Mastumapel
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
No Result
View All Result
Mastumapel
No Result
View All Result
Home Bojonegoro Utara

Daftar Wisata Bojonegoro Wilayah Utara, dari Petik Buah hingga Ziarah Makam Wali 

Eni Puspita Sari
18/10/2025
Daftar Wisata Bojonegoro Wilayah Utara, dari Petik Buah hingga Ziarah Makam Wali 

Kebun Belimbing Ngringinrejo/Foto: WisataBojonegoro

Mastumapel.com – Wisata Bojonegoro tidak hanya didominasi alam, akan tetapi juga ada beberapa destinasi menawarkan cerita budaya, serta mencicipi buah. Untuk wisata Bojonegoro wilayah utara, banyak ditemui agrowisata yang memanjakan pengunjung akan buah-buahan.

Bagian Utara Bojonegoro meliputi Kecamatan Kalitidu, Malo, Padangan, Kasiman, Kedewan, dan Gayam. Mengutip dari Bojonegorokab.go.id, kondisi geografi Bojonegoro merupakan wilayah yang dilewati aliran sungai Bengawan Solo, yang mengalir dari Selatan, menjadi batas alam dari provinsi Jawa Tengah, kemudian ke arah Timur.

Bagian Utara Bojonegoro adalah termasuk daerah yang dilewati aliran sungai Bengawan Solo, sehingga cukup subur dan terdapat ladang pertanian ekstensif (menjangkau secara luas). Kawasan pertanian umumnya ditanami padi pada musim penghujan dan tembakau pada musim kemarau.

Bojonegoro sendiri terletak di jalur Surabaya – Cepu – Semarang. Juga dilintasi jalur kereta api Surabaya – Semarang – Jakarta. Dari deretan destinasi wisata yang telah terangkum sebelumnya dari bagian Barat, Timur, kota, Selatan, dan kini Utara menggambarkan kota Bojonegoro daerah yang luas dan bisa dibilang strategis (baik letaknya).

Berikut daftar wisata di wilayah Utara Bojonegoro yang bisa menjadi pilihan anda:

1. Agrowisata Kebun Belimbing Ngringinrejo

Kebun Belimbing Ngringinrejo/Foto: WisataBojonegoro

Agrowisata ini terletak di Desa Ngringinrejo, Kec. Kalitidu. Letak kebun yang luas dan dekat dengan sungai Bengawan Solo menjadikan suasana kebun yang sejuk dan nyaman. Selain menawarkan wisata petik buah, agrowisata ini menyediakan beberapa fasilitas, seperti tempat bersantai, area bermain anak dan stand kuliner, olahan belimbing. Bagaimana? Mulai rencanakan wisata bersama keluarga.

2. Petilasan Angling Darma

Petilasan Angling Dharma/Foto: Sisparnas.Kemenparekraf

Petilasan  Angling Darma Bojonegoro terletak di Desa Wotanngare, Kecamatan Kalatidu. Tempat ini berupa penemuan tumpukan batu bata diidentifikasi batu bata era Majapahit, seperti bekas pemukiman. Sejarah Angling Darma Bojonegoro merupakan perjalanan panjang Bojonegoro. Melansir dari PPID Bojonegoro, Bojonegoro masih bagian kekuasaan Majapahit. Sampai abad XVI ketika runtuhnya Majapahit, kekuasaan pindah ke kesultanan Demak. Bojonegoro menjadi bagian wilayah kesultanan Demak. Dalam peralihan kekuasaan Bojonegoro masuk dalam wilayah kerajaan Pajang. Pangeran Benowo, putra Sultan Pajang, merasa tidak mampu untuk melawan Senopati yang telah merebut kekuasaan Pajang, sehingga Bojonegoro bergeser menjadi wilayah kekuasaan Mataram. Status Jipang yang sebelumnya kadipaten diubah menjadi kabupaten. Sisa-sisa peninggalan

Sejarah ini menjadi bukti kuat bahwa bojonegoro menjadi bagian dari kerajaan-kerajaan yang berkuasa di Jawa. Sehingga menciptakan warisan budaya yang khas. Petilasan ini terletak di tengah-tengah kawasan persawahan yang hijau dan sejuk. Di sekeliling petilasan terdapat taman kecil dan pepohonan yang rindang menambah suasana damai. Angling Darma Bojonegoro menjadi bagian identitas Bojonegoro yang dikenal sebagai “ bumi Angling Darma”.

3. Kebun Anggur Unggul Farm Trembes

Kebun ini berada di Desa Semlaran Kecamatan Malo. Wisata ini selain menawarkan petik buah langsung juga edukasi budidaya anggur lokal. Agrowisata anggur ini menjadi salah satu dari agrowisata anggur lain di Bojonegoro. Greenhouse inj dibuka secara gratis bagi umum, pengunjung baru dikenakan biaya jika ingin membawa pulang anggur. Agrowisata ini bisa menjadi pilihan wisata yang sederhana namun berkesan.

4. Makam Wali Kidangan

Wisata Wali Kidangan/Foto: Wisata Bojonegoro

Makam wali Kidangan terletak di Desa Sukorejo, Kecamatan Malo. Wali Kidangan merupakan tokoh wali penyebar agam Islam di wilayah Kecamatan Malo dan ulama dari keturunan kerajaan Pajang. Mengutip dari beberapa sumber disebut wali kidangan karena laku perbuatannya yang berpuasa ngidang (jenis puasa kejawen yang dijalankan dengan cara hanya mengonsumsi dedaunan dan air putih) sehingga warga setempat menamakan wali kidangan. Wali Kidangan tidak berkenan menyebutkan namanya, dan termasuk seorang wali yang menyembunyikan dirinya.

Setiap bulan Muharram / Suro pada hari kamis legi dan Jumat pahing dalam tanggalan jawa, diadakan acara haul wali Kidangan  (peringatan hari wafat seseorang yang diadakan setahun sekali). Keberadaan makam Wali Kidangan berada di atas perbukitan, sehingga untuk menuju lokasi kita harus berjalan kaki dengan menaiki sekitar 500 anak tangga. Perjalanan menuju makam akan disuguhkan pepohonan jati serta rumpun bambu. Sehingga tampak asri dan menyatu dengan alam. Di lokasi yang tidak jauh dari wali Kidangan di Desa Tinawun Kecamatan Malo terdapat makam wali Gotong atau syekh Zakaria yang juga dikenal sebagai tokoh penyebar Islam di wilayah Malo.

5. Penangkaran Rusa Malo

Penangkaran Rusa/Foto: Geopark.Bojonegorokab

Penangkaran rusa ini bertempat di Desa Malo, Kecamatan Malo. Penangkaran berada tepat di samping BKPH Malo, KPH Parengan. Penangkaran rusa ini terbuka untuk umum, tanpa dipungut biaya, namun jika ingin memberi makan rusa disediakan pakan untuk dibeli. Tempat ini menawarkan pengalaman melihat dan berinteraksi langsung dengan rusa berjenis rusa timor atau rusa jawa. Penangkaran ini merupakan hasil kerja sama antara Perhutani dan Pertamina EP sejak tahun 2014.

Mengutip dari beberapa sumber saat ini populasi rusa di penangkaran rusa Malo berjumlah 34 ekor. Tempat ini cocok sebagai wisata edukasi termasuk bagi anak-anak dengan tetap menyenangkan, kesempatan untuk memberi makan para rusa. Setelah dari penangkaran rusa, anda bisa melanjutkan ke wisata edukasi gerabah di Desa Rendeng Kecamatan Malo yang berlokasi tidak jauh dari penangkaran.

6. Situs Perahu Besi Kuno

Perahu besi kuno di Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, Bojonegoro/Foto: Eni

Situs perahu besi kuno menyuguhkan temuan perahu besi kuno yang diangkat dari dasar Bengawan Solo yang berada di Desa Ngraho Kecamatan Gayam. Pengangkatan perahu besi ini pada 2013 oleh kepala Desa Ngraho saat itu yakni bapak Towo dengan dibantu masyarakat setempat, setahun setelahnya ditemukan rantai besi kuno. Rantai besi ini diletakkan pada perahu besi kuno yang berada di atas bangunan bata dan beton di area Punden Mbah Pung Prodo di Desa Ngraho.

Perahu besi kuno masih menggunakan teknik keling dalam pembuatannya yaitu teknik menempelkan bagian baja-baja dan merupakan teknik sederhana dalam pembuatan kapal sebelum adanya teknik las atau teknik lain. Hal ini diidentifikasi bahwa perahu besi dibuat sebelum masa kolonial Belanda. Letak situs perahu besi kuno berada di tengah area persawahan warga setempat dan tidak jauh dari Bengawan Solo.

7. Padangan Haritage

Wisata Padangan Heritage

Berwisata sejarah, nah tempat ini cocok bagi kalian yang menyukai sejarah. Berlatar belakang sejarah Bojonegoro terutama histori daerah kecamatan Padangan yang dulu menjadi ibukota kadipaten Jipang, yang sebagai pusat perdagangan dan pergerakan. Sehingga wilayah ini cukup banyak terdapat bangunan kolonial, termasuk padangan heritage.

Bangunan ini oleh dinas kebudayaan dan pariwisata Bojonegoro dijadikan sebagai local history dan museum. Padangan heritage berupa bangunan rumah tua dengan gaya indies minimalis yakni menggabungkan keindahan arsitektur Indis (campuran gaya Eropa dan Jawa) dengan kesederhanaan minimalis, yang terdiri dari 3 bangunan utama yaitu bangunan  utama, bangunan atas dan bangunan servis dengan ciri atap yang tinggi untuk menjaga sirkulasi udara.

Cat warna putih menambah kesan elegan pada bangunan rumah tua ini. Mengutip dari berbagai sumber, oleh penuturan Fachrudin yang merupakan ahli waris ke 4 kepemilikan rumah tua. Padangan heritage sebelumnya merupakan rumah milik seorang saudagar tembakau lokal sukses yang bekerja sama dengan kolonial Belanda.

Saudagar tembakau ini bernama HJ. Ali Rasyad. Selain sebagai tempat tinggal rumah ini juga memiliki tempat penyimpanan tembakau di bagian loteng bangunn utama, dan menara pantau untuk memantau pengiriman tembakau dari Bengawan Solo. Padangan heritage terletak di pinggir perempatan jalan raya padangan jika dari arah Bojonegoro kota padangan haritage berada setelah lampu lalu lintas Padangan, sisi kanan jalan.

Mulai 01 Oktober 2025 oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bojonegoro dalam rangka promosi pengunjung dikenakan tarif Rp. 5000 per orang. Terdapat fasilitas free sewa baju khas kolonial Belanda dan adat Jawa bagi pengunjung yang ingin berfotoria lengkap menggunakan pakaian.

8. Rumah Singgah Wonocolo

Tempat ini berada di Desa Wonocolo Kecamatan Kedewan. Rumah Singgah ini diperuntukkan sebagai tempat singgah wisatawan, selain itu juga menyuguhkan edukasi sejarah pertambangan minyak tradisional di Wonocolo. Menyuguhkan beberapa barang yang di pamerkan, menjadi ikon penting yang menggambarkan perjalanan panjang industri minyak bumi di Indonesia.

Bagi wisatawan yang ingin bermalam tidak perlu khawatir, rumah singgah telah menyediakan tempat beristirahat yang nyaman. Selain itu terdapat taman yang dilengkapi gazebo menambah kesan asri dan sejuk di rumah singgah. Sbelum berkunjung di rumah singgah, anda bisa berkunjung di teksas Wonocolo yakni pertambangan minyak tradisional di Desa Wonocolo dan Hargomulyo.

Nama teksas sendiri memiliki singkatan yaitu tekad selalu aman dan sejahtera. Sekaligus menggambarkan kondisi lingkungannya yang mirip ladang minyak di Texas, Amerika Serikat. Daya tarik kawasan ini adalah adanya sumur minyak tua peninggalan Belanda yang masih dikelola secara tradisional dengan rig kayu jati dan mesin mobil bekas.

Proses ini menghasilkan pemboran dengan ratusan meter ke dalam bumi, sehingga menjadikan Wonocolo sebagai salah satu lokasi pemboran minyak bumi paling dangkal di dunia. Kalian bisa menyaksikan langsung aktivitas penambangan minyak secara tradisional serta belajar sejarah perminyakan rakyat sambil menikmati keindahan alam sekitar.

Anda juga bisa mencoba kuliner khas Desa Wonocolo  bernama nasi gulung, yakni nasi yang digulung dengan menggunakan wadah daun pisang dan kemudian diikat. Nasi ini dulu asal mula merupakan bekal masyarakat setempat ketika menambang minyak.

Sebagai warga Bojonegoro patut bersyukur dengan kondisi wilayah yang kaya akan sejarah dan budaya serta keberlimpahan alamnya. Juga sebagai warga negara yang cinta tanah air dengan turut berupaya menjaganya.

Tags: BojonegoroBojonegoro UtaraDestinasi WisataWisata Bojonegoro
Previous Post

Ki Kanaka: Jiwa Saya di Seni Wayang

Next Post

Jajan Polo Pendem Kukus 6 (Enem); Tak Cuma Urusan Bisnis, tapi Soal Pangan Lokal yang Sering Tersisihkan

DOWNLOAD BULETIN MASTUMAPEL

KONTEN POPULER

Membaca Wigati, Membaca Batin Perempuan Jawa Pesantren

Membaca Wigati, Membaca Batin Perempuan Jawa Pesantren

31/05/2026
Kapan Kamu Terakhir Membaca Buku?

Kapan Kamu Terakhir Membaca Buku?

28/05/2026
ESAI BUKU: Membaca yang Merambat

ESAI BUKU: Membaca yang Merambat

30/05/2026
ARSIP KORAN 1980: Bojonegoro Punya 485 Taman Gizi

ARSIP KORAN 1980: Bojonegoro Punya 485 Taman Gizi

15/06/2026
Kolaborasi Pemuda Seni Bojonegoro, Suarakan Isu Sosial Melalui Panggung Pertunjukan

Kolaborasi Pemuda Seni Bojonegoro, Suarakan Isu Sosial Melalui Panggung Pertunjukan

30/05/2026
Dari Warisan Keluarga, Kerupuk Klenteng Bojonegoro jadi Warisan Budaya Tak Benda

Dari Warisan Keluarga, Kerupuk Klenteng Bojonegoro jadi Warisan Budaya Tak Benda

23/05/2026

Mastumapel.com adalah situs berita online yang menyajikan karya jurnalistik dan fokus pada sejarah, seni, budaya, ekonomi, serta sisi-sisi kehidupan masyarakat Bojonegoro.
Alamat email: [email protected]

© 2023 mastumapel.com

  • Tentang & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Konten
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita

© 2023