Mastumapel
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
No Result
View All Result
Mastumapel
No Result
View All Result
Home Mitos & Sejarah

Penjelasan Singkat, Kenapa Hari Jadi Bojonegoro Diperingati Tanggal 20 Oktober?

Kini Bojonegoro berusia 346 tahun

Redaksi
23/09/2023
Penjelasan Singkat, Kenapa Hari Jadi Bojonegoro Diperingati Tanggal 20 Oktober?

pemberian penghargaan lurah di Bojonegoro tahun 1924/Sumber: KITLV

Penulis: Kajar Alit Djati

Setiap tanggal 20 Oktober, masyarakat Bojonegoro merayakan hari ulang tahun kota ini atau yang dikenal dengan sebutan HJB (Hari Jadi Bojonegoro). Pada tahun 2023 ini, Bojonegoro telah memasuki usia ke-346.

Namun, mungkin muncul pertanyaan sederhana, mengapa HJB diperingati pada tanggal 20 Oktober? Untuk menjawab hal ini, mari kita lihat sejarah yang tercatat dalam buku “Sejarah Kabupaten Bojonegoro (Menyingkap Kehidupan dari Masa ke Masa)” yang diterbitkan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro pada tahun 1988. Buku ini dianggap sebagai sumber terlengkap mengenai sejarah Bojonegoro.

Dalam buku tersebut diungkapkan bahwa pada tanggal 6 Juli 1704, Pakubuwono I menandatangani perjanjian penting dengan VOC. Perjanjian ini sekaligus memperkuat kesepakatan sebelumnya yang dilakukan pada 24 September 1646 oleh Sunan Amangkurat I, serta perjanjian pada 24 Februari, 19 dan 20 Oktober 1677 yang ditandatangani oleh Amangkurat II.

Isi dari perjanjian tersebut adalah penyerahan daerah pantai utara Pulau Jawa dari Pasuruan hingga Karawang oleh Sunan Amangkurat kepada VOC. Hal ini mengakibatkan Mataram kehilangan sejumlah besar wilayah pantai, dan hubungannya dengan pulau-pulau lain ditentukan oleh VOC. Perjanjian ini dianggap sebagai sebuah kekalahan bagi Mataram dalam pertikaian dengan VOC.

Setelah itu, Mataram berupaya memperbaiki situasi dengan meningkatkan peran kabupaten-kabupaten. Kabupaten Jipang, yang semula merupakan sebuah kadipaten, diubah menjadi sebuah kabupaten pada tahun 1677. Pangeran Mas Tumapel diangkat sebagai Wedana Bupati Mancanegara Wetan, yang berkantor di Jipang, dan sekaligus menjabat sebagai Bupati Jipang. Oleh karena itu, tahun 1677 dicatat sebagai tahun berdirinya Bojonegoro.

Namun, pertanyaan selanjutnya adalah pada tanggal berapa tepatnya? Di tahun itu, terdapat tiga tanggal di mana dilakukan perjanjian antara Mataram dan VOC, yaitu tanggal 24 Februari, 19 Oktober, dan 20 Oktober. Setelah melalui berbagai pertimbangan dan analisis sejarah, akhirnya diputuskan bahwa tanggal 20 Oktober 1677 dianggap sebagai tanggal lahirnya Kabupaten Jipang.

Keputusan ini kemudian diresmikan dalam Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Bojonegoro nomor 145 tahun 1985 dan Keputusan DPRD Kabupaten Tingkat II Bojonegoro nomor 6 tahun 1985. Dalam surat keputusan tersebut, ditetapkan bahwa Hari Jadi Bojonegoro jatuh pada hari Rabu tanggal 20 Oktober 1677, yang sesuai dengan Rabu Legi 25 Ruwah 1600 tahun Jawa atau 25 Sya’ban tahun 1088 Hijriyah.

Dengan usia Bojonegoro yang kini telah mencapai 346 tahun, telah terjadi berbagai perubahan signifikan. Dari namanya yang awalnya Jipang, kemudian berubah menjadi Rajekwesi, hingga akhirnya menjadi Bojonegoro. Bahkan sempat ada alternatif nama, yaitu Rajekwinangun.

Mari terus membaca sejarah untuk lebih memahami dan menghargai asal-usul daerah kita sendiri.

Tags: BojonegoroHJBSejarah
Previous Post

Ketika Dolanan Dikepung Game Online, Masihkah Perlu Dilestarikan?

Next Post

Alun-alun Bojonegoro dan Hal-hal Menarik yang Bisa Anda Lakukan di Sana

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DOWNLOAD BULETIN MASTUMAPEL

KONTEN POPULER

Setyo Wahono: Pers Berperan Membangun Daerah

Setyo Wahono: Pers Berperan Membangun Daerah

09/04/2026
Garis Batas: Perjalanan Menyingkap Makna Kehidupan

Garis Batas: Perjalanan Menyingkap Makna Kehidupan

16/04/2026
Setyo Wahono: Bojonegoro Tak Hanya Minyak, Tapi Juga Kaya Budaya

Setyo Wahono: Bojonegoro Tak Hanya Minyak, Tapi Juga Kaya Budaya

14/04/2026
Bahasa Jawa dan JFX Hoery

Bahasa Jawa dan JFX Hoery

30/04/2026
JFX Hoery, Merawat Sastra Jawa dengan Karya dan Perpustakaan di Rumahnya

JFX Hoery, Merawat Sastra Jawa dengan Karya dan Perpustakaan di Rumahnya

26/04/2026
7 Pelajaran Usai Nonton Na Willa, tentang Pola Asuh hingga  Cara Melihat Semesta

7 Pelajaran Usai Nonton Na Willa, tentang Pola Asuh hingga Cara Melihat Semesta

08/04/2026

Mastumapel.com adalah situs berita online yang menyajikan karya jurnalistik dan fokus pada sejarah, seni, budaya, ekonomi, serta sisi-sisi kehidupan masyarakat Bojonegoro.
Alamat email: [email protected]

© 2023 mastumapel.com

  • Tentang & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Konten
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita

© 2023