Frugal living, akhir-akhir ini banyak dibincangkan orang. Cara hidup ini sebenarnya bukan sekadar gaya hidup hemat atau terlihat pelit. Tapi konon konsep ini mengelola keuangan dengan penuh kesadaran, analisis, dan strategi untuk mencapai tujuan keuangan masa depan.
Menerapkan frugal living berarti memilih memasak sehat daripada beli makanan di luar, memprioritaskan produk lokal berkualitas, dan tidak terbuai oleh tren fashion atau gadget terbaru.
Para penganut frugal living menikmati hidup dengan standar mereka sendiri, tanpa terpengaruh oleh pandangan orang lain, demi mencapai tujuan keuangan jangka panjang.
Kajian terbaru tentang frugal living tidak hanya memusatkan pada tujuan keuangan individu, tetapi juga pada keberlanjutan kehidupan di masa depan.
Jhon White, seorang profesor filosofi pendidikan, mendorong adopsi frugal living oleh generasi mendatang. Tidak hanya bagi negara-negara berkembang, bahkan negara-negara kaya harus menerapkan konsep frugal living dengan baik.
Definisi Frugal Living Menurut Para Ahli
1. Dave Ramsey – Ahli keuangan terkenal ini memandang Frugal Living sebagai strategi penting dalam mencapai kebebasan finansial. Menurutnya, hidup hemat adalah kunci untuk menghilangkan utang dan membangun kekayaan.
2. Amy Dacyczyn – Penulis dari buku “The Tightwad Gazette”, Amy Dacyczyn dianggap sebagai salah satu ahli dalam menerapkan prinsip Frugal Living. Karya-karyanya memberikan tips praktis untuk menghemat uang dalam kehidupan sehari-hari.
3. Vicki Robin dan Joe Dominguez – Penulis buku terkenal “Your Money or Your Life”, mereka memandang Frugal Living sebagai komponen utama dari kesadaran finansial. Mereka menekankan pentingnya memilah-milah antara keinginan dan kebutuhan.
4. Elaine St. James – Penulis dari buku “Simplify Your Life”, Elaine St. James membahas bagaimana mengadopsi pola pikir yang sederhana dan hemat dapat membawa kebahagiaan dan kepuasan hidup.
5. Elizabeth Warren dan Amelia Warren Tyagi – Dalam buku “All Your Worth”, mereka menyoroti pentingnya mengelola keuangan secara bijak dengan memprioritaskan pengeluaran dan tabungan.
6. Jacob Lund Fisker – Penulis dari blog Early Retirement Extreme, Fisker dikenal karena pendekatannya yang ekstrem terhadap Frugal Living, dengan menekankan pada penghematan ekstrim dan investasi untuk mencapai pensiun dini.
Tips Menerapkan Frugal Living
Frugal living adalah pendekatan hidup hemat yang mengutamakan pengelolaan keuangan dengan bijak. Dengan mengambil langkah-langkah praktis berikut, Anda dapat menerapkan frugal living dalam kehidupan sehari-hari:
1. Tentukan Tujuan Keuangan yang Jelas dan Masuk Akal
Merumuskan tujuan keuangan yang jelas dan realistis adalah langkah awal dalam frugal living. Tujuan ini bisa berupa mengumpulkan dana pernikahan, membeli rumah, menabung pendidikan anak, merencanakan pensiun dini, atau memiliki dana darurat yang memadai.
2. Analisis Kebutuhan vs Keinginan
Sebelum melakukan pembelian, selalu analisis apakah barang atau layanan tersebut merupakan kebutuhan atau hanya keinginan. Banyak uang seringkali terbuang untuk memenuhi gaya hidup, daripada untuk membeli barang yang benar-benar dibutuhkan.
3. Hindari Utang yang Tidak Produktif
Hindari membeli barang konsumtif dengan kredit yang mungkin tidak sepenuhnya diperlukan. Utang konsumtif dapat memengaruhi kondisi keuangan secara negatif.
4. Tahan Diri dari Pengaruh Tren
Mengikuti tren terbaru dalam fashion, gadget, atau barang-barang lainnya adalah kebiasaan yang harus dihindari dalam frugal living. Menghindari siklus konsumerisme dan mengendalikan keinginan untuk belanja secara impulsif adalah langkah penting.
5. Memiliki Persepsi Terhadap Masa Depan
Penting untuk menyadari bahwa hidup bukan hanya tentang saat ini. Ada anak-anak yang perlu dilindungi, generasi penerus yang akan mewarisi bumi ini. Frugal living tidak hanya untuk kebaikan pribadi, tetapi juga untuk kelangsungan hidup bumi ini.
Sumber: diolah dari laman Kementerian Keuangan









