Perpustakaan Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) punya cara kreatif untuk mendorong budaya baca di tingkat mahasiswa. Yakni sebuah program digital Pusgiri Baca yang dilaunching Kamis (20/8/2026). Launching ini bersamaan dengan acara Ketemu Penulis hasil kerjasama dengan Mastumapel.com.
Pusgiri Baca tidak hanya mendorong mahasiswa lebih aktif membaca dan menulis, tetapi juga menghadirkan sistem pencatatan aktivitas buku yang mereka baca dan pinjam. Jadi lewat Pusgiri Baca, mahasiswa bisa mengunggah review singkat tentang buku yang dibaca dan dipinjam dari Perpustakaan Unugiri.
Kehadiran Pusgiri Baca menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem literasi kampus. Menurut Pengembang program website perpustakaan, Syahriel Andika, keberadaan program tersebut diharapkan mampu mendorong aktivitas membaca dan menulis mahasiswa secara lebih luas dan berkelanjutan.
Semantara Kepala Perpustakaan Unugiri, Usman Roin, dalam peluncuran tersebut memperkenalkan user interface dan berbagai fitur Pusgiri Baca. Ia menjelaskan, setiap aktivitas membaca mahasiswa dapat tercatat dalam sistem.
Dengan Pusgiri Baca, mahasiswa berkesempatan memperoleh sertifikat yang dapat digunakan untuk menambah poin Sistem Penilaian Ekstra Kurikuler Mahasiswa (SPEKMA), dengan sertifikat yang dikirim otomatis melalui email. Menariknya lagi, Perpustakaan Unugiri menyiapkan reward bagi mahasiswa yang masuk kategori top record dalam aktivitas membaca. “Untuk reward untuk top record sudah kami sediakan,” jelas Usman.
Hal senada disampaikan Kabid RPL, MBKM, dan ORMAWA Siti Khoiriyah. Baginya ini relevan dengan kebutuhan mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan belajar di tengah perubahan model pembelajaran. Mahasiswa, menurutnya, perlu memperluas sumber belajar dan tidak menjadikan materi di kelas sebagai satu-satunya rujukan.
“Di era deep learning, kita harus adaptif dan tidak bergantung pada materi di dalam kelas. Kalau tidak mengikuti, akan tertinggal semuanya,” ujarnya.
Direktur Kelembagaan, Alumni, dan Sumber Daya Manusia (KAS) M. Tsaqibul Fikri berharap Pusgiri Baca tidak berhenti pada aktivitas membaca, tetapi mampu membentuk kebiasaan mahasiswa untuk menelaah informasi secara kritis dan memperkuat kemampuan bernalar dalam lingkungan akademik.
“Kami mensupport semaksimal mungkin. Bagaimana mahasiswa ini senang menelaah secara kritis dan mampu mengkritisi penalaran akademik di tingkat mahasiswa,” ungkapnya.









