Mastumapel
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
No Result
View All Result
Mastumapel
No Result
View All Result
Home Mitos & Sejarah

Dampak Banjir Bengawan Solo 2007-2008 di Kab Bojonegoro, Kerugian Rp 598 Milir

Redaksi
29/08/2023
Dampak Banjir Bengawan Solo 2007-2008 di Kab Bojonegoro, Kerugian Rp 598 Milir

Dampak banjir Bojonegoro 2007/sumber: ndeso94

Banjir Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro tahun 2007-2008 sangat berdampak pada perekonomian dan kehidupan masyarakat di daerah tersebut. Lumpuhnya perekonomian masyarakat menjadi salah satu dampak nyata dari banjir ini.

Sebuah penelitian oleh Prof. Drs. Nawiyanto, M.A., Ph.D. dan Dimas Eka Arianto yang dipublikasikan di Jurnal Historia, Vol. 4, No. 2 (Januari 2022): 180-194 mengulas tentang dampak banjir Bengawan Solo 2007-2008 di Kabupaten Bojonegoro.

Dalam penelitian itu, disebutkan pertanian terdampak parah, dengan 12.262 hektar dan 9.755 hektar lahan gagal panen akibat terendam banjir. Tanaman jagung dan palawija seluas 1.427 hektar juga mati. Khususnya di Kecamatan Kanor, 10 rumah hilang, 5 rusak parah, 40 rusak berat, dan 20 rusak sedang akibat banjir.

Bupati Bojonegoro, M. Santoso, mengadakan rapat koordinasi dan mencatat bahwa kerugian mencapai Rp 598.326.509.050. Dampak sosial juga signifikan, dengan 77.320 kepala keluarga mengungsi di tenda-tenda yang disediakan pemerintah, bahkan bersama hewan ternak mereka.

Dampak kesehatan juga terjadi, dengan 67 pasien di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo, di antaranya 29 pasien diare dan 38 pasien menderita Demam Berdarah akibat gigitan nyamuk aedes aegypt.

Tak hanya ekonomi dan kesehatan, dampak psikologis juga dirasakan. Kehilangan sanak saudara dan keluarga adalah kesedihan terdalam yang dirasakan korban. Dua korban jiwa juga dilaporkan.

Lingkungan juga terdampak, dengan kerusakan pada sumber daya fisik seperti tanggul penahan banjir. Khususnya di Kecamatan Kanor, tanggul Bengawan Solo putus mencapai 1.891 meter, sementara tanggul desa mencapai 1.303 meter.

Sumber: Data dari Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro, 2007:19, dan berita Radar Bojonegoro.

Tags: banjir bojonegoro 2007Bencana Banjirbengawan soloDampak Banjir
Previous Post

Banjir Bengawan Solo 2007-2008 di Kab Bojonegoro, Terbesar dalam Sejarah

Next Post

Ini Hasil Uji Mutu Air Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DOWNLOAD BULETIN MASTUMAPEL

KONTEN POPULER

Tersesat di Hutan dan Obrolan Buku “Range” yang Belum Selesai

Tersesat di Hutan dan Obrolan Buku “Range” yang Belum Selesai

12/07/2026
Madrasah Jurnalensa, Ruang Bersama Belajar Jurnalistik Bagi “Jurnalis NU”

Madrasah Jurnalensa, Ruang Bersama Belajar Jurnalistik Bagi “Jurnalis NU”

19/07/2026
Makna Tembang Gundhul-Gundhul Pacul

Makna Tembang Gundhul-Gundhul Pacul

01/07/2026
Menyantap Mie Ayam “Terenak” Rahayu, Pilihan Menunya Paling Banyak di Bojonegoro   

Menyantap Mie Ayam “Terenak” Rahayu, Pilihan Menunya Paling Banyak di Bojonegoro   

30/06/2026
Catatan Pendek Sebelum Nonton The Odyssey

Catatan Pendek Sebelum Nonton The Odyssey

17/07/2026
Tawa Riang di Festival Bocah Dolanan  

Tawa Riang di Festival Bocah Dolanan  

17/07/2026

Mastumapel.com adalah situs berita online yang menyajikan karya jurnalistik dan fokus pada sejarah, seni, budaya, ekonomi, serta sisi-sisi kehidupan masyarakat Bojonegoro.
Alamat email: [email protected]

© 2023 mastumapel.com

  • Tentang & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Konten
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita

© 2023