Perpustakaan Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) berkolaborasi bersama Mastumapel.com menggelar acara mempertemukan penulis dengan pembaca dalam event Ketemu Penulis #4 Bedah Buku Captive of Love: Tawanan Cinta di Lautan karya Althamira Frishka. Kegiatan ini dirangkai dengan launching Program Pusgiri Baca di ruangan perpustakaan pada Kamis (20/8/2026).
Dalam kesempatan ini, Althamira Frishka atau dalam dunia kepenulisan di flatform digital kerap disapa Teh Mira, membagikan tips-tips menulis di platform digital kepada para peserta. Karya-karya Teh Mira bisa dibaca secara online melalui aplikasi Novel Toon yang kebanyakan bergenre romansa dan aksi.
Menurutnya, menulis menjadi asik ketika dilakukan dengan empat prinsip. Pertama, menulis apa yang disukai. Dari membaca buku yang disukai, akan tumbuh rasa suka pada buku-buku lain. Juga akan menemukan tantangan-tantangan membaca genre lain.
Kedua, yang penting menulis. Masalah bagus atau tidaknya, menurut Teh Mira, dipikir belakangan. Intinya adalah menulis dulu. Ketiga, konsisten. Tips jitu menurut Teh Mira adalah meluangkan menulis setidaknya 10-15 menit per hari. Ia sendiri mengaku ketika bangun tidur konsisten menulis.
“Jadi saat bangun tidur itu entah ada ide atau tidak, yang penting saya menulis,” ungkapnya.
Terakhir, ia menyarankan untuk mencoba tantangan seperti 30 hari menulis. Tantangan ini bisa disesuaikan dengan kampuan masing-masing, yang penting setiap hari ada progres.

Selain tips menulis asik, Teh Mira juga membagikan enam strategi penulis sukses. Berdasarkan proses menulisnya, setidaknya kiat-kiat yang ia lakukan adalah memahami karakteristik platform menulis (seperti Novel Toon, KBM, Wattpad, dll), memiliki cara mengatasi bornout dan ide buntu, mampu menanggapi kritik dan saran baik yang oke maupun yang pedas, tidak melakukan plagiasi, membangun komunikasi interaktif dengan pembaca (umumnya melalui branding media sosial maupun platform online menulis) serta konsisten dan mengatur jadwal menulis.
Ia sendiri memberikan contoh menanggapi komentar pedas netizen di postingan cerita yang diunggah. Apabila membuat tulisan berkembang, ia ambil sisi sarannya. Apabila komennya menjatuhkan, tidak dimasukkan pikiran.
Terakhir, ia membagikan tips menulis novel pada tiga bab awal. Penulis disarankan membikin alur cerita tiga bab pertama dengan teknik ritme cenderung cepat, memvisualisasikan tokoh dan suasana melalui deskripsi, dan membuat ending dengan teknik cliffhanger. Cliffhanger merupakan cara membikin plot cerita yang dibiarkan tanpa penyelesaian sehingga membuat pembaca penasaran untuk terus lanjut di halaman berikutnya.
Sebelum menutup pemaparan, Teh Mira memberikan sepotong quote kepada para peserta bahwa menulis adalah sebuah keberanian. “Menulis itu bukan soal siapa yang paling hebat, tapi siapa yang berani memulai,” pungkasnya.









