ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) adalah perusahaan yang terlibat dalam Proyek Cepu, terletak di wilayah kontrak Cepu di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Proyek ini merupakan kolaborasi antara beberapa pihak, termasuk EMCL, Pertamina EP Cepu, serta badan usaha daerah di wilayah tersebut.
EMCL memiliki 45 persen saham dalam Blok Cepu dan berperan sebagai operator di bawah Kontrak Kerja Sama (KKS) Cepu, yang berlangsung hingga 2035. Melalui proyek ini, EMCL berfokus pada pengembangan sumber daya minyak dan gas di lapangan Banyu Urip.
Lapangan Banyu Urip adalah bagian penting dari Proyek Cepu. Lapangan ini memiliki perkiraan cadangan minyak sekitar 450 juta barel. Produksi puncaknya mencapai 165.000 barel minyak per hari. EMCL telah berinvestasi dalam fasilitas produksi awal (Early Production Facility/EPF) dan fasilitas pengolahan pusat (Central Processing Facility/CPF) untuk mengolah minyak mentah.
Selain Banyu Urip, EMCL juga terlibat dalam eksplorasi di Blok Cepu. Pada tahun 2011, perusahaan ini menemukan tambahan cadangan minyak di lapangan Kedung Keris. Pengembangan sumur ini dilakukan untuk memproduksi minyak melalui fasilitas pengolahan pusat dan Floating Storage and Offloading (FSO).
Dengan fokus pada pengembangan sumber daya minyak dan gas serta eksplorasi, EMCL berkontribusi dalam industri energi Indonesia dan berupaya memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal dan masyarakat di Pulau Jawa.
Sebagai informasi, produksi minyak KKKS ExxonMobil Cepu Ltd saat ini sekitar 164 ribu barel minyak per hari (BOPD) atau sebesar 114 persen dari target APBN 2023. Lapangan Banyu Urip merupakan salah satu kontributor terbesar produksi minyak nasional saat ini.
Sebagian besar sumber: exxonmobil.co.id









