Mastumapel
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
No Result
View All Result
Mastumapel
No Result
View All Result
Home Bojonegoro Utara

Sentra Kerajinan Gerabah Malo di Bojonegoro, ‘Bonbinnya Bojonegoro’

Redaksi
26/08/2023
Sentra Kerajinan Gerabah Malo di Bojonegoro, ‘Bonbinnya Bojonegoro’

Gerabah Malo/Sumber: Wisata Bojonegoro

Di Desa Rendeng, Kecamatan Malo, Bojonegoro, Jawa Timur, ada sebuah kegiatan menarik yang menjadi warisan turun-temurun masyarakat. Yakni pembuatan gerabah. Desa ini dikenal dengan sebutan “Kebun Binatangnya Bojonegoro” karena di sini terdapat berbagai macam bentuk gerabah seperti singa, harimau, sapi, dan lain-lain.

Gerabah ini bukan hanya sekadar pajangan, tapi juga bisa menjadi tempat untuk menabung. Harganya bervariasi, mulai dari Rp 3.000 hingga Rp 100.000, tergantung ukuran dan tingkat kesulitannya. Para pengrajin membutuhkan waktu beberapa hari hingga satu minggu untuk membuat beberapa buah gerabah besar atau banyak gerabah kecil.

Selain gerabah tradisional, para pengrajin juga menciptakan inovasi dengan membuat gerabah karakter kartun seperti Spongebob, Doraemon, dan lain-lain. Desa Rendeng telah menjadi tempat tujuan wisata edukasi bagi anak-anak sekolah, di mana mereka bisa melihat proses pembuatan gerabah dan bahkan mencoba membuatnya sendiri.

Desa Rendeng adalah pusat produksi gerabah dengan desain tradisional dan modern. Gerabah tradisional meliputi bentuk binatang seperti bebek, ayam, sapi, dan kendi, sedangkan gerabah modern memiliki desain seperti karakter kartun. Beberapa pengrajin telah mengembangkan gerabah modern sejak tahun 2015, terinspirasi dari film-film kartun yang mereka tonton di TV.

Proses pembuatan gerabah dimulai dari tanah yang dikeringkan, kemudian dicampur dengan pasir dan dicetak sesuai bentuk yang diinginkan dengan menggunakan cetakan gips. Pengrajin mampu membuat sekitar 70 gerabah dalam sehari. Setelah itu, gerabah-gerabah ini dibakar dan diwarnai sesuai keinginan.

Dengan begitu, Desa Rendeng di Malo tidak hanya menjadi tempat pembuatan gerabah tradisional, tetapi juga memiliki sentuhan modern dengan desain-desain yang menggemaskan. Wisatawan dan siswa sekolah bisa belajar tentang seni kerajinan tradisional sambil bermain dan membuat gerabah mereka sendiri.

Tags: BojonegoroGerabah MaloKerajinan
Previous Post

Di Balik Cerita Nama Gajah Bolong di Kecamatan Baureno

Next Post

4 Taman Cantik yang Menyegarkan di Kota Bojonegoro

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DOWNLOAD BULETIN MASTUMAPEL

KONTEN POPULER

Pleret dan Kenangan Masa Kecil

Pleret dan Kenangan Masa Kecil

30/06/2026
Kisah Jaka Tingkir: Kesaktian Masa Kecil, Menjadi Sultan Pajang, Lalu Dikalahkan Anak Angkat

Kisah Jaka Tingkir: Kesaktian Masa Kecil, Menjadi Sultan Pajang, Lalu Dikalahkan Anak Angkat

22/06/2026
Imajinasi Toko Buku dalam Buku

Imajinasi Toko Buku dalam Buku

15/06/2026
Ngopi di Warkop dan Langkah Kecil Keluar dari Algoritma

Ngopi di Warkop dan Langkah Kecil Keluar dari Algoritma

25/06/2026
ARSIP KORAN: Bojonegoro Raih Juara Nasional Insus Kedelai 1992

ARSIP KORAN: Bojonegoro Raih Juara Nasional Insus Kedelai 1992

17/06/2026
ARSIP KORAN 1980: Bojonegoro Punya 485 Taman Gizi

ARSIP KORAN 1980: Bojonegoro Punya 485 Taman Gizi

15/06/2026

Mastumapel.com adalah situs berita online yang menyajikan karya jurnalistik dan fokus pada sejarah, seni, budaya, ekonomi, serta sisi-sisi kehidupan masyarakat Bojonegoro.
Alamat email: [email protected]

© 2023 mastumapel.com

  • Tentang & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Konten
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita

© 2023