Tugu Adipura Bojonegoro merupakan salah satu landmark penting yang terletak di Kota Bojonegoro, Jawa Timur, Indonesia.
Tugu ini memiliki peran yang signifikan dalam menggambarkan semangat dan komitmen masyarakat Bojonegoro dalam menjaga kebersihan dan keindahan kota mereka.
Nama “Adipura” berasal dari penghargaan Adipura yang diberikan oleh pemerintah Indonesia kepada kota-kota yang berhasil mencapai standar tertentu dalam hal kebersihan dan lingkungan.
Tugu Adipura Bojonegoro juga merupakan simbol prestasi Bojonegoro dalam bidang kebersihan dan tata kota. Tugu ini memiliki desain yang unik, dengan puncaknya berbentuk bunga teratai yang indah.
Bunga teratai ini melambangkan kemurnian dan keindahan, serta melambangkan komitmen untuk menjaga alam dan lingkungan. Tugu Adipura Bojonegoro juga dikelilingi oleh taman yang rapi dan area terbuka.
Jadi, Tugu Adipura Bojonegoro adalah simbol kebersihan, keindahan, dan komitmen masyarakat Bojonegoro dalam menjaga lingkungan mereka.
Tugu ini tidak hanya menjadi bagian integral dari kota ini, tetapi juga menggambarkan semangat dan identitas masyarakat Bojonegoro dalam menjaga kelestarian kota mereka.
Sejarah Singkat Tugu Adipura Bojonegoro
Tugu Adipura Bojonegoro terletak di persimpangan Jalan Diponegoro, Jalan Untung Suropati, dan Jalan Gajah Mada.
Tugu ini berdiri di tengah bundaran besar dengan pondasi yang mirip akar pohon jati raksasa.
Adipura adalah penghargaan dari Presiden Republik Indonesia yang diberikan kepada Kota Kecil Terbersih.
Bojonegoro meraih gelar tersebut pada tahun 1993 dalam acara di Jakarta pada tanggal 3 Juni 1993.
Monumen ini kemudian dibangun dan diresmikan pada tanggal 14 April 1994 oleh Drs. H. Imam Soepardi, yang saat itu menjabat sebagai Bupati Bojonegoro.
Monumen atau Tugu-Tugu di Bojonegoro
Tugu Bundaran Jetak
Tugu Bundaran Jetak adalah salah satu ikon wisata baru di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Tugu ini terletak di Jalan MT.
Haryono, Kelurahan Margomulyo, Kecamatan Bojonegoro Kota. Tugu ini dibangun pada tahun 2019 dan diresmikan pada tanggal 29 November 2019.
Monumen Gotong Kayu Jati
Monumen ini terletak di Alun-alun Bojonegoro dan dibangun pada tahun 1996. Monumen ini dibangun untuk memperingati kejayaan Bojonegoro sebagai penghasil kayu jati terbesar di dunia.
Monumen ini berupa sebuah patung kayu jati besar yang berdiri di atas sebuah tugu setinggi 15 meter. Patung ini menggambarkan seorang petani yang sedang membajak sawah dengan menggunakan kayu jati.
Monumen Patung Lettu Soejitno
Monumen ini terletak di Alun-alun Bojonegoro dan dibangun pada tahun 1975. Monumen ini dibangun untuk mengenang jasa-jasa Lettu Soejitno, seorang pahlawan nasional yang gugur dalam pertempuran melawan Belanda di Bojonegoro pada tahun 1949.
Monumen ini berupa sebuah patung Lettu Soejitno yang mengenakan seragam tentara dan memegang senjata.
Selain ketiga monumen tersebut, masih banyak lagi monumen penting lainnya yang tersebar di Bojonegoro. Monumen-monumen tersebut menjadi saksi bisu sejarah dan budaya Bojonegoro yang kaya.









