kali Bawakan Lagu dengan Formasi Band

08/04/2026
Bupati Setyo Wahono: Perlu Membangun Identitas Bojonegoro

Bupati Setyo Wahono: Perlu Membangun Identitas Bojonegoro

25/03/2026
Budaya Karang Kitri: Jawaban Atas Tantangan Kemandirian Pangan Keluarga

Budaya Karang Kitri: Jawaban Atas Tantangan Kemandirian Pangan Keluarga

27/03/2026
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono: Guru Harus Berjiwa Mendidik, Bukan Mengajar

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono: Guru Harus Berjiwa Mendidik, Bukan Mengajar

07/04/2026

Mastumapel.com adalah situs berita online yang menyajikan karya jurnalistik dan fokus pada sejarah, seni, budaya, ekonomi, serta sisi-sisi kehidupan masyarakat Bojonegoro.
Alamat email: [email protected]

© 2023 mastumapel.com

  • Tentang & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Konten
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita

© 2023