Mastumapel
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
No Result
View All Result
Mastumapel
No Result
View All Result
Home Crita

DULU ADA: Lapak Kartu Lebaran Diburu Sambil Ngabuburit

Redaksi
04/01/2025
DULU ADA: Lapak Kartu Lebaran Diburu Sambil Ngabuburit

Kartu Lebaran

DULU ADA adalah satu suguhan mastumapel.com untuk pembaca yang budiman, guna mengenang fakta masa lalu. Dan lebih dari itu, guna mengambil makna darinya.

***

Kini, orang terbiasa mengucapkan selamat ulang tahun, selamat idul fitri, selamat menempuh hidup baru, dan ucapan lainnya, cukup dengan lewat WhatsApp. Desain kartu ucapan juga bisa dipilih sendiri dari berbagai aplikasi tanpa ada kesulitan. Dikirimpun bisa sekali kirim ke banyak orang. Semua berjalan biasa saja. Tak ada yang spesial.

Tapi, kamu tahu enggak? Dulu, era ketika ponsel belum ada. Ketika media sosial belum ada, dan semua masih menggunakan kertas. Yakni tahun 1990 hingga 2000 an, beberapa “seniman jalanan” membuka lapak menjual kartu lebaran.

Kartu lebaran dari kertas tentu berbeda dengan poster atau ucapan yang dikirim lewat media sosial. Di sana ada kebersamaan, keguyuban, dan kerukunan. Saling berbagi cerita, pengalaman, dan teknik kesenirupaan.

Pada era sebelum tahun 2000 an, adalah rentang waktu subur dan bersinar bagi penjual kartu lebaran di Kabupaten Bojonegoro. Yakni ketika menjelang Hari Raya Idul Fitri. Kepiawaian melukis ditumpahkan. Media yang dipakai pun beragam. Mulai kertas undangan, kertas film, stik es krim, disket, dan–bahkan–memakai piring/tatakan cangkir (lepek). Cat yang dipakai water colour, tinta bak, juga cat poster. Ilustrasi yang diminati berupa gambar pemandangan (realis/surealis), kartun/karikatur, kaligrafi, vignet, dekoratif, hingga abstrak.

Beberapa nama perupa yang membuka lapak kartu lebaran adalah dua pelukis Bojonegoro, Sarwo Mudji dan S. Jhon.

Kartu lebaran karya Sarwo Mudji/Foto koleksi: S John

Menurut Sarwo, peminat kartu lebaran waktu itu, mulai dari pelajar jenjang pendidikan, masyarakat umum, sampai instansi pemerintah. Kartu lebaran selain sebagai ajang silaturrahmi guna mengucapkan selamat berhariraya dan memohon maaf, belakangan fungsinya jadi beragam. Untuk mengucapkan selamat ulang tahun, sebagai kartu motivasi, bahkan untuk PDKT ke calon pacar atau kekasih.

“Jelang berbuka puasa banyak yang ngabuburit sambil menikmati karya senirupa dari para seniman jalanan,” terangnya.

Untuk harga kartu lebaran beragam. Rata-rata mulai dari Rp 2.500 hingga Rp 10.000 tergantung media yang dipakai. Bahkan kalau pesan kartu yang unik, misal surat tempo dulu harganya sampai ratusan ribu rupiah.

Dulu, saat bulan Ramadan lapak kartu lebaran sangat digemari serta ditunggu-tunggu sebelum akhirnya perlahan-lahan hilang ditelan zaman. Namun, toh demikian, tetap menjadi kenangan indah yang melekat terpatri di hati.

Tags: Dulu AdaKartu LebaranKenanganSejarah
Previous Post

Pertahankan Karang Kitri untuk Ketahanan Pangan Keluarga

Next Post

Jurnalisme Jalan Keluar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DOWNLOAD BULETIN MASTUMAPEL

KONTEN POPULER

Menjelajahi Baureno, Ini 3 Destinasi Wisata Gerbang Timur Bojonegoro

Menjelajahi Baureno, Ini 3 Destinasi Wisata Gerbang Timur Bojonegoro

26/03/2026
MASTUMAPEL (Sejarah, Heritage, Kuliner): Menghadirkan Lokalitas di Tengah Universalitas

MASTUMAPEL (Sejarah, Heritage, Kuliner): Menghadirkan Lokalitas di Tengah Universalitas

22/03/2026
ASN Bojonegoro Diimbau Ngonthel ke Kantor Mulai 30 Maret 2026, Cek Ketentuan Jaraknya

ASN Bojonegoro Diimbau Ngonthel ke Kantor Mulai 30 Maret 2026, Cek Ketentuan Jaraknya

29/03/2026
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono: Guru Harus Berjiwa Mendidik, Bukan Mengajar

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono: Guru Harus Berjiwa Mendidik, Bukan Mengajar

07/04/2026
Budaya Karang Kitri: Jawaban Atas Tantangan Kemandirian Pangan Keluarga

Budaya Karang Kitri: Jawaban Atas Tantangan Kemandirian Pangan Keluarga

27/03/2026
Trip Menjelajah Bumi Margomulyo dan Ngangsu Kawruh di Festival Samin #9 2025

7 Destinasi Wisata di Kecamatan Margomulyo-Bojonegoro, Gerbang Wilayah Perbatasan Ngawi

26/03/2026

Mastumapel.com adalah situs berita online yang menyajikan karya jurnalistik dan fokus pada sejarah, seni, budaya, ekonomi, serta sisi-sisi kehidupan masyarakat Bojonegoro.
Alamat email: [email protected]

© 2023 mastumapel.com

  • Tentang & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Konten
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita

© 2023