Mastumapel
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
No Result
View All Result
Mastumapel
No Result
View All Result
Home Mitos & Sejarah

DULU ADA: Koran Masuk Desa Dimulai pada Pelita III Tahun 1979

Redaksi
27/12/2024
DULU ADA: Koran Masuk Desa Dimulai pada Pelita III Tahun 1979

Mobil keliling mental koran/Sumber: Prisma-1980

DULUADA adalah satu suguhan mastumapel.com untuk pembaca yang budiman, guna mengenang fakta masa lalu. Dan lebih dari itu, guna mengambil makna darinya.

***

Tahun 1979. Yakni masa Orde Baru Pelita III (Pembangunan Lima Tahun) Menteri Penerangan RI mengeluarkan surat Keputusan tentang sebuah proyek memperluas jangkauan pembaca koran hingga pelosok desa. Proyek itu bernama Koran Masuk Desa (KMD). Guna mengukuhkan proyek itu, dikeluarkanlah Kepeutusan Menteri Penerangan Nomor 203A/Kep/Menpen/79).

KMD tersebut dilaksanakan di 13 provinsi di Indonesia. Untuk tahap pertama dimulai di 7 provinsi. Proyek ini mengikutsertakan 20 penerbitan surat kabar, dengan rata-rata oplah koran 150.000. Targetnya, pelanggan koran bisa naik 10%.

Sebelum ada KMD, pemerintah Indonesia, waktu itu, telah memiliki program yang mirip. Yakni dengan nama Penerbitan Khusus untuk Daerah Pedesaan (PKUDP). Mekanismenya, pemerintah mensubsidi koran Rp21,66/lembar. Koran-koran dalam proyek PKUDP disebar gratis ke masyarakat pedesaan, diantaranya Harian Angkatan Bersenjata dan Berita Yudha.

Guna merealisasikan KMD ini, Departemen Penerangan RI menyiapkan anggaran Rp 290 juta. Rata-rata setiap penerbit koran akan mendapat tambahan modal untuk mencetak 5.000 hingga 10.000 eksemplar.

Pada saat itu, koran yang terbit di Surabaya dengan oplah paling tinggi adalah Penyebar Semangat (53.000), Karya Dharma (18.350), Jayabaya (17.000). Sedang koran Jawa Pos (14.000), Bhirawa (6.000), Memorandum (15.000), Suara Indonesia (10.000).

Dari proyek KMD inilah, muncul cara-cara penjualan koran menggunakan mobil keliling desa. Mobil-mobil ini menggunakan pengeras suara dan berhenti di sejumlah titik. Masyarakat desa akan membaca atau membeli koran.

(Sumber tulisan: diolah dari tulisan-tulisan yang dimuat di Prisma edisi Maret 1980).

Tags: Departemen PeneranganKoran Masuk DesaOrde Baru
Previous Post

Kajian Psikologi Cara Warga Bojonegoro Pulih dan Bangkit Lagi dari Bencana Banjir  

Next Post

Wajah Pariwisata Bojonegoro dalam Catatan (Buku) Tahun 1860-an dan 1960-an

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DOWNLOAD BULETIN MASTUMAPEL

KONTEN POPULER

Sombat Sambat Nonton Dokumenter Aib Sang Guru, Suarakan Lawan Kekerasan Seksual

Sombat Sambat Nonton Dokumenter Aib Sang Guru, Suarakan Lawan Kekerasan Seksual

25/10/2026
Surasane Tembang Gundhul-Gundhul Pacul

Surasane Tembang Gundhul-Gundhul Pacul

27/10/2026
Gampang-gampang Susah Jadi Penulis dalam Workshop Literasi IKIP PGRI Bojonegoro Bareng Mastumapel

Gampang-gampang Susah Jadi Penulis dalam Workshop Literasi IKIP PGRI Bojonegoro Bareng Mastumapel

08/10/2026
Festival Ledre, Kopi Ledre, dan Cerita Ledre-Ledre Lainnya 

Festival Ledre, Kopi Ledre, dan Cerita Ledre-Ledre Lainnya 

12/10/2026
Manusia Kamar dan Kita Hari Ini

Manusia Kamar dan Kita Hari Ini

19/10/2026
Bedah Buku “Buruh Tembakau Bojonegoro” di Perpus Unigoro, Nyalakan Literasi dan Merekam Sejarah Lokal

Bedah Buku “Buruh Tembakau Bojonegoro” di Perpus Unigoro, Nyalakan Literasi dan Merekam Sejarah Lokal

30/10/2026

Mastumapel.com adalah situs berita online yang menyajikan karya jurnalistik dan fokus pada sejarah, seni, budaya, ekonomi, serta sisi-sisi kehidupan masyarakat Bojonegoro.
Alamat email: [email protected]

© 2023 mastumapel.com

  • Tentang & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Konten
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita

© 2023

imunify-bot-check