Mastumapel
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
No Result
View All Result
Mastumapel
No Result
View All Result
Home Bojonegoro Kota

Tradisi Wiwitan, Syukuran Petani Desa Plesungan Mengawali Masa Panen

Andika Prima Sulistianto
26/07/2025
Tradisi Wiwitan, Syukuran Petani Desa Plesungan Mengawali Masa Panen

Tradisi Wiwitan/Ilustrasi by AI

Semangat menjaga dan merawat budaya leluhur tetap terpelihara dengan baik oleh para petani di Desa Plesungan, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro. Para petani di desa ini selalu menggelar tradisi wiwitan menjelang masa panen raya. Seperti yang mereka lakukan pada Sabtu pagi (5/7/2025).

Tradisi wiwitan merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang dilestarikan oleh masyarakat petani di berbagai daerah, termasuk di Plesungan. Tradisi ini memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam.

Wiwitan berasal dari kata “wiwit” dalam bahasa Jawa yang berarti “memulai” atau “permulaan”. Dalam konteks pertanian, wiwitan adalah sebuah ritual atau upacara adat yang dilakukan oleh para petani sebelum memulai panen raya. Ritual ini sebagai wujud syukur kepada Sang Pencipta.

“Wiwitan adalah sebuah tradisi budaya sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Pemurah (Gusti Allah) atas hasil bumi yang akan dipanen oleh para petani,” tutur Mbah Sukri, warga yang dituakan di Plesungan.

Rangakaian Tradisi Wiwitan

Syukuran wiwitan ini digelar sebagai kegiatan olah rasa guna mengajak semua warga desa menghargai hasil panen. Upacara ritual dilakukan di tengah sawah, tepat di area yang akan mulai dipanen. Warga desa dan para petani berkumpul bersama-sama membawa sesaji dan makanan tradisional.

Di tradisi wiwitan ini, para petani Plesungan menyiapkan peralatan seperti kendil berisi air, ani-ani, bunga mawar dan kain jarik untuk membungkus hasil padi yang dipetik. Selanjutnya sesepuh desa memulai prosesi dengan berdoa kepada Gusti Allah. Lalu beberapa petani memotong sebagian batang padi sebagai tanda bahwa padi sudah siap dipanen.

“Semua sesaji disiapkan sebagai simbol rasa syukur kepada Gusti Allah. Sesaji-sesaji tersebut berupa tumpeng (nasi kuning), ubo rampenya seperti ayam ingkung, telur, kupat, lepet, pleret, polowijo, gembili, pisang dan kembang  telon. Semuanya ditempatkan di atas tampah atau tampir bambu dan didoakan oleh sesepuh desa,” tambah Mbah Sukri.

Makna Tradisi Wiwitan

Tradisi wiwitan adalah warisan budaya nenek moyang yang harus dilestarikan. Setelah prosesi tersebut, warga desa dan para petani menikmati makanan secara bersama-sama. Mereka menikmati makanan dan bercengkrama sebagai simbol kehidupan yang penuh keguyuban, kerukunan dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Pemurah.

Di samping itu, tradisi wiwitan menunjukkan hubungan spiritualitas antar manusia dengan Sang Khalik, sebagai pemilik alam semesta. Tradisi ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan solidaritas antar warga dan sikap gotong royong. Tradisi ini bermanfaat untuk menjaga identitas lokal sebagai pemersatu warga. Akhirnya tradisi ini bermanfaat untuk memelihara dan memperkuat warisan budaya nenek moyang kita.

___________

Penulis adalah guru SMAN Balen, peserta Pelatihan Menulis Kearifan Lokal yang diselenggarakan Sekolah Menulis Mastumapel

Tags: BojonegoroPlesungan-KapasTradisi AgrarisTradisi Wiwitan
Previous Post

Tradisi Sedekah Bumi Umbul Donga Tedeng Aling-Aling Kelurahan Kepatihan

Next Post

Panji Sakti Konser di Bojonegoro; Melapangkan Jalan Cinta di Malam Syahdu untuk Sembuhlah Sembuh

DOWNLOAD BULETIN MASTUMAPEL

KONTEN POPULER

JFX Hoery, Mutiara di Ujung Barat Bojonegoro 

JFX Hoery, Mutiara di Ujung Barat Bojonegoro 

27/04/2026
Merawat Kemandirian Pangan Lokal Bojonegoro

Merawat Kemandirian Pangan Lokal Bojonegoro

21/04/2026
Bojonegoro Book Party Pertemukan Para Pembaca Buku di Taman Lokomotif

Bojonegoro Book Party Pertemukan Para Pembaca Buku di Taman Lokomotif

12/04/2026
Setyo Wahono: Bojonegoro Tak Hanya Minyak, Tapi Juga Kaya Budaya

Setyo Wahono: Bojonegoro Tak Hanya Minyak, Tapi Juga Kaya Budaya

14/04/2026
Setyo Wahono: Pers Berperan Membangun Daerah

Setyo Wahono: Pers Berperan Membangun Daerah

09/04/2026
Bahasa Jawa dan JFX Hoery

Bahasa Jawa dan JFX Hoery

30/04/2026

Mastumapel.com adalah situs berita online yang menyajikan karya jurnalistik dan fokus pada sejarah, seni, budaya, ekonomi, serta sisi-sisi kehidupan masyarakat Bojonegoro.
Alamat email: [email protected]

© 2023 mastumapel.com

  • Tentang & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Konten
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita

© 2023