Rumah mbah atau kakek-nenek selalu mengundang rindu. Suasana tempo doeloe selalu hadir saat kita diajak berkunjung ke rumah mbah. Mungkin Anda punya pengalaman saat libur sekolah diajak ke rumah Mbah. Rumah mbah identik berada di desa, lalu menyimpan kenangan masa kecil, hangat dan menyenangkan.
Di rumah mbah, barang-barang yang ada kebanyakan berusia lama juga. Mulai meja kursi, hingga peralatan dapur. Banyak nuansa klasik yang hilang digerus modernitas. Rumah joglo dari kayu sekarang sudah jarang ditemu. Namun, beberapa rumah mbah masih tetap setia dengan kayu-kayu dan isinya yang khas tempo dulu. Isi rumah mbah Sebagian masih berfungsi, Sebagian lagi hanya untuk dikenang, entah rusak atau disimpan di gunang.
Nah, berikut 20 barang yang dulu ada di rumah mbah, mengajak kita untuk bernostalgia. Sekaligus catatan ini sebagai arsip budaya tempo doeloe.
1. Padasan

Padasan merupakan gentong besar dari tanah liat yang bawahnya ada muncung kecil untuk aliran air keluar. Muncung itu biasanya ditutup dengan kayu kecil jika seselai digunakan dan dibuka kembali saat diperlukan. Padasan umumnya diletakkan di depan rumah. Biasanya padasan digunakan untuk mencuci kaki, tangan dan wajah sebelum masuk rumah. Ternyata kebiasaan mbah ini sangat cocok diterapkan sekarang apalagi saat musim corona tempo lalu.
2. Genuk

Genuk juga berbentuk gentong besar dari tanah liat, tapi bentuknya lebih besar dan lebih tinggi dari padasan. Genuk tidak memiliki muncung kecil di bawah. Genuk berfungsi sebagai wadah penampung air untuk minum dan memasak. Cara mengambil airnya menggunakan gayung atau gayung dengan gagang Panjang yang disebut jebor. Genuk umumnya diletakkan di pawon atau dapur.
3. Daringan

Daringan atau pendaringan juga berbentuk gentong dari tanah liat. Ukurannya mirip padasan. Daringan memiliki tutup dan berfungsi sebagai tempat menyimpan beras.
4. Nanangan

Nanangan merupakan wajan dari tanah liat. Bentuknya juga mirip wajan. Nanangan dapat digunakan untuk menumis, menggoreng kerupuk baik menggunakan minyak maupun pasir dan juga digunakan untuk menyangrai kopi.
5. Pawon

Pawon disebut juga sebagai dapur, tapi pawon yang satu ini merupakan kompor versi tradisional. Pawon merupakan tungku masak tradisional dari tanah liat. Pawon berbentuk persegi Panjang dengan ujung oval, ada dua lubang tungku dan menggunakan kayu sebagai bahan bakar. Biasanya mbah juga menambahkan rambut atau sekam padi sebagai bahan bakar. Pawon juga ada yang memiliki satu lubang tungku saja.
6. Kalo

Kalo merupakan alat memeras kelapa parut untuk diambil santannya. Kalo ini mirip saringan dengan versi lebih besar. Kalo memiliki bentuk bundar, lebar dan cekung ke dalam. Umumnya kalo terbuat dari anyaman bambu dengan penguat kayu di atasnya. SEkarang juga ditemui kalo yang terbuat dari aluminium.
7. Kendi

Kendi bentuknya seperti teko, terbuat dari tanah liat. Kendi memiliki tubuh bundar dengan gagang di atas sebagai pegangan, gagang ini bolong atasnya berfungsi untuk mengisi air. Di badan kendi, ada muncuk seperti di padasan tapi lebih Panjang. Muncungan ini berfungsi untuk menuangkan air ke gelas, tapi umumnya mbah minum dari kendi secara langsung tanpa gelas. Caranya, kendi diangkat, kepala mendongak, mulut terbuka dan air dari kendi langsung dituangkan ke mulut. Kendi mampu menjaga suhu air minum menjadi dingin segar alami.
8. Ngaron

Ngaron juga mirp gentong dan terbuat dari tanah liat. Bentuknya lebih pendek, besar dan lebar. Ngaron umumnya digunakan sebagai wadah nasi yang dimasak dengan teknik aron, makanya disebut ngaron. Nasi di dalam ngaron biasanya dibawa untuk sedekah bumi atau acara adat lainnya seperti syukuran. Selain nasi biasa, ngaron juga sering berisi nasi uduk dengan ayam panggang sebagai pelengkap.
9. Sketsel Antik

Sketsel antik adalah penyekat ruangan (partisi) yang memiliki desain klasik, unik, atau lawas (jadul), sering kali terbuat dari kayu jati dengan ukiran detail atau bentuk alami yang artistik. Biasanya sketsel ada gambar kaca.
10. Gerobok

Gerobok merupakan lemari besar yang umumnya terbuat dari kayu. Gerobok biasanya digunakan untuk menyimpan barang-barang berharga seperto kuningan, keramik, dll.
11. Risban

Risban adalah bangku atau bale-bale kayu jati kuno yang khas dari Jawa. Memiliki desain kokoh dengan kayu tebal, dan dianggap sebagai furnitur klasik dengan nilai estetika atau historis yang tinggi. Biasanya untuk duduk-duduk bersantai di teras rumah.
12. Tampah

Tampah atau penampi atau nyiru digunakan untuk membersihkan beras atau tapen. Beras dibersihkan dari las (pado tanpa isi atau kulitnya saja), kerikil dan kotoran beras lainnya. Tampah berbentuk bundar lebar dari anyaman bambu.
13. Bojog

Bojog juga terbuat dari anyaman bambu. Bojog berbentuk seperti bakul. Biasanya digunakan mbah untuk menakar beras. Beras sabojog artinya beras sebanyak satu bakul atau sekitar 10kg. Biasanya beras sabojog digunakan sebagai barang bawaan ketika menghadiri hajatan. Bojog yang kecil juga berfungsi sebagai wadah nasi.
14. Kendhil

Kendhil adalah periuk kecil yang terbuat dari tanah dan digunakan untuk menyimpan dan memasak makanan. Kendhil juga difungsikan untuk ngangsu atau mengambil air dari sumber atau sumur untuk kebutuhan rumah tangga. Biasanya kendhil untuk ngangsu dibawa oleh Perempuan dengan cara dikempet atau digendong menyamping menjepit leher kendhil menggunakan tangan.
15. Jambangan

Jambangan merupakan gentong besar dari tanah liat yang digunakan sebagai bak mandi atau wadah air untuk mandi. Umumnya berbentuk bundar, pendek dan lebar.
16. Lumpang dan Alu

Lumpang merupakan wadah berbentuk bejana yang terbuat dari kayu atau batu untuk menumbuk padi, kopi, ataupun bahan olahan lainnya. Sedangkan alu adalah alat untuk menumbuk pada lumpang. Alu berbentuk bulat, sedikit Panjang dan terbuat dari kayu.
17. Jun

Jun atau buyung adalah tempayan kecil terbuat dari tanah liat untuk wadah air. Jun ini juga mirip dengan kendhil, hanya saja bentuknya lebih besar.
18. Lesung

Lesung adalah alat tradisional dalam pengolahan padi atau gabah menjadi beras. Fungsi alat ini memisahkan kulit gabah (sekam, Jawa brambut) dari beras secara mekanik. Lesung terbuat dari kayu berbentuk seperti perahu berukuran kecil dengan panjang sekitar 2 meter, lebar 0,5 meter dan kedalaman sekitar 40 cm.
19. Tenggok

Tenggok adalah wadah tradisional dari anyaman bambu yang sangat multiguna. Bagian bawah tenggok berbentuk segi empat dan bagian atasnya berbentuk lingkaran dengan diameter yang lebih besar. Sebagai penguat, pada bagian atas dilapisi bilah bambu mengikuti bentuk lingkaran bibir tenggok.
20. Kreneng

Kreneng berupa wadah berbentuk jaring-jaring besar yang terbuat dari bambu. Berfungsi sebagai alat penyaring (saringan) sayuran, umbi-umbian, kacang-kacangan ketika sedang dibersihkan dengan air sebelum dimasak, agar kotorannya dapat terbuang dengan mudah.








